Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
 
 
 
Home Motivasi Cinta Pekerjaan

Cinta Pekerjaan

E-mail Cetak PDF
          Suatu hari, ibu muda dihadapkan oleh pekerjaan yang begitu banyak. Ditengah rumah penuh debu, tumpukkan piring kotor, cucian baju yang menumpuk, belum lagi urusan administrasi, sang ibu dalam dongeng waktu gadisnya dikenal sebagai putri salju (Snow white) menyanyikan lagu yang sangat mengesankan yaitu whistle while you work (bersiul sambil berkerja).Bahkan sesekali melantunkan sa’ir yang berlafas islami dengan merdunya. Tak hanya dalam nyanyian, dia memang benar-benar mampu bergembira saat bekerja. Nyanyian dan geraknya mencerminkan suasana kerja yang penuh suka cita, pengabdian dan kesungguhan.  a.    Suka cita dalam bekerja              Bekerja tidak selalu identik beban yang menekan, namun juga bisa menjadi sesuatu yang menggairahkan dan memberi kepuasan hati. Setiap keringat menunjukkan tetesan kebahagian yang memancar dari sukma. Berapa banyak diantara kita mampu menyikapi pekerjaan dan tugas setiap hari dengan perasaan seperti itu?              Begitu banyak manusia yang berangkat kerja sebelum matahari menampakkan silaunya, kemudian tiba dirumah ketika tak ada lagi sisa biasnya. Selama rentang waktu itu, ia tak menemukan apapun selain seonggok uang dan kepenatan raga jiwa. Seorang ibu tanpa kehadiran khadimat ( pembantu) dengan putra dan putrinya yang masih membutuhkan pertolongan dalam banyak hal melakukan pekerjaan demi pekerjaan hampir tanpa henti. Berapa banyak yang mampu menemukan kebahagiaan dari kelelahannya? Ketidakmampuan memaknai dan menikmati pekerjaan akan berdampak pada suasana didalam rumah. Pulang kerja kita sibuk dengan diri sendiri yang lelah lahir batin, kita tidak peduli dengan perasaan anak-anak yang membutuhkan perhatian, bahkan sebagai orang tua, kita sering memaksa anak untuk mengerti kita, mengharuskan mereka bersikap manis, tidak ribut dan mengganggu kita.              Kitapun sering tak menyadari bahwa anak-anak belajar dan memaknai pekerjaan dari cara bersikap kita dan terhadap pekerjaan kita sendiri. Mungkin kita sering mengeluh dan mengatakan kekesalan ketika di tempat kerja begitu tiba dirumah. Saat itu kita sedang memberikan kesan bahwa pekerjaan adalah suatu beban berat yang harus dipikul tiap hari dan senantiasa menimbulkan penderitaan. Saat itu pula kita sedang anak-anak takut untuk bercita-cita.              Jika Anda seorang yang justru amat mencintai pekerjaan, ajaklah sesekali anak anda ke tempat kerja  dengan semangat anda menceritakan seluk beluk pekerjaan yang di lakukan setiap hari. Dengan kepuasan terpancar, tunjukkanlah hasil karya anda. Kebahagiaan pun terpancar ketika anda pulang kerja. Saat itu sesungguhnya anda tengah menanamkan pemahaman bagi anak tentang makna bekerja.              Jika anda adalah orang tua yang memiliki kesempatan menjadi relawan di tempat yang terkena bencana, tunjukkalah rasa bahagia menjadi bagian dari tim yang meringankan penderitaan warga yang tertimpa musibah. Empati anda akan terpancar dari setiap kata-kata dan gerak. Beruntunglah, saat itu anda tak saja mendapatkan pahala, namun juga tengah menenamkan satu pondasi penting bagui masa depan mereka. Insay Allah, pekerjaan anda akan mengilhami mereka kelak.b.    Ibu rumah tangga              Kehidupan seorang wanita banyak mengalami perubahan setelah menikah. Hal ini wajar terjadi mengingat bertambahnya amanah dengan tugas-tugas domistik rumah tangga yang biasanya memang diserahkan pada wanita, dalam hal ini istri.               Seorang wanita yang mula-mula tidak suka memasak, mau tidak mau harus juga turun ke dapur karena setelah menikah hal tersebut sudah menjadi kawasannya. Yang semula bebas bepergian mengikuti acara ini itu, setelah menikah mau tidak mau harus mulai terikat dengan jadwal dan izin dari suami.              Bukannya kehidupan laki-laki tak berubah, namun biasanya banyak wanita yang terkget-kaget dengan perubahan-perubahan ini. Apa lagi jika ternyata perjalanan rumah tangganya sangat berbeda dengan latar belakang kehidupan keluarganya sebelum menikah.              Menjalani rutinitas rumah tangga memang bukan hal yang ringan. Membagi perhatian untuk suami, anak-anak sampai mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga yang seakan tiada habisnya. Boro-boro menambah ilmu dengan membaca-baca buku, sekedar meluruskan tulang (istirahat) dalam keseharian kadang tidak sempat. Belum lagi jika mendapati suami yang tidak mau diajak kompromi. Anak rewel, bertengkar, sampai sekedar membuatkan susu langsung panggil istrinya. Pokoknya untuk urusan rumah, semuanya harus beres ditangan istri.              Pastilah lelah itu demikian terasa. Begitupun hal yang dialami seorang fatimah Az-Zahra, yang setatusnya adalah seorang putri nabi dari tangannya sendiri ia menggiling gandum bahkan tetap dilakukannya sambil menggendong anaknya yang menangis. Bisa kita bayangkan, bagaimana ketegaran dan kekuatan jiwanya hingga dari rahimnya lahir generasi-generasi pilahan. Dari ketangguhan seorang ibu maka lahirlah generasi-generasi yang tangguh pula. c.     Kuat ilmu, jiwa da raga               Ilmu adalah penting bagi seorang dalam menyongsong pernikahan. Termasuk harus mempunyai misi dan visi yang jelas tentang pernikahan. Pernikahan bukanlah lembaga untuk melegalkan hubungan badania saja. Lebih dari itu, pernikahan adalah sebuah perjanjian agung.               Dengan landasan yang dimiliki, akan mantap menjalani apa yang menjadi pilihan hidupnya. Begitupun menjadi seorang ibu rumah tangga. Walaupun secara fitrah setiap wanita sudah memilikinya, akan lebih baik lagi jika menjadi ibu rumah tangga yang dilandasi dengan ilmu yang cukup bukan sekedar mengikuti garis kehidupan saja.               Penulis banyak membicarkan tentang ibu rumah tangga karena penulis berprofesi selain sebagai wanita karier juga sebagai ibu rumah tangga. Insya Allah bahwa perjuangan seorang ibu tidaklah akan sia-sia. Walaupun posisi ibu rumah tangga dianggap menentreng dan sepele di masyarakat, tapi dengan mengambil pelajaran-pelajaran seperti dari Fatimah, Siti Hajar, Asma binti Abu Bakar dapat menguatkan niat dan tekat kita dalam rangka mewujudkan generasi-generasi tangguh dan bertakwa.               Ilmu yang dapat dipelajari pun macam-macam, kalau boleh jujur begitu banyak hal dalam lingkungan rumah tangga yang belum kita ketahui ilmunya. Itulah sebabnya mau tidak mau seorang ibu harus belajar.               Ilmu Fiqih, pendidikan anak, kesehatan, manejemen keuangan dan juga ilmu-ilmu praktis lainnya yang dapat digali dari sesama ibu. Di tambah lagi jika menghadapi ekonomi keluarga yang pas-pasan. Tanpa bermaksud menuntut berlebih pada suami maka seorang ibu kadang-kadang harus ikut memutar otak, turun tangan, bagaimana caranya ikut menambah pemasukan keluarga. Dan hal ini membutuhkan kesiapan-kesiapan khusus.               Pada akhirnya menjadi ibu rumah tangga memerlukan kekuatan fisik yang prima. Melakukan aktivitas sejak bangun tidur sampai tidur lagi. Waktu tidur pun kadang-kadang harus disita dengan tangisan si kecil. Oleh karena itu, wajib bagi seorang ibu menjaga kesehatannya sebaik mungkin.               Konsumsilah makanan sehat, menjaga jiwanya dengan ibadah agar tidak goyah, melakukan pencerahan dengan terus menggali ilmu atau berbagai dengan ummahat lainnya Insya Allah akan membuat seorang ibu menikmati perannya dan membangkitkan semagat menjadi ibu rumah tangga yang tangguh (hid com)              Penulis selalu mengahiri tulisan dengan kalimat semoga ada manfaat bagi penulis dan pembacanya. Amin                                                  Asmawati S.Pd                     Staf pengajar SMAN 1 Taliwang 
Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
dadang setiawan   |202.93.33.xxx |04-11-2008 06:51:09
sangat bagus motifasinya
dan mudah2an bermanfaat bagi ibu2 muda
 

Editorial

Kegagalan Paket RAHMAT: Satu Partai, Dua SK Dukungan Politik
23/02/2010 | Syahrul Salam
article thumbnail

Sumbawanews.com.- Tepat Senin (22/02), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengumumkan hasil verifikasi terkait data pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. Sekitar [ ... ]


Editorial Lainnya

Shout Box

Archives Pesan
13/03wirmanKSB akan AMAN Jika Paket AmAn Yang memimpin
13/03wirman maluksaya di maluk sudah berpuluh tahun dan yang saya lihat maluk tetap saja seperti dulu...kapn perubahan itu kan datang...
12/03LA[INDA BIDOSKepada Yth: Bapak Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, M.A, Bapak Bupati/ Wali Kota Se Pulau Sumbawa, Pimpinan DPRD Se Pulau Sumbawa, dan Seluruh LSM, Ormas, Mahasiswa di Pulau Sumbawa.
09/03emitronInfo : Iklan Baris Via SMS, Iklan Baris Kompas Via sms hub. Emitron Cs. 021 8378 5208,
09/03mamadsemoga seluruh amal, ibadah
09/03irawnkyai habat
08/03holly madisonmari kita nonton porno!!!!!
07/03salsabilasaya bagian dari warga lenangguar yg menjadi tki krna tdk adanya lapangan kerja,mdhan pmimpin muda dpt perjuangkan dodo rinti nantinya,
07/03salsabilasaya mendukung cln pemimpin muda.
07/03Komunitas BABUJUInnalillahiwainnalillahiraziun, Komunitas BABUJU mengucapkan Turut Berduka cita yang mendalam atas Meninggalnya Walikota Bima, HM. Noer A. Latif (28 Okt 1951 - 7 Maret 2010). Semoga Keluarga, Sahabat, kerabat serta masyarakat Kota Bima diberikan ketabahan dan kesabaran... Amin Ya Rabb...
06/03sunandaraku bahwa islam adalah agama yang di ridhai allah??????
06/03Q_wimmungkinkah perubahan terjadi di suatu wilayah, apabila pemimpinnya tidak mengerti dengan keadaan ruang atau bahkan tidak mengindahkan aspirasi masyarakatnya
05/03lliii
03/03joe
03/03joe

Terkini Kompas

 

Mainkan MP3  Ringtone Antikorupsi IKRAR
Untuk Download Klik kanan MP3 lalu Save link as

Download Ringtone MP3 Visi Misi, Klik kanan lalu save link as