Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
 
 
 
Home Sumbawa Cerita rakyat Bakat Loka dan Buir

Bakat Loka dan Buir

E-mail Cetak PDF

Di jaman yang telah lampau tersebutlah didalam kisah seorang putera raja yang konon berasal dari Gowa Sulawesi Selatan. Ia datang ke tempat ini bukan untuk memerintah tetapi untuk menyebarkan Agama Islam. Tempat ini dinamakan Bekat Loka, suatu tempat yang dijadikan tempat tinggal dan lama kelamaan menjadi sebuah dusun. Bekat asal katanya adalah berkat. Dusun yang diberkati Allah tempat bermukim seorang alim dari Putera Raja Gowa. Di Dusun Bekat Loka inilah akhirnya Putera Raja Gowa wafat. Kini lokasi itu dapat dilihat lebih kurang seratus depa sebelah tenggara sebuah bukit kecil yang dikenal dengan Ponan. Bukit Ponan sendiri terletak diantara tiga buah dusun yaitu Dusun Poto, Dusun Malili, dan Dusun Lengas. Di Dusun Bekat Loka inilah lahir seorang putera yang dikenal oleh penduduk setempat dengan nama Haji Batu yang makamnya sekarang dapat dilihat dipuncak Bukit Ponan. Bekat Loka merupakan asal muasal munculnya ketiga dusun yang disebutkan diatas yaitu Dusun Poto, Dusun Malili, dan Dusun Lengas.


Dusun Bekat Loka lama kelamaan banyak ditinggalkan oleh penduduknya. Para penduduk lebih memilih bertempat tinggal dekat dengan tanah garapannya yang dibukanya sendiri pada saat itu. Akhirnya terbentuklah sebuah dusun yang lain yang diberi nama Samongal yang letaknya juga diatas sebuah bukit berdekatan dengan sebuah sungai kira?kira berjarak seratus meter dari Dusun Poto, yaitu disebelah utara dusun Bekat Lengas. Nama Samongal berasal dari kata Samonga artinya dalam bahasa Sumbawa yang diandalkan. Di Dusun Samongal inilah sebagian besar keturunan putera Raja Gowa bermukim dan lama kelamaan melahirkan dua bersaudara yang kelak akan menjadi penyambung lidah Sultan Samawa Pertama.

Kedua orang bersaudara itu dalam perkembangannya diangkat menjadi pemegang adat dan pemerintahan. Sebelum melaksanakan pemerintahan keduanya lebih dahulu disumpah secara Islam oleh Datu Qadi. Kedua orang bersaudara itu setelah disumpah diberi gelar masing?masing Dea Dasin Salidin dan Dea Gamal. Dea Dasin Salidin memegang adat dan pemerintahan dari Samongal Moyo Hilir (Paroso) sampai ke Buir (Juru Mapin) Alas. Sedang Dea Gamal bertugas menjaga dan meneliti adat secara Islami.

Adat dalam penyelenggaraan pemerintahan saat itu adalah adat yang bersifat asli (primitive) yang dilaksanakan secara Islami artinya bersendikan syara dan Kitabullah. Sampai sekarang adat-adat ini sebagian masih dipertahankan sesuai dengan jamannya.

Dalam melaksanakan tugasnya Dea Dasin Salidin diberikan imbalan tanah sawah berlokasi di Orong Rea. Tanah Sawah ini disebut Uma Panyaka. Yang diberikan kepercayaan untuk penyelenggaraan sawah itu adalah orang?orang dari Dusun Sengkal dan Dusun Batu Bulan. Mereka ini bukan budak tetapi disebut Tau Sanak (artinya orang yang dipandang sebagai keluarga).

Dea Dasin Salidin adalah sosok pemimpin yang memiliki rasa kasih sayang yang tinggi terhadap rakyatnya, sehingga rakyat pada waktu itu juga memiliki rasa berbakti yang tinggi pula. Dalam perjalanan hidup akhirnya Dea Dasin Salidin (pertama) wafat dipanggil oleh Yang Maha Kuasa. Tidak lama setelah Dea Dasin 1 wafat dan dimakamkan, diangkatlah Dea Dasin 2 yang merupakan putera dari Dea Dasin 1. Dea Dasin 2 dikenal juga dengan nama Dea Dasin Ali. Dea Dasin 2 ini merupakan tokoh yang tangkas, tegap, jujur dan adil pula. Sebagai bukti bahwa Dea Dasin 2 adalah sosok pemimpin yang jujur dan adil yaitu ketika anaknya yang bernama Poro Ali (bakal Dea Dasin 3) menentang adat maka anaknya itu dimasukkan bui. Kedatangan Belanda ke Sumbawa pada waktu itu tidak banyak mempengaruhi perilaku rakyat karena adat dilaksanakan sangat kuat sesuai dengan syariat Islam. Atas sikap adil yang luar biasa yang ditunjukkan oleh Dea Dasin 2 maka pihak Belanda pada waktu itu memberikan dan menyematkan Bintang Jasa dari emas.

Sesuai dengan adat maka disamping Dea Dasin ada Dea Gamal yang bertugas menjaga dan meneliti adat secara Islami. Penjagaan adat itu mulai dari dalam Istana sampai ke lapangan , yaitu misalnya adat di masjid, adat di rumah-rumah pejabat, adat di rumah, adat berhadapan dengan guru agama, alim ulama, dan lain-lain. Di Istana, dua jabatan adat yang dijabat oleh dua bersaudara ini urutan duduknya sebagai berikut. Sultan berjejer dengan Menteri Lante. Dea Dasin dan Dea Gamal berjejer dengan b>Adipati Raja. Mereka duduk berhadapan dengan Raja (Sultan) dalam bermusyawarah adat atau lainnya. Jika salah seorang belum hadir maka musyawarah adat belum dimulai.

Dea Gamal (1, 2 dan 3) pada jamannya masing?masing mempunyai tugas yang sama. Imbalannya adalah sawah di Kecamatan Utan sekarang yang disebut dengan Uma Gamal. Sampai sekarang ini sawah tersebut tetap dikenal dengan nama Uma Gamal.

Asal usul Dea Dasin dan Dea Gamal ini adalah keturunan Sulawesi. Demikian pula dengan Sultan Sumbawa. Buir identik dengan Bekat. Jika orang menyebut Buir maka sudah termasuk di dalamnya Kalabeso, Tarusa, dan Jurumapin. Dan jika orang menyebut Bekat maka termasuk didalamnya adalah Poto, Malili, dan Lengas, yang masih dapat dilihat sekarang adalah pakaian adat istana yang dulunya dipakai oleh kedua pejabat ini.


Sumber : A.W. Syihabuddin Z

Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
Terakhir Diupdate ( Minggu, 26 Juli 2009 16:00 )  

Editorial

Kegagalan Paket RAHMAT: Satu Partai, Dua SK Dukungan Politik
23/02/2010 | Syahrul Salam
article thumbnail

Sumbawanews.com.- Tepat Senin (22/02), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengumumkan hasil verifikasi terkait data pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. Sekitar [ ... ]


Editorial Lainnya

Shout Box

Archives Pesan
15/03 jogangKabupaten sumbawa barat ini kabupaten yang kcil.tapi banyak uangnya,,tambawa barapi kemana uang yang banyak itu..
14/03wirman84pak andi calon yang bupati yang terhormat.kami dari penduduk maluk resetment tidak puas dengan kontrak politik yang dilakukan li lapangan sepak bola maluk .kami mohon di koreksi kembali kontrak politik tersebut,,tidak ada satupun yang menjadi saksi penandatanganan kontrak tersebut,,masyarakat resetment..kami mohon bang andi..
14/03tode miratidak bisakah pemimpin kita bersikap adil dan bijaksana????,sebab bertambah pintarnya seorang pemimpin akan bertambah juga cara pemimpin untuk melakukan penyelewengan2 terhadap masyarakat.kasihan kami rakyat kecil yang hanya bisa meratap janji palsu seorang calon,jika sudah di atas......,hanya satu kata......goodby......
14/03Erna Pakilkurangnya ilmu pengetahuan di Indonesia dan meningkatnya KKN,kalau begini terus kapan Indonesia akan maju ??????
14/03GeminiJangan heran di indonesia terjadi banyak masalah,bencana,karna ulah tangan manusia yg penuh dgn kemunafikn dan kezaliman,hrs smua sadar dan tau diri sbgai hamba Allah.
14/03ernamapinmari kita berpegang tangan untuk meningkatkan semangat belajardan mengurangi volume para TKW luar negri.semoga pemimpin kabupaten sumbawa memperhatikan hal ini
13/03wirmanKSB akan AMAN Jika Paket AmAn Yang memimpin
13/03wirman maluksaya di maluk sudah berpuluh tahun dan yang saya lihat maluk tetap saja seperti dulu...kapn perubahan itu kan datang...
12/03LA[INDA BIDOSKepada Yth: Bapak Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, M.A, Bapak Bupati/ Wali Kota Se Pulau Sumbawa, Pimpinan DPRD Se Pulau Sumbawa, dan Seluruh LSM, Ormas, Mahasiswa di Pulau Sumbawa.
09/03emitronInfo : Iklan Baris Via SMS, Iklan Baris Kompas Via sms hub. Emitron Cs. 021 8378 5208,
09/03mamadsemoga seluruh amal, ibadah
09/03irawnkyai habat
08/03holly madisonmari kita nonton porno!!!!!
07/03salsabilasaya bagian dari warga lenangguar yg menjadi tki krna tdk adanya lapangan kerja,mdhan pmimpin muda dpt perjuangkan dodo rinti nantinya,
07/03salsabilasaya mendukung cln pemimpin muda.
 

Mainkan MP3  Ringtone Antikorupsi IKRAR
Untuk Download Klik kanan MP3 lalu Save link as

Download Ringtone MP3 Visi Misi, Klik kanan lalu save link as