Sahabat saya yang mengutamakan kebaikan sebagai pengisi hati dan pikirannya,
Marilah kita mulai dengan satu kalimat yang meyakini keindahan asli pribadi kita, bahwa:
Kalimat-kalimat yang menerangkan adalah yang mengingatkan kita mengenai keindahan asli pribadi kita.
Seperti, contohnya;
Kita disebut mengasihi Tuhan jika kita mengutamakan cara-cara hidup yang membahagiakan Tuhan.
Tuhan Maha Mendengar, maka kita menjaga agar hati dan mulut kita hanya menyuarakan yang baik.
Tuhan Maha Mengetahui, maka kita menjaga agar pikiran kita hanya terlibat dalam analisa, rencana, dan rancangan yang baik.
Tuhan Maha Melihat, maka kita menjaga agar diri kita hanya melakukan yang baik-baik.
Marilah kita melihat kepada diri kita sendiri saat ini, untuk menanyakan:
Jika kekasih belahan jiwa Anda bisa mendengar suara hati Anda,
mengetahui rencana Anda, dan melihat yang Anda lakukan saat terpisah
darinya, apakah dia akan merasa berbahagia?
Jika jawaban kita adalah ‘tidak’, kira-kira sudah berapa lamakah kita
meminta Tuhan untuk mendengar, mengetahui, dan melihat yang tidak
membahagiakan belahan jiwa dan keluarga kita?
Jika jawaban Anda adalah ‘ya’, Anda tidak perlu menjelaskan apa pun,
karena kualitas hidup Anda yang indah itu adalah tanda dari kesetiaan
Anda untuk menjaga hati, pikiran, dan tindakan yang membahagiakan Tuhan.
Kalimat-kalimat yang menerangkan adalah petunjuk.
Sebagian besar orang yang letih dalam perjalanan hidup yang panjang dan
yang belum tentu sampai, adalah orang yang mengambil petunjuk yang
menjauhkan.
Dua orang yang berbeda, dengan usia yang sama – belum tentu sampai pada
kualitas hidup yang sama. Yang satu telah berjaya, dan yang satu lagi
masih dalam perjalanan yang meletihkan.
Tetapi, mengapakah mudah bagi sebagian dari kita untuk mempertahankan cara-cara yang tidak memuliakan kehidupannya?
Kita tidak lagi menggunakan pompa air yang berusia 50 tahun, karena
teknologi dan keefektifan operasinya sudah tidak sesuai lagi dengan
tuntutan efisiensi kita hari ini.
Sebetulnya, pemikiran yang sama kita tetapkan atas semua hal yang tidak menghasilkan.
Sehingga,
Jika kita masih mempertahankan sebuah metode hingga hari ini, betapa
pun usia dari rancangan petunjuknya, itu berarti metode itu tetap
berdaya-guna dalam meningkatkan kualitas kehidupan kita.
Agama kita, telah berapa lama ada?
Fakta bahwa agama masih dipertahankan keberadaannya oleh kemanusiaan
sampai hari ini, berarti perannya bagi pemuliaan kehidupan kita, dari
dulu dan sampai kapan pun – ada, nyata, pasti, dan tidak bisa
dilepaskan dari sendi kehidupan apa pun.
Dengannya, tidak patut bagi seseorang untuk mengatakan bahwa kehidupannya dan agamanya adalah dua hal yang terpisah.
Agama adalah nasehat.
Dan, tidak ada keraguan di dalamnya.
………..
Telah banyak kehidupan yang dimuliakan oleh kesetiaan kepada agama.
Dan masih banyak jiwa yang menyesalkan lambatnya diri mereka sendiri
dalam menerima yang telah jelas berpihak kepada kebahagiaan mereka,
tetapi sedang menikmati kesenangan sementara yang akan membesarkan
penyesalan di masa tua mereka.
Dan berapa banyak jiwa yang sedang merindukan keindahan dari kebaikan,
tetapi yang masih sulit membawa dirinya untuk mulai patuh?
Kalimat-kalimat yang menerangkan adalah berita gembira bagi orang-orang yang mengasihi Tuhan.
Periksalah semua landasan dari kegembiraan dan kedamaian Anda, dan
segera hati Anda akan tertunduk haru dengan kesyukuran bahwa kebaikan
hidup yang telah diijinkan untuk Anda nikmati – adalah karena
keikhlasan Anda dalam menjadikan petunjuk Tuhan sebagai pemandu
ketepatan hidup Anda.
Itu sebabnya kita harus berbicara mengenai kebaikan dan petunjuk
mengenai kebaikan – dengan cara-cara yang penuh kasih sayang, karena
kebaikan bukanlah sesuatu yang mendamaikan untuk didengar oleh orang
yang masih membiarkan dirinya berjalan tanpa petunjuk.
Jika kalimat penerang adalah berita yang menggembirakan bagi yang
beriman, maka yang merasa tidak damai mendengar kalimat penerang –
adalah orang beriman yang tahu bahwa dia belum berlaku seperti yang
diimaninya. Dan itu tidak mungkin mendamaikan.
Dengannya,
Ketidak-damaian adalah tanda penuh kasih yang secara khusus
ditujukan kepada jiwa-jiwa baik yang sedang mendahulukan kesenangan
sementara.
Itu sebabnya, jika semakin besar keyakinan kita atas kebenaran yang
kita nasehatkan, harus semakin tinggi kualitas kesabaran kita.
Karena sesungguhnya, dalam menasehatkan yang baik – tugas kita bukanlah
untuk menjamin terjadinya perubahan kepada yang membutuhkan perbaikan,
tetapi apakah kita telah berupaya menjadi penyampai nasehat dengan cara
se-pengasih mungkin.
Perubahan kualitas hidup seseorang sepenuhnya adalah hak Tuhan.
Jika keluhan kita penuh berisi ketidak-nyamanan, kekurangan, kesulitan,
dan keterbatasan dalam hidup – akan indah sekali jika kita
menengadahkan wajah, membuka telapak tangan, dan melamatkan ratapan
hati kita ke langit – ke arah kerajaan langit yang sistem
pemerintahannya di tata dalam keterhubungan langsung antara setiap jiwa
dengan Tuhan-nya Yang Maha Berkuasa.
Ya ..., langsung - antara satu jiwa dengan Tuhan-nya.
Dan,
Untuk setiap jiwa yang sedih, Tuhan Yang Maha Mendengar sedang
menanti ketulusan keluhannya, yang termasuk mengakui perannya sendiri
dalam mendekatkan dirinya dengan yang menyedihkannya.
Untuk setiap jiwa yang merasa diperlakukan tidak adil, Tuhan
Yang Maha Adil sedang menanti pengertiannya untuk ikhlas menerima
keadaan yang diijinkan oleh Tuhan untuk terjadi, dan juga berlaku adil
kepada sesama dan kepada Tuhan.
Untuk setiap jiwa yang marah, Tuhan Yang Maha Perkasa sedang
menanti keterbukaannya bahwa kemarahannya adalah tenaga yang harus
digunakan untuk memindahkan dirinya sendiri dari sikap-sikap dan
cara-cara yang memarahkan, dan naik kelas ke keadaan-keadaan yang lebih
baik.
Untuk setiap jiwa yang pedih karena perendahan oleh orang lain,
Tuhan Yang Maha Memuliakan akan menemaninya dalam perjalanan tenggelam
dalam kesedihannya, menemuinya di dasar kesedihannya, dan dengan penuh
kasih akan menyisipkan kekuatan yang magis kedalam pikiran, hati, dan
otot-ototnya untuk bangkit dan menghadapi perendahan dengan gagah
berani - sebagai jiwa yang berhak bagi kemuliaan, yang menyandarkan
harapannya bagi kemuliaan diri hanya kepada Tuhan Yang Maha Mulia.
Dan untuk setiap jiwa yang hampir menyerah, Tuhan Yang Maha
Penolong akan mendekatkan telinga dari jiwa yang hampir menyerah itu
kepada suara-suara yang menasehati, menampilkan teladan baik bagi
penglihatannya, dan memasukkannya kedalam pergaulan dengan orang yang
menyabarkan diri dan kemudian dimuliakan karena kesabarannya.
………..
Dan Tuhan menggetarkan hati yang mengerti, dengan kesyahduan yang tak dapat dijelaskannya, ... tetapi hatinya tahu.
Hatinya menjadi lembut, selembut kulit bayi yang menjadi pembungkusnya di hari lahirnya.
Matanya menjadi sangat dekat dengan air mata yang menggelimang dengan sinar damai dari kasih sayang Tuhan kepadanya.
Lehernya memanjang karena terulur oleh deretan pujian dan kesyukuran
yang menghubungkan dasar hatinya dengan nama-nama Tuhan Yang Maha Utama.
Pengertiannya menjadi lebih ikhlas menerima niat-niat Tuhan yang tidak mungkin selain dari yang memuliakannya.
………..
lalu,
Dengan keseluruhan raga yang dihidupkan dengan nyawanya dan yang
di-individu-kan oleh jiwanya, dia menjadikan dirinya lebih utuh dalam
keimanannya.
Dan dengan tiada keraguan, dia menerima bahwa …
Kalimat-kalimat Tuhan yang menerangkan, adalah petunjuk dan berita gembira bagi orang-orang yang beriman.
………..
Maha Besar Tuhan dengan segala ilmu-Nya,
Dua ayat saja, telah mulai memberitakan pengertian yang besar dan
dalam, jika kita ikhlas membuka pintu hati dan pikiran kita bagi
pengertian yang berpihak kepada penyejahteraan, pembahagiaan, dan
pemuliaan kehidupan kita.
Sehingga, bukan hanya banyaknya kalimat penerang yang kita hapal,
tetapi juga pengertian yang mengindahkan penerangan itu, yang akan
memelihara kita di jalan lurus yang menghubungkan kehidupan kita di
dunia, dengan kehidupan kita di surga bersama semua jiwa yang kita
cintai dan yang dicintai Tuhan.
...........
Sahabat saya yang hatinya menjadi pelabuhan bagi merapatnya dan berangkatnya kebaikan bagi pemuliaan kehidupan sesama,
Marilah kita mengkekasihkan diri kita kepada Tuhan Yang Maha
Memaafkan, yang dengan pemaafan-Nya kita akan dimuliakan dengan
kehidupan yang sejahtera, yang penuh kebahagiaan, dan yang cemerlang.
MARILAH KITA BERLAKU TEGAS UNTUK YANG MEMBAHAGIAKAN.
Mudah-mudahan Tuhan tidak menunda lagi jawaban bagi harapan-harapan
hati Anda yang merindukan kesejahteraan dan kebahagiaan diri dan
keluarga yang Anda kasihi.
Mario Teguh, 27.02.2010