Mario Teguh Golden Ways 1 Agustus 2010: Cinta Monyet

Sahabat Indonesia yang baik, berikut adalah resume dari acara Mario Teguh Golden Ways MetroTV, edisi 1 Agustus 2010, dengan Topik Cinta Monyet.  Cinta
adalah dorongan tidak logis yang mengharuskan kita dekat dan memiliki
objek dari kecintaan kita. Karena semua ini adalah mekanisme yang
dibangun Tuhan agar kehidupan berlangsung. Karena jika sudah tertarik
seperti itu, laki-laki dan wanita tidak lagi memilih, sehingga
keturunan dihasilkan dari hubungan seperti itu.    

Saat dimana kita jatuh cinta akan terasa sesuatu yang indah, nyaman
dan penuh warna. Lalu menggunakan kekuatan yang sama dalam pengertian2
yang baru, untuk menjadikan kita pribadi yang hidup dalam kecintaan
yang menghebatkan hubungan kita dengan orang lain.  

Sebetulnya kita tidak akan bisa menemukan cinta, kecuali kita mengijinkan cinta menemukan kita. Itu sebabnya kita harus menyediakan diri bagi cinta untuk menemukan kita dalam pergaulan2 yang baik, dalam impian dan perasaan yang baik, agar kita mudah ditemukan oleh cinta; karena cinta bukan sesuatu yang bisa kita karang atau kita produksi, cinta adalah hadiah. Untuk itu mari kita sediakan diri untuk dicintai oleh yang mencintai kita nanti.

Suara, ekspresi awajah, gerakan tubuh, pakaian yang dikenakan itu semua mengindikasikan kesiapan untuk dicintai. Ada orang yang tidak siap untuk dicintai diantaranya adalah orang sombong, melihat kejelekan lebih cepat, meninggikan diri, mengecilkan pendapat orang lain, dsb.

Kalau kesiapan untuk dicintai ini bisa dilakukan dari awal muda
sampai kita tua nanti, kenapa kita tidak memilih menjadi pribadi yang
lebih mudah ditemukan olehcinta. 

Semua sifat baik yang dianugerahkan oleh Tuhan tidak bisa
diunggul-unggulkan antara satu sama lain. Semua perasaan itu untuk
memuliakan kita.  Jadi bukanlah perasaannya, tapi kitalah yang
menggunakan perasaan itu untuk memuliakan diri.

Cinta adalah dorongan tidak logis yang mengharuskan kita dekat dan
memiliki objek dari kecintaan kita. Karena semua ini adalah mekanisme
yang dibangun Tuhan agar kehidupan berlangsung.

Karena jika sudah tertarik seperti itu, laki-laki dan wanita tidak
lagi memilih, sehingga keturunan dihasilkan dari hubungan seperti
itu.    

Jika kita mengenal kata
“Falling In Love” ada juga yang dinamakan “Falling Out Of Love”. Tidak
lagi mencintai itu ada, buktinya banyak pernikahan yang baru
berlangsung beberapa bulan bahkan beberapa hari saja sudah mulai
bertengkar. Hal ini disebabkan sudah hilang ketidak-logisanya dan mulai
kalkulatif. 

Kasih sayang itu lebih berniat, mengasihi itu ada kesungguhan, ada
pengertian mengenai tanggung jawab, ada pengetian mengenai nilai diri;
sehingga sebagai ayah mengasihi anaknya berdasarkan keputusan yang
sangat logis, begitupun terhadap istri. Kalau hal ini disebut logis,
berarti kasih sayang bisa dibangun dengan lebih terencana.

Kalau cinta kita harus menemukan diri kita ditemukan oleh cinta; tetapi kalau kasih sayag itu keputusan, apakah anda menjadi pribadi yang menyayangi orang lain atau tidak.

Kalau anda amenikah, alasannya apakah anda harus menikah dengan dia,
atau karena anda tidak bisa hidup tanpa dia?. Jika anda harus menikah
dengan dia, yang lebih penting adalah anda-nya; tapi jika anda tidak
bisa hidup tanpanya, maka yang lebih penting adalah dia.

Kalau begitu orang yang melihat pasangannya, kekasihnya atau
istrinya sebagai kekuatan kehidupannya, ia akan betul2 mencintainya
daripada yang mau memiliki.

Pekerjaan juga begitu, pekerjaan jangan hanya dilihat dari berapa
banyak anda dapat, pekerjaan anda pilih karena menjadikan anda apa?.

Jadi bukan yang anda dapatkan, tapi pilihlah pekerjaan atau profesi yang menjadikan. Orang yang hanya dapat itu bisa dapat dimanapun dan setelah itu habis dibelanjakan.

Tetapi kalau anda bekerja ditempat yang menjadikan anda pribadi yang
mahal, dan ditempatkan pada kedudukan2 yang tinggi, anda tidak harus
bergantung pada satu tempat, karena anda dihargai, dimanapun anda
berada.Maka pilihlah pekerjaan yang menjadikan, bukan hanya memberi.

Tiga pihak yang terlibat dalam cinta adalah yang mencintai, yang dicintai dan cintanya. Cinta sejati ada pada di yang mencintai, jadi cara menemukan cinta sejati bukan diobjeknya.   

Kemampuan mencintai adalah lebih penting daripada kualitas yang kita
cintai. Seseorang yang hatinya indah, bukan karena mencintai sesuatu
yang mudah dicintai.

Jangan melihat dan mensyaratkan keindahan dari yang akan kita
cintai, tapi lihatlah kepada diri apakah anda betul2 ikhlas menjadikan
diri anda pembahagia bagi jiwa yang lain.

Dalam proses mencintai dalam masa puber yang disebut cinta monyet
itu, yang sebetulnya indah sekali bukan gadis kecil yang kita cintai
itu, tetapi indahnya perasaan sebagai laki2 sekarang “i’m in love”
begitupun sebaliknya.

Jadi keindahan dalam masa puber itu adalah keindahan menemukan diri
sebagai pribadi yang sekarang mendewasa dan mampu memncintai.

Ada anak2 yang tumbuh dari masa puber yang pertama, masuk ke dalam
masa puber yang kedua dengan pubertas yang sama dengan masa puber yang
pertama. Sehingga banyakorang yang karir-nya bagus kemudian jatuh, karena ketertarikan fisik yang harusnya sudah selesai pada masa puber.

Berapa banyak orang besar mengorbankan penghormatan jutaan orang karena urusan2 yang harus sudah selesai waktu 14 tahun.

Jadi sebetulnya semua itu hanya masalah keputusan, apakah anda 14 tahun waktu jatuh cinta atau 44 tahun, masalahnya adalah menemukan diri sebagai pribadi yang mampu mencintai.

Jadi kesimpulan dari bahasan cinta monyet adalah ternyata bukan cintanya, tetapi perasaan dalam mencintai, karena keindahan mencintai adalah keindahan kehidupan. 
    
Kalau kita ikhlas menjadi pribadi yang bisa dibungkus oleh Tuhan dalam
kertas kado yang paling baik, diikat dengan indah, disemprotkan minyak
wangi.

Kalau kita bisa ditaruh dalam etalse dengan sorot lampu yang indah,
mengapa tidak kita ikhlaskan hati, pikiran dan prilaku kita, untuk
menjadi pribadi yang seindah itu, untuk Tuhan hadiahkan kepada
sebaik-baiknya wanita atau sebaik-baiknya pria, untuk kemudian kita
nanti menjadi sebaik-baiknyaorang tua bagi anak2 kita.

Ikhlslah menjadi pribadi yang hatinya baik, karakter adalah kekuatan penarik rejeki. Jadilah orang
yang hatinya baik, karena hati yang baik itu adalah tempat
berkembangnya semua perasaan baik, sikap2 yang mulia, pikiran2 yang
kuat dan terluncurnya tindakan2 yang bermanfaat bagi sesama.

Ikhlaslah untuk menjadi pribadi dengan hati yang baik. Lalu perhatikan apa yang terjadi.      

Demikian resume singkat dari Mario Teguh Golden Ways dengan Topik  Cinta Monyet , mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi sahabat sekalian.

Jika sekiranya didapati kekurangan – suatu kebahagiaan bagi kami, apabila sahabat sekalian berkenan mengoreksi serta menyempurnakannya. Jika sahabat ingin mendengarkan kembali audio rekaman lengkap-nya, sahabat bisa unduh file audio-nya disini.

sumber: http://salamsuper.com/mario-teguh-golden-ways-1-agustus-2010-cinta-monyet/

Kategori: