Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
 
 
 
Home Sumbawa Cerita rakyat Batu Tongkok

Batu Tongkok

E-mail Cetak PDF
Tersebutlah kisah seorang raja yang memiliki sepasang putera kembar. Raja tersebut menguasai daerah kerajaan yang cukup luas, dengan keadaan rakyat yang aman, damai dan makmur. Karena keadaan itulah maka raja sangat dicintai oleh rakyatnya.
 
Akan halnya putera raja yang kembar tadi memilki kebiasaan yang unik yakni bila makan maka lauknya harus menggunakan gula merah, dank arena rasa saying raja terhadap kedua puteranya maka persediaan kerajaan akan gula merah tetap menjadi perhatian. Hal ini mengingat kelangsungan hidup dari kedua putera raja sangat bergantung dengan adanya gula merah. Karena jika tanpa gula merah kedua putera raja tidak mau makan. 
 
Salah satu upaya dari kerajaan untuk meningkatkan pembuatan gula merah adalah dengan menganjurkan kepada rakyatnya untuk menanam pohon aren yang nantinya dapat dijadikan bahan pembuat gula merah.   Hari berganti bulan, bulan berganti tahun, pohon aren seluruh masyarakat tumbuh subur. Hal ini membuat hati sang raja bergembira.
 
“Bila keadaan terus begini maka rakyatku akan makmur dan puteraku tentunya akan dapat tetap hidup selamanya,” gumam sang raja dalam hati. 
 
Namun menjelang usia putera raja menginjak sepuluh tahun, cobaan menerpa kerajaan dan seluruh rakyatnya. Pohon aren musnah ditimpa penyakit yang tidak diketahui obatnya. Dengan perasaan cemas raja mencoba bertanya kepada para menteri tentang kenyataan itu. Mereka berembug mencari jalan keluarnya. Seluruh pakar dimintai pandapatnya. Bermacam – macam cara ditawarkan dalam mengatasi persoalan itu. Semua cara telah dilakukan namun selalu gagal.
 
Pada suatu hari bertanyalah sang raja kepada menteri tentang perseediaan gula yang masih tersisa. Sang menteri memberitahukan bahwa persediaan gula merah hanya cukup sampai dengan tiga bulan ke depan. Dalam keadaan yang sangat mendesak tersebut diambil keputusan untuk mencari gula merah ke kerajaan lain atau kalu perlu ke pulau – pulau lain.   “Siapkan bekal sebanyak – banyaknya berangkatlah, dan dapatkan gula merah sebanyak – banyaknya”, perintah sang raja kepada para menteri dan hulu balangnya.
 
Dimulailah pelayaran mencari gula merah itu melalui pelabuhan Labuhan Jontal. Sasaran dari utusan raja tadi adalah bagian barat dari kerajaan tersebut. Belum sampai di daerah tujuan, tepatnya di sekitar Pulau Bungin perahu rombongan raja membawa banyak uang dan barang berharga lainnya. Dengan segenap usaha yang ada para utusan raja mencoba bertahan dari serangan para perompak laut yang ganas namun usaha mereka sia – sia karena para perompak tersebut sangat tangguh. Namun demikian masih ada utusan raja yang tersisa dan berhasil menyelamatkan diri dengan berenang ke pantai dan kembali lagi menghadap raja.  
 
Raja sangat murka mendengar cerita dari utusannya yang selamat tadi dan dengan segera mengambil keputusan bahwa dia sendiri yang berangkat mencari gula merah demi sang anak apapun yang akan dijalani. Dengan meminta izin kepada permaisuri terlebih dahulu maka berangkatlah sang raja beserta para pengawalnya untuk mencari gula merah.  
 
Sepeninggal sang raja, tinggallah permaisuri beserta kedua puteranya. Satu bulan sudah berlalu hati sang permaisuri selalu berharap harap cemas diiringi doa semoga sang raja selamat di dalam perjalanan dan dapat segera kembali. Akan tetapi hampir empat bulan sudah berlalu kabar berita tak kunjung tiba. Hati permaisuri diliputi kecemasan. Hampir setiap hari permaisuri menangis dan menangis mengingat nasib sang raja. Menjelang satu tahun kepergian sang raja sang permaisuri hanya dapat merenung seorang diri di suatu tempat di atas bukit. Tempat tersebut sering dikunjunginya beserta sang raja dalam mengisi waktu luangnya. Permaisuri tak ingin lagi kembali ke istana. Kedua puteranya sudah tidak dihiraukan lagi. Siang dan malam dia hanya merenung dan menangis seorang diri.  
 
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan, bulan berganti tahun, tubuh sang permaisuri telah ditumbuhi lumut dan membatu. Kedua puteranya kini telah terpisah yang satunya pergi ke arah barat melalui darat menyusul sang raja dan perjalanannya terhenti di suatu tempat yang namanya Taliwang, sedangkan puteranya yang lain tetap bersama ibunya dan berubah menjadi seekor kera.
 
Akan halnya putera raja yang tetap menjadi manusia dapat tetap hidup dan mencoba makan dengan lauk yang bukan dari gula merah. Bahkan sang putera raja berhasil mempersunting seorang puteri setempat untuk dijadikan istri. Dengan perasaan bagga dia kembali menemui ibu dan saudaranya sambil memboyong istrinya, namun sesampainya di wilayah kerajaannya dia dan istrinya terperanjuat oleh kehadiran seekor kera besar yang tak lain adalah saudaranya sendiri. Disangkanya kera tersebut akan menyerangnya keudian dibacoknya kera tersebut dengan pedangnya namun tidak mempan.  
 
Karena kenyataan itu maka putera raja bersama istrinya berlari untuk menyelamatkan diri dari serangan sang kera yang sebenarnya sang kera tidak bermaksud menyerang tetapi hanya ingin memeluk saudaranya yang telah lama berpisah. Putera raja bersama istrinya terus berlari ke arah selatan dan bersembunyi di sebuah gua di pinggir pantai sampai keduanya membantu di dalam gua tersebut. Sekarang gua tersebut dikenal nama Liang Dewa, sedangkan letak kerajaannya adalah daerah atau wilayah Muer kecamatan Plampang. Dan Batu sang permaisuri sekarang ini masih dapat dilihat dan oleh masyarakat setempat disebut Batu Tongkok.      
 

Sumber : Abdullah Nur (Kecamatan Plampang)
Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

Editorial

Kegagalan Paket RAHMAT: Satu Partai, Dua SK Dukungan Politik
23/02/2010 | Syahrul Salam
article thumbnail

Sumbawanews.com.- Tepat Senin (22/02), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengumumkan hasil verifikasi terkait data pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. Sekitar [ ... ]


Editorial Lainnya

Shout Box

Archives Pesan
14/03wirman84pak andi calon yang bupati yang terhormat.kami dari penduduk maluk resetment tidak puas dengan kontrak politik yang dilakukan li lapangan sepak bola maluk .kami mohon di koreksi kembali kontrak politik tersebut,,tidak ada satupun yang menjadi saksi penandatanganan kontrak tersebut,,masyarakat resetment..kami mohon bang andi..
14/03tode miratidak bisakah pemimpin kita bersikap adil dan bijaksana????,sebab bertambah pintarnya seorang pemimpin akan bertambah juga cara pemimpin untuk melakukan penyelewengan2 terhadap masyarakat.kasihan kami rakyat kecil yang hanya bisa meratap janji palsu seorang calon,jika sudah di atas......,hanya satu kata......goodby......
14/03Erna Pakilkurangnya ilmu pengetahuan di Indonesia dan meningkatnya KKN,kalau begini terus kapan Indonesia akan maju ??????
14/03GeminiJangan heran di indonesia terjadi banyak masalah,bencana,karna ulah tangan manusia yg penuh dgn kemunafikn dan kezaliman,hrs smua sadar dan tau diri sbgai hamba Allah.
14/03ernamapinmari kita berpegang tangan untuk meningkatkan semangat belajardan mengurangi volume para TKW luar negri.semoga pemimpin kabupaten sumbawa memperhatikan hal ini
13/03wirmanKSB akan AMAN Jika Paket AmAn Yang memimpin
13/03wirman maluksaya di maluk sudah berpuluh tahun dan yang saya lihat maluk tetap saja seperti dulu...kapn perubahan itu kan datang...
12/03LA[INDA BIDOSKepada Yth: Bapak Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, M.A, Bapak Bupati/ Wali Kota Se Pulau Sumbawa, Pimpinan DPRD Se Pulau Sumbawa, dan Seluruh LSM, Ormas, Mahasiswa di Pulau Sumbawa.
09/03emitronInfo : Iklan Baris Via SMS, Iklan Baris Kompas Via sms hub. Emitron Cs. 021 8378 5208,
09/03mamadsemoga seluruh amal, ibadah
09/03irawnkyai habat
08/03holly madisonmari kita nonton porno!!!!!
07/03salsabilasaya bagian dari warga lenangguar yg menjadi tki krna tdk adanya lapangan kerja,mdhan pmimpin muda dpt perjuangkan dodo rinti nantinya,
07/03salsabilasaya mendukung cln pemimpin muda.
07/03Komunitas BABUJUInnalillahiwainnalillahiraziun, Komunitas BABUJU mengucapkan Turut Berduka cita yang mendalam atas Meninggalnya Walikota Bima, HM. Noer A. Latif (28 Okt 1951 - 7 Maret 2010). Semoga Keluarga, Sahabat, kerabat serta masyarakat Kota Bima diberikan ketabahan dan kesabaran... Amin Ya Rabb...
 

Mainkan MP3  Ringtone Antikorupsi IKRAR
Untuk Download Klik kanan MP3 lalu Save link as

Download Ringtone MP3 Visi Misi, Klik kanan lalu save link as