|
Ditulis Oleh Leonowens SP
|
|
Jumat, 08 Agustus 2008 19:23 |
|
Golok Pujangga Ranum api memangkas jawara-jawara perkebunan yang berlari tinggalkan sebilah golok pujangga tebing. Tuan pelana kuda taji, tersentak menyaksi kejadian itu di busur matanya. “Golok pujangga tebing telah menunjuk dayanya di dada halilintar ungu?” Sang tuan memetik ragu. Sesampai di pendopo kuning, jawara- jawara berkisah tentang hilangnya sebuah akal yang menonggak hati mereka selama di paguyuban batu. Tak lama bintang menyusut kisah itu, menghamburnya sudah…
2007, Leonowens SP
|