
Ilustrasi Photo : SM/Arswinda AR
Sumbawa Besar, Sumbawanews.- Kre alang, adalah salah satu kain tradisional masyarakat Sumbawa yang dipakai untuk acara-acara adat resmi maupun yang sifatnya nasional.Kre Alang dibuat dengan alat tradisional yang disebut sesek.Namun sayang orang yang bisa nesek sekarang bisa dihitung dengan jari.
Menenun yang dalam bahasa Sumbawa adalah Nesek adalah kegiatan turun temurun sejak nenek moyang tau samawa dulu sampai sekarang.Namun saying, sekarang orang yang menekuni sesek bisa dihitung dengan jari.Bahkan dalam buku Seni Budaya Daerah Sumbawa karangan Drs.A.Gani Selim, dari 156 Desa yang ada di Sumbawa, hanya lima Desa yang ada orang menesek.yaitu Desa Poto, Moyo hilir, Desa Pekat Sumbawa, Desa Dalam Alas, Desa Bugis Taliwang(KSB) dan Desa Batu tering Moyo Hulu.
Habibah (60) dan Pausiyah (53) warga Desa Kalimango Kecamatan Alas dua dari segelintir orang yang menekuni sesek mengaku bisa nesek karena sering menemani Ibu dan neneknya nesek.”Belasan tahun baru saya bias nesek.Dimulai dengan nesek kain biasa, setelah beberapa tahun baru bias nesek kain tampong, kemudian yang lebih sulit kre alang.Jadi proses belajar saya cukup lama.”Ujarnya
Kre alang mempunyai berbagai macam motif, diantaranya kemang satange, Wala suji, piyo, dan lain-lain.Menurut habibah, dirinysa bersama pausiyah untuk menyelesaikan satu kre alang butuh waktu sampai satu bulan dengan selendangnya.”Ujar Habibah yang pernah diundang bersama Pausiyah oleh PT Newmont Nusa Tenggara untuk memperagakan keahliannya didepan murid international school NNT tahun 2007 lalu.
Habibah mengaku prihatin, karena tidak ada gadis-gadis sekarang yang mau belajar nesek.”Saya khawatir seandainya kami-kami ini sudah tiada, maka tidak akan ada lagi produksi kain sesek. Padahal ini adalah salah satu kekayaan budaya tanah samawa.Mungkin Karena tingkat kesulitan yang cukup tinggi dan makan waktu lama untuk pembuatan satu kain, sehingga tidak ada gadis-gadis yang mau menekuni kegiatan nesek ini ya?”Ujar Habibah prihatin.
Nurmatika Rayes, warga Kalimango yang tinggal di Sumbawa yang pernah tinggal dilingkungan bangsawan Alas mengatakan karena tingkat kesulitan nya itulah Sehingga ada pomeo dalam masyarakat tanah sumbawa bahwa nesek adalah boat Dea Datu (Pekerjaan kaum bangsawan) karena mereka jarang keluar, karena pekerjaannya memerlukan ketekunan dan ketelitian.”sejak kecil Saya sering melihat orang-orang dalam Bala (Kediaman Kaum bangsawan Sumbawa) nesek.Tapi sampai sekarang saya tidak bias.”Ujar Ika akrabnya.
Untuk langkah-langkah nesek, Habibah menjelaskan secara garis besar pertama tama adalah Merane yaitu mengatur benang, langkah selanjutnya adalah nerap yaitu memasukkan sisir, selanjutnya adalh bakencang yaitu menggulung benang ke tutuk kemudian mengulur benang dan baru masuk ke proses nesek.”Yang paling penting juga adalah proses buang jarum.Karena buang jarum adalah merupakan pola dasar untuk pembuatan motif dari kain sesek..Jadi tergantung motif apa yang akan dibuat, maka buang jarum yang akan menjadi pedomannya.”Ujar habibah menambahkan.
Sementara itu Pausiyah mengatakaan bahwa Alat sesek, (alat tenun tradisional Sumbawa) tidak bias dibuat sembarangan.Karena, kayu yang dipakai untuk membuat peralatan ini adalah kayu khusus yang bias menjadi obat bagi orang nesek.sehingga orang nesek tidak mudah menderita sakit pinggang karena duduk yang kelamaan. “Sesek ini adalah peninggalan dari orang tua kami.Alat ini di buat tangan bukan dengan alat.jadi kami masih percaya bahwa alat ini mempunyai kekuatan magis karena proses pembuatanya melalui ritual oleh orang tua dulu.”Ujar Pausiyah.
Mengenai pemasaran, Habibah dan Pausiyah mengaku cukup kesulitan untuk bias memenuhi pesanan.”Bayangkan dalam sebulan hanya dua kain yang bias kami buat.Sementara pesanan bias lebih dari itu.”Tetapi, menurut Pausiyah unuk membuat kre tampong, dirinya bias menyelesaikan sampai 3 kain tampong dalam sebulan.”Untuk kain Tampong, proses songketnya tidak begitu rumit.Saya bias menyelesaikan tiga kain dalam sebulan.”Ujar Pausiyah.
“Untuk harga tergantung dari jenis dan motif dari kre alang.yang paling rumit sperti kre alang sasir harganya mencapai 750.000.Sementara untuk kre alang rtek dihargai 600.000 Rupiah.Sementara yang paling murah adalah kre tampong plus selendang dihargai 350 ribu rupiah.”Ungkap Habibah.(*)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















btw ngurusin diri sndri aj dlu bru ng...
Baperjakat yang ada di KSB apakah sep...
Justru anda keliru,kalau putra lokal ...
lalu bagaimana kbar pncalonan Busrah ...
Siapapun yang kemudian akan memimpin ...