Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Motivasi AU BINTORO MERENTANG MASA - Jejak Langkah Sang Heartpreneur

AU BINTORO MERENTANG MASA - Jejak Langkah Sang Heartpreneur

E-mail Cetak PDF

"Teman Ikhlas mungkin tulisan ini bisa menjadi perenungan kita untuk lebih mengenal kata Ikhlas yg mudah diucapkan namun kita kerap kesulitan untuk menerapkannya."


Siapa yang tak kenal dengan Au Bintoro di Olympic Group, rasanya bukan hanya sekedar kenal, melainkan merasa dekat dan akrab dengannya, karena memang sosok yang sangat bersahaja ini, dalam berkomunikasi dengan lingkungannya, apakah dia Office Boy, karyawan kontrak, hingga CCO, seolah tanpa sekat, siapapun bebas berbincang dan bergurau dengannya, bebas mengemukakan pendapat dan ketidaksetujuannya! Boleh dibilang kedekatan dan kepemimpinan Au Bintoro dalam lingkungannya layak disejajarkan dengan H.Achmad Bakrie – Pendiri Bakrie Group (Kalianda, Lampung, 11 Juni 1916 – Tokyo, Jepang, 15 February 1988) dan Drs.Thayeb Muhammad Gobel – Pendiri Nasional Gobel (Gorontalo, 12 September 1930 – Jakarta, 21 juli 1984), kedua Pengusaha Nasional yang menjadi legenda dan memulai usahanya dari nol ini, di lingkungannya dianggap seperti Pahlawan dan Cermin Kehidupan bagi seluruh lapisan karyawannya. Notebene : Antara H.Achmad Bakrie, Drs.Thayeb Muhammad Gobel dan Au Bintoro, memiliki kesamaan dalam memimpin dan menjalankan usahanya, ketiganya sama menggunakan Power of Love ketimbang Power of Controle. Apalagi untuk meraih keuntungan pribadi semata dengan menekan bawahannya maupun partner bisnisnya. Maka tak heran bila di Bakrie Group, Nasional Gobel maupun di Olympic Group suasana kekariban, kebersamaan dan pembelajaran senantiasa tercipta.

Jika H.Achmad Bakrie, memiliki ”Filosofi Ibu”. Filosofi yang kerap disampaikan pada keluarga besarnya dan senantiasa diterapkan dalam kehidupannya: ”kalau kau bisa menghargai ibumu, menuruti kata bijaknya, maka dengan mudah kau bisa menghargai siapapun, jika kau sudah mampu menghargai orang lain, maka apapun yang kau lakukan, sudah pasti akan dihargai oleh orang lain. Karena apa yang kau lakukan bukan semata untuk keuntunganmu, melainkan untuk kemaslahatan. Sebab Ibu adalah wakil Tuhan di muka bumi, ditelapaknya ada surga yang mengarahkan langkahmu pada kebahagian.”

Sedang Drs.Thayeb Muhammad Gobel, di kenal dengan ”filosofi Pisang”, filosofi yang kerap ia sampaikan pada putra bungsunya dan juga putra mahkotanya, Rachmat Gobel : ”Pohon pisang bisa tumbuh di mana saja dan setiap bagiannya dapat memenuhi kebutuhan hidup manusia, jika kamu bisa berperilaku seperti pohon pisang, di manapun kamu berada dengan mudah kamu akan menemukan kehidupanmu dan didukung oleh lingkunganmu, karena apa yang kamu lakukan adalah untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka”

Jika ”Atuk” panggilan akrab Achmad Bakrie memiliki ”filosofi ibu”, dan Pak Gobel dengan ”filosofi pisang”-nya, maka Au Bintoro atau Pak Au, demikian ia akrab di sapa -- tak kalah dahsyatnya. Filosofi hidupnya adalah ”filosofi Trust” atau percaya, Ia memang begitu percaya pada intuisinya, percaya pada katahatinya. Karenanya ia tak pernah ragu dalam memberikan kepercayaan pada siapapun, baik pada orang yang baru dikenalnya, apalagi pada teman lamanya. Manakala lingkungan terdekatnya memperingatinya untuk berhati-hati, Pak Au kerap tersenyum bukan untuk meremehkannya, malah semakin memperkuat keyakinannya dan ia berkata: ”Percayalah pada saya, sebagaimana saya percaya pada you”. Tatkala ada bisik-bisik yang datang padanya, bahwa Pak Au telah dibohongi, dikhianati. Lagi-lagi dia hanya tersenyum. Menurutnya semua manusia itu baik, ketika seseorang melalaikan kepercayaan yang diberikan kepadanya, sesungguhnya dia sedang tersesat dan wajib bagi kita untuk mengarahkannya
dan memberikan kepercayaan kembali. Karena hasil dari ketidakjujuran tidak ada yang abadi, gampang habis dan kerap menimbulkan masalah yang berlapis. ”Karena itu jika kamu memberikan kepercayaan pada seseorang jangan ragu-ragu, karena jika kamu ragu hasilnya malah akan menyakiti dirimu dan menguras energimu, oleh karena itu jika ingin memberi kepercayaan pada seseorang dengarkanlah suara hatimu, jangan melulu pikiranmu.”

Dalam suatu kuliah terbukanya, 18 April 2007 lalu – di hadapan sekitar 40-an Mahasiswa Strata 2, MBA - Institut Teknologi Bandung (ITB), dalam mata kuliah Strategi Bisnis, di Olympic Group, Bogor. Pemaparan Pak Au mengenai ”Trust Management” membuat pendengarnya berdecak kagum.

Salah seorang Mahasiswa yang menjadi peserta, dengan sangat antusias bertanya: ”Apa kiat Pak Au begitu mudah percaya dan memberikan kepercayaan pada seseorang.” Ia berupaya membandingkan dengan orang tuanya yang juga seorang pengusaha, namun begitu susah percaya dan memberikan kepercayaan pada seseorang maupun bawahannya, hingga orang tuanya kerap marah, kecewa dan mudah stres.

Dengan tangkas dan lugas Pak Au menjawab: ” Pada awalnya untuk percaya atau memberikan kepercayaan pada seseorang memang susah, tetapi kita harus mencobanya dan melatihnya hingga menjadi prilaku kita. Bukan berarti saya tak pernah salah, sayapun pernah salah dan kesalahan itu terjadi karena saya ragu-ragu, akibat penuh dengan pertimbangan yang lahir dari pikiran yang menyesatkan! Kita tak mungkin bisa mengontrol seluruh mandat yang telah kita berikan. Walau manusia diciptakan oleh Tuhan sebagai mahluk sempurna, namun sesungguhnya manusia juga mahluk yang penuh dengan keterbatasan. Oleh karena itu, keyakinan kita, kepercayaan kita dan ketulusan kita dalam memberikan kepercayaan kepada seseorang, akan menjadi penguatnya, yang akan menjaga setiap langkah kita. Selain itu management trust dapat menurunkan biaya, meningkatkan efisiensi dan efektivitas”. Sang Mahasiswa tersenyum puas.

Kemudian Pak Au menambahkan ” Percaya deh sama saya, orang yang tulus dan ikhlas itu pasti hidupnya bahagia dan makin kaya!”

Mendengar ungkapan itu Sang Mahasiswa semakin melebar senyumnya, seraya berdiri dari kursinya ia berkata ” Terimakasih Pak Au atas kiatnya, saya akan belajar menjadi manusia yang tulus, ikhlas dan tak ragu memberikan kepercayaan pada seseorang seperti Pak Au”. Kontan ungkapan sang mahasiswa mendapat applause dari rekan-rekannya.

Melihat para mahasiwa yang makin semangat, Pak Au kemudian menambahkan ” Follow me, trust me..! percaya saya, ikuti saya, it’s a beautiful day” seraya menyanyikan lagu follow me, lagu yang selalu didendangkannya setiap kali memberikan kuliah terbuka maupun seminar, baik di Olympic Group maupun perguruan tinggi.

Tak kala ia memberikan kuliah terbuka di Kampus LEPISI, Tanggerang, 12 Mei 2007 lalu. Di hadapan sekitar 300 san Mahasiswa dan Alumni LEPISI, lagi-lagi kalimat yang ia lontarkan, kerap membakar pendengarnya. Tepuk tangan dan decak kagum seiring seirama. Apalagi ketika ia menjelaskan mengenai ”Kapitalis Spiritual´” Decak kagum bukan hanya datang dari mahasiswa, melainkan juga dari Drs.Wisnu Tri Oka, MBA, DSM, MA. - Ketua Yayasan LEPISI, yang juga Moderator dan Pendeta Andreas Nawawi, MA. - Mantan CEO Lippo Group, Pembicara ketiga.

Pak Au mengatakan : ”Buat apa kita nyumbang pendirian gedung di sana – di sini dengan publikasi besar-besaran, tapi karyawan kita masih tinggal di rumah petak atau di pondok mertua indah. Buat apa kita nyumbang rumah sakit di sana-sini, tapi karyawan kita masih susah beli obat....! Juga buat apa kita menyumbang sekolah atau perguruan tinggi ke sana – ke mari yang juga dengan publikasi besar-besaran. Sementara karyawan kita, untuk menyekolahkan anaknya saja masih susah. Bukan saya melarang untuk menyumbang, boleh-boleh saja, karena menyumbang itu wajib hukumnya, namum Agama mengajarkan, sumbanglah dulu yang terdekat, baru yang jauh. Bukan sebaliknya.”Kalimat Pak Au ini sontak membuat Aula di Kampus LEPISI bergemuruh...

Memang... keinginan Pengusaha yang lahir, di Tembilahan, Riau, 1 Agustus 1952 ini. Menjadikan Olympic Group perusahaan yang World Class Company, paling tidak jika Olympic Group telah menjadi perusahaan kelas dunia, masalah primer yang dialami para karyawannya dapat diatasi dan kesejahteraan dapat dirasakan seluruh insan di Olympic Group. Karena itu Au Bintoro memacu seluruh karyawannya untuk bahu membahu dan bekerja dengan hati untuk mewujudkan kesejahteraan bersama! Ya...! Andai saja seluruh penguasa memiliki hati dan cita-cita mulia seperti Au Bintoro, rasanya berita tentang pemogokan hingga demontrasi yang nyaris mengarah ke anarkis di berbagai perusahan, tak akan muncul dalam pemberitaan. Dan Indonesia yang Damai dan Sejahtera bukan lagi retorika...

Rasanya setelah membaca Jejak Langkah Sang Heartpreneur, tak bisa kita pungkiri, dibalik kelebihan dan kekurangannya, Au Bintoro memang sosok yang unik dan dalam keunikannya tersimpan energi yang besar, energi yang senantiasa siap diberikannya pada siapapun yang membutuhkannya. Dan seperti yang banyak diungkapkan oleh tokoh spiritual : ”Abat 21 adalah abad spiritualitas, barang siapa yang memimpin dan menjalankan usahanya dengan hati atau inner voice istilah Stephen Covey, dia akan menjadi pemenangnya dan pada tahun 2009, adalah abad spiritualitas itu dimulai.”

Apa yang diramalkan oleh banyak tokoh spiritual abad ini dan konsep inner voice yang diteliti oleh Covey. Sesungguhnya sejak Remaja telah diterapkan oleh Au Bintoro, jauh sebelum para tokoh spiritual dan Covey mengurainya. Dan ungkapan tokoh-tokoh itu semakin meyakinkan langkah Au Bintoro, untuk mensejahterakan seluruh keluarga besar Olympic, keluarga besar yang dibangun dan didirikannya dengan hati dan cinta.

“Jangan habiskan waktu hidupmu hanya untuk dirimu! Paling tidak, berikanlah sisa usiamu untuk Bangsamu, untuk Negerimu, untuk Indonesia Raya.” Demikian pesan Au Bintoro, Ayahanda dari Miss Indonesia 2005, Imelda Fransisca. (Rani Badrie Kalianda)

Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

Editorial

Illegal Mining Tetap Berlangsung
11/07/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Sumbawa, Sumbawanews.com.- Meskipun Pemerintah Kabupaten Sumbawa telah mengeluarkan peringatan keras akan menindak tegas pelaku illegal mining di O;lat Labaoang Kecamatan Lape, tetapi peringatan itu t [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
30/07sayapa rungan
29/07akihiroketika tentara jepang kalah pada perang dunia II..jepang di wajibkan menyerahkan seluruh harta rampasan perang kpd sekutu di hawaii... 3 kapal perang jepang yang membawa harta rampasan berupa emas, permata dan kekayaan kerajaan2 di asia tenggara hilang dlm perjalanan menuju hawaii... di sinyalir ketiga kapal itu sengaja di tenggelamkan di pantai selatan sumbawa.. seluruh harta di masukkan kedalam gua di tengah hutan sumbawa..seluruh pasukan dan harta tersebut di bom bersama2 dlm gua tersebut... foto satelite nasa menunjukkan ada gundukan logam mulia di daerah dodo..itulah mengapa newmont berkeras memperluas wilayah tambangnya ke daerah tersebut... krn di belakang newmont ada raksasa keuangan jepang bernama sumitomo..yg berniat mencari harta tersebut..
29/07jackharta karun itu di kuasai ghoib... begitu pula emas..dia kan muncul di suatu daerah tertentu.... kemudia pada saatnya nanti dia akan hilang lg.... jd mumpung lg muncul..ya serbuuuuuuuuuuuu
29/07isdjsiayas
29/073321boddddddddo
29/073321:)
29/07hendrotak sabar ingin melihat sumbawa lebih maju dari daerah lain
29/07oriebuktikan!
29/07bosangsekali AN-NUR tetap AN-NUR menang!!!
29/07dewi gi mna cara qta cara masukin baesiswa ke pt.newmont
29/07MukhlisNonda ade nonda pang tana Samawa
29/07MukhlisRoa gama balong tana samawa pang tin-tin amgkang mudi....Amin...
28/07SryOlat cabe adlh calon lokasi penambangan. tp sayang Bupati sudah meneken bln 4 kmrn tanpa pengetahuan Rakyat. Apakah Anda msh mw bilang LANJUTKAN......?
28/07ivanmau sampai kapan lingkungan kita tercemar?karna penambangan ilegal di olat labaong... apa tidak mikir dampak apa yang akan kita rasakan?
28/07lipensemoga masyarakat yang melakukan penambangan ilegal di olat labaong diberi kesadaran oleh tuhan.... janganlah anda merusak kelestarian alam dengan kesenangan jangka pendek