Melirik Pariwisata Bahari Kabupaten Sumbawa

A. Pendahuluan

Catatan sejarah menunjukkan bahwa dalam beberapa abad lamanya, pusat-pusat pertumbuhan ekonomi dan peradaban di wilayah Nusantara memiliki kekuatan ekonomi dan politik dengan berbasis pada sumber daya kelautan. Setelah puluhan tahun seakan diabaikan, baru di era reformasi, kesadaran untuk menjadikan pembangunan berbasis sumber daya kelautan menjadi arus utama pembangunan nasional kita. Setidaknya, hal tersebut tercermin dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) Tahun 1999. Banyak daerah di Indonesia kaya akan sumber daya laut dan pantai. Sayang, pemerintah daerah setempat belum optimal menggarap potensi kekayaan alam yang dimilikinya, khususnya wisata laut.  (BEI News, 2005).
Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang dapat menopang pembangunan perekonomian daerah dan nasional. Pemerintah bahkan telah menetapkan pariwisata sebagai sektor andalan yang diharapkan mampu menyumbang devisa terbesar nasional menggantikan sektor migas pada akhir tahun 2004. Setelah mengamati devisa yang diperoleh pemerintah dari sektor pariwisata pada tahun 1997 sebesar 5,4 milyar dollar AS, atau menempati posisi ketiga setelah migas dan tekstil (Kompas, 28 Juni 2000).
Kabupaten Sumbawa adalah salah satu kabupaten yang berada di Propinsi Nusa Tenggara Barat yang menyimpan potensi sumberdaya pesisir dan kelautan, baik hayati ataupun non-hayati yang cukup besar dan sangat menjanjikan untuk di kelola. Salah satu potensi tersebut adalah pariwisata bahari (ekowisata bahari, eduwisata, budaya dan resources), Selain potensi alam laut yang dimiliki kabupaten Sumbawa sebagai unsur utama wisata bahari, kabupaten Sumbawa juga memiliki unsur-unsur kebudayaan lokal lain yang diharapkan mampu mendukung perkembangan wisata bahari di wilayah ini.

B. Wisata Bahari

Wisata bahari merupakan suatu bentuk wisata potensial termasuk di dalam kegiatan "Clean industry" . Pelaksanaan wisata bahari yang berhasil apabila memenuhi berbagai komponen yakni terkaitnya dengan kelestarian lingkungan alami, kesejahteraan penduduk yang mendiami wilayah tersebut, kepuasan pengunjung yang menikmatinya dan keterpaduan komunitas dengan area pengembangannya (Siti Nurisyah, 1998). Dengan memperhatikan komponen tersebut maka wisata bahari akan memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian masyarakat.
Pembangunan pariwisata di arahkan untuk meningkatkan kesejahteraan yang berkelanjutan. Wisata bahari dengan kesan penuh makna bukan semata-mata memperoleh hiburan dari berbagai suguha'n atraksi dan suguhan alami lingkungan pesisir dan lautan tetapi juga diharapkan wisatawan dapat beipartisipasi langsiing untuk mengembangkan konservasi lingkungan sekaligus pemahaman yang mendalam tentang seluk beluk ekosistem pesisir sehingga membentuk kesadaran bagaimana harus bersikap untuk melestarikan wilayah pesisir dan dimasa kini dan masa yang akan datang. Jenis wisata yang memanfaatkan wilayah pesisir dan lautan secara langsiing maupun tidak langsung. Kegiatan langsung diantaranya berperahu, berenang, snorkeling, diving, pancing. Kegiatan tidak langsung seperti kegiatan olahraga pantai, piknik menikmati atmosfer laut (Siti Nurisyah, 1998). Konsep wisata bahari di dasarkan pada view, keunikan alam, karakteristik ekosistem, kekhasan seni budaya dan karaktersitik masyarakat sebagai kekuatan dasar yang dimiliki oleh masing-masing daerah (Anomius, 2005).
Orientasi pemanfaatan utama pesisir dan lautan serta berbagai elemen pendukung lingkungannya merupakan suatu bentuk perencanaan dan pengelolaan kawasan secara terpadu dalam usaha mengembangkan kawasan wisata. Cultural dan physical aspect merupakan suatu kesatuan yang terintegrasi yang saling mendukung sebagai suatu kawasan wisata bahari. Gunn (1993) mengemukakan bahwa suatu kawasan wisata yang baik dan berhasil bila secara optimal didasarkan kepada empat aspek yaitu :
a) Mempertahankan kelestarian lingkungannya
b) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di kawasan tersebut
c) Menjamin kepuasan pengunjung
d) Meningkatkan keterpaduan dan unity pembangunan masyarakat di sekitar kawasan dan zone pengembangannya.
Disamping ke 4 aspek di atas kemampuan daya dukung untuk setiap kawasan berbeda-beda sehingga perencanaan secara spatial akan bermakna. Secara umum ragam daya dukung wisata bahari meliputi:
a) Daya  dukung  ekologis. Daya   dukung  ekologis   sebagai   tingkat   maksimal penggunaan suatu kawasan.
b) Daya dukung fisik. Suatu kawasan wisata merupakan jumlah maksimum penggunaan atau kegiatan yang diakomodasikan dalam areal tanpa menyebabkan kerusakan atau penurunan kualitas.
c) Daya dukung sosial. Suatu kawasan wisata dinyatakan sebagai batas tingkat maksimum dalam jumlah dan tingkat penggunaan dimana   melampauinya akan menimbulkan penurunanan dalam tingkat kualitas    pengalaman atau kepuasan.
d) Daya dukung rekreasi merupakan suatu konsep pengelolaan yang menempatkan kegiatan rekreasi dalam berbagai objek yang terkait dengan kemampuan kawasan.
Perencanaan kawasan wisata bahari didasarkan pada konsep ruang dan sirkulasi serta tapak yang ideal dapat memberikan kenyamanan dan kesenangan bagi pengunjung untuk merasakan sesuatu yang ingin diperolehnnya. Untuk maksud tersebut maka suatu kawasan wisata bahari perlu memperlimbangkan:
a) Jarak atau rute yang praktis dimana semua obyek dan elemen sepanjang rute terfasilitasi dan tergambarkan. Ruang sebagai tempat pergerakan manusia hendaknya menunjukkan keharmonisan   dan terintegrasi antara satu dengan yang lainnya.
b) Kondisi lingkungan mempakan obyek dalam pergerakan harus sesuai dengan persepsi pengunjung. Dengan demikian kawasan wisata bahari yang dibuat bukan hanya mempertimbangkan obyek  dengan ruang saja tetapi juga obyek dengan pengunjung.
c) Rangkaian unsur-unsur dalam ruang harus tertata dengan baik   dan dalam suatu rangkaian yang dapat diintepretasikan oleh pengunjung. Kaitannya dengan tapak yang ideal dari suatu kawasan wisata bahari   maka fungsi suatu tapak harus serasi dengan kondisi dari tapak itu sendiri. Ada 3 aspek utama yang harus diperhatikan dalam perencanaan tapak wisata bahari yaitu:
a. Keterpaduan rencana dan desain; aspek ini mencakup profesionalisme dalam pengembangan kawasan pemilik,   pengembang, bank, industri, partisipasi masyarakat dan sebagainya.
b. Kriteria desain yang digunakan mencakup kriteria fungsional, keterpaduan dengan perencanaan lannya, pengalaman pengunjung, otentik, kepuasan, dan estetika.
c. Sustainability dari tapak; aspek ini mencakup eko desaign ethics, tempat - tempat kultural,  proteksi  sumberdaya alam,  peraturan pemerintah dan sebagainya (Anomius, 2005).

C. Potensi Wisata Bahari Kabupaten Sumbawa

Sebagaimana kita ketahui pariwisata merupakan salah satu pemasukan devisa terbesar bagi Indonesia. Hal ini dikarenakan Indonesia merupakan negara kepulauan yang kaya akan keindahan alam, dengan daerah pantai yang sangat luas. Bisa kita lihat tempat-tempat wisata yang sangat populer diseluruh dunia karena keindahan pantainya, misalnya saja pantai-pantai di Pulau Bali, Pulau Lombok, Kepulauan Karimunjawa di Jepara, Pangandaran di Jawa Barat, Raja Empat di Papua dan Bunaken di Sulawesi. Padahal Indonesia tidak hanya memiliki pulau dan pantai-pantai itu saja (tersebut di atas) sebagai daya tarik wisatanya, masih banyak lagi pantai-pantai yang lain. Salah satunya adalah pantai di daerah pesisir pulau Sumbawa, khususnya di kabupaten Sumbawa yang juga memiliki pontesi wisata bahari yang menarik dan unik.
Kabupaten Sumbawa sebagai salah satu daerah dari sembilan kabupaten/kota yang berada di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat terletak di ujung barat Pulau Sumbawa, pada posisi 116" 42' sampai dengan 118" 22' Bujur Timur dan 8” 8' sampai dengan 9” 7' Lintang Selatan serta memiliki luas wilayah 6.643,98 Km2. Kabupaten sumbawa memiliki garis pantai sepanjang ± 600 Km, dimana setidaknya terdapat 10 kecamatan yang yang memiliki perairan pantai atau berada di wilayah pesisir, 10 kecamatan tersebut adalah kecamatan Tarano, Plampang, Maronge, Lape, Moyo Hilir, Lab. Badas, Utan, Rehee, Alas dan Alas Barat.
Kabupaten Sumbawa menyimpan potensi wisata bahari yang sangat menjanjikan terutama keindahan panorama alam laut yang dimilikinya. Berbagai macam aktifitas pariwisata yang dapat dijual melalui kegiatan wisata alam laut ini misalnya snorkeling, diving, surving, dan fishing. Adanya taman nasional P. Moyo dan beberapa kawasan konservasi karang dan mangrove di P. Rakit dan P. Ngali juga dapat diberdayakan sebagai aset untuk kegiatan pariwisata dan juga eduwisata. Keindahan dan panorama alam yang dimiliki Kabupaten Sumbawa tidak kalah jika dibandingkan daerah tujuan wisata lainnya seperti P. Bali dan P. Lombok. Letaknya yang strategis yaitu tepat pada pada lingkaran emas pariwisata P. Bali, P. Lombok, P. Komodo, dan Tanah Toraja memungkinkan daerah ini dikembangkan sebagai salah satu tujuan wisata khususnya wisata bahari di Indonesia. Namun sampai saat ini potensi tersebut belum dapat diberdayakan secara optimal oleh Pemda setempat. Untuk itu sebagai salah satu upaya meningkatkan mutu wisata laut di daerah ini, pemerintah setempat mencoba membuka kesempatan kepada para investor untuk menanamkan modalnya di daerah ini.
Secara khusus, potensi wisata bahari di kabupaten Sumbawa cukup tinggi karena ditunjang oleh keindahan lingkungan alam dan sumberdaya alam yang melimpah. Secara umum dapat dikatakan bahwa obyek pariwisata yang banyak terdapat merupakan obyek daya tarik alam, khususnya daya tarik alam laut dan pantai (wisata bahari) yang seringkali digunakan untuk tempat rekreasi, edukasi, tempat berolah raga dan tempat bertamasya. Namun demikian potensi wisata bahari ini tidak dapat berdiri sendiri dan berkembang tanpa adanya dukungan dari unsur-unsur lain misalnya budaya dan sikap masyarakat setempat. Untuk itu keberagaman unsur-unsur budaya daerah dalam hal ini budaya Samawa diharapkan mampu menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi para wisatawan baik dalam maupun luar negeri, sehingga dapat menambah wahana wisata di kabupaten ini selain wisata baharinya.
Saat ini pemerintah Kabupaten Sumbawa terus berusaha meningkatkan arus kunjungan wisata, baik untuk wisatawan manca negara maupun untuk wisatawan nusantara. Dengan melihat potensi pariwisata yang ada, baik alam, seni budaya tradisional, maupun peninggalan kuno, di masa depan peluang investasi untuk pariwisata masih sangat terbuka.
Berikut beberapa objek wisata bahari yang dapat di kunjungi di kabupaten Sumbawa yang bersumber dari situs resmi pemerintah setempat diantaranya :
a. Pulau Bedil dan Keramat
Kawasan ini, hampir setiap minggu didatangi turis dari berbagai belahan dunia, seperti Jerman, Polandia, Jepang, Belanda juga turis dari daerah luar negeri lainnya.
b. Teluk Saleh (Saleh Bay)
Merupakan gugusan berpasir putih dengan koralnya yang indah dan beranekan ragam ikan hias dengan airnya yang tenang, sangat cocok sebagai tempat berenang, dan menyelam untuk melihat pemandangan bawah laut. Teluk Saleh merupakan perairan yang kaya dengan aneka ikan laut seperti ikan kerapu yang hasilnya telah diekspor ke berbagai negara antara lain Jepang, Hongkong dan Singapura. Dari Teluk Saleh ini tampak jelas Gunung Tambora yang mempunyai kawah (Caldera) terluas di dunia.
c. Pantai Ai Manis
Terletak di daratan pulau Moyo yang berpasir putih dan pemandangan bawah laut dengan terumbu karang dan tropikal fish-nya yang menawan serta hutan tropis yang ada disekitarnya menjadikan. Ai Manis sangat cocok bagi kegiatan camping, Snorkling, dan sebagainya. Dari Ai manis dapat disaksikan tenggelamnya matahari (Sunset). Jalan-jalan di hutan tropis sekitar Ai Manis akan tersaji secara alami flora dan fauna seperti rusa, sapi liar, Babi hutan, burung koakkao, kakatua dan burung gosong yang dilindung. Tidak jauh dari Ai Manis terdapat gua kelelawar. Ai Manis dapat ditempuh lebih kurang 30 menit dengan speed boat dari Ai Bari kecamatan Moyo Hilir.
d. Pulau Moyo ( Moyo Island)
Terletak Sebelah utara Sumbawa dan di mulut teluk Saleh dengan luas + 30 Ha. Pulau Moyo mempunyai obyek wisata darat dan laut. Hutan tropis pulau Moyo merupakan habitat kawanan rusa, sapi liar, babi hutan dan burung gosong (megapodius) yang dilindungi, juga terdapat air terterjun bertingkat mata jitu. Wisata baharinya menyediakan panorama bawah laut yang indah untuk kegiatan menyelam (Snorkling dan Skuba diving), bahkan mulai dari dermaga pulau moyo sudah dapat dilihat ribuan ikan kecil.
e. Pantai Kencana
Pantai Kencana yang jaraknya sekitar 11 Km dari Kota Sumbawa Besar merupakan pantai yang cukup menawan. Dengan bentuk pantai yang melengkung dan dikedua ujung lengkungannya masing-masing mempunyai rona tersendiri. Terutama dilengkungan bagian kanannya berdiri batu karang berbentuk alami dengan bolongannya yang setiap saat dicium ombak. Disekitar pantai juga tersedia fasilitas-fasilitas wisata berupa cottage dengan bentuk bangunan khas daerah Sumbawa.
f. Saliper Ate
Saliper berarti pelipur/penenang/penyejuk. Ate berarti hati. Sesuai dengan namanya pantai Saliper Ate berarti pantai yang dapat menenangkan/ menyejukan hati pengunjungnya. Terletak sekitar 5 Km kearah barat kota Sumbawa Besar, lokasinya mudah dijangkau dengan transportasi darat (angutan kota). Sebelum pariwisata berkembang pantai Saliper Ate merupakan satu-satunya tempat rekreasi masyarakat Sumbawa.
g. Pulau Bungin
Pulau ini merupakan pulau terpadat di dunia, karena kepadatan penduduknya mencapai +14.000 jiwa/km. Dikenal juga sangat aman karena sejauh ini kehidupan masyarakatnya selalu aman dan damai. Di pulau ini tidak akan ditemui lahan pertanian, perkebunan maupun peternakan. Lahan-lahan yang ada dimanfaatkan untuk membangun runah tinggal. Untuk membangun rumah baru, mereka harus bergotong royong dengan cara menyusun batu karang yang telah dikumpulkan sebelumya. Ketiadaan lahan di atas membawa keunikan tersendiri, karena ternak (kambing) penduduk pulau ini tidak hanya memakan dedaunan, tetapi juga kertas, ikan laut, dan kain-kain baju yang telah robek. Keunikan lain dari pulau ini adalah bahwasanya yang mendiami Pulau ini adalah suku bugis dan mandar (sulawesi) yang merupakan suku pendatang dan sudah puluhan atau bahkan ratusan tahun di sini. Penduduk di pulau ini sebagian besar bahkan mungkin sepenuhnya berprofesi sebagi nelayan. Bungin masih berada dalam wilayah kecamatan Alas atau + 70 km dari kota Sumbawa besar. Untuk mencapai pulau ini tersedia perahu motor yang hilir mudik antara pulau Bungin dan Dermaga Alas atau melalui darat dengan kendaraan bermotor.
h. Pulau Kaung (Kaung Island)
Sebuah pulau yang merupakan perkampungan nelayan letaknya tidak terlal jauh dari pulau Bungin. Untuk mencapai pulau ini tidak lagi menyebrangi laut, namun dapat dilalui lewat darat dengan mempergunakan kendaraan bermotor dan naik dokar. Kerajinan rakyat yang terbuat dari kerang-kerangan dapat ditemui di pulau ini.

Kedelapan objek wisata bahari tersebut, seluruhnya terletak di bagian utara pesisir kabupaten Sumbawa, artinya tidak menutup kemungkinan masih banyak lagi potensi wisata bahari yang masih belum terjamah dan dikelola khususnya bagian pantai selatan kabupaten ini.
Memang dalam pengembangan industri pariwisata di kabupaten Sumbawa selama ini tnampaknya belum mencapai target sebagaimana yang dikehendaki semua pihak, khususnya pemerintah daerah setempat. Keberadaan asset dan potensi wisata bahari tersebut belum mampu secara maksimal menarik wisatawan baik dalam maupun luar negeri untuk datang ke Kabupaten ini.
Ada beberapa unsur yang diperlukan dan harus diperhatikan oleh penyelenggara pariwisata dalam hal ini pemerintah kabupaten Sumbawa dan juga para investor untuk dapat menarik perhatian dan minat para wisatawan diantaranya adalah: jasa-jasa transportasi, jasa akomodasi, perhotelan, bar dan restaurant, jasa tour operator, jasa pramuwisata, jasa souvenir shop dan macam-macam kesenangan dan kenikmatan, tempat-tempat rekreasi serta hiburan kesenian lainnya.
Obyek dan atraksi wisata yang menarik, tersedianya pelayanan yang bermutu, bagusnya fasilitas rekreasi dan hiburan yang tersedia perlu dipromosikan agar dikenal masyarakat luas. Dengan adanya promosi, maka obyek wisata khususnya wisata bahari di daerah Sumbawa akan semakin dikenal dan mampu meningkatkan antusiasme wisatawan untuk datang ke Sumbawa.
Untuk mengembangkan industri periwisata bahari di kabupaten Sumbawa, pemerintahan daerah harus pro-aktif menggarap pasar-pasar wisatawan baik local maupun mancanegara. Dan memang sudah seharusnya di era perdagangan bebas saat ini, terlebih lagi dengan diberlakukannya UU otonomi daerah maka pemerintah daerah diharapkan mampu menggarap seoptimal mungkin potensi-potensi yang ada baik berupa keberagaman sejarah dan budaya maupun kekayaan alam, termasuk wisata bahari yang ada di daerahnya.

D. Penutup

Pariwisata merupakan salah satu sektor tumpuan yang diharapkan dapat memberikan kontribusi besar dalam upaya pemulihan ekonomi yang sedang dilaksanakan pemerintah kabupaten Sumbawa. Oleh sebab itu pembangunan kepariwisataan perlu terus dilanjutkan dan ditingkatkan dengan memanfaatkan sumberdaya dan potensi kepariwisataan untuk menjadi kekuatan ekonomi dan non-ekonomi yang dapat diandalkan dalam menunjang pelaksanaan otonomi daerah. Selain itu, pariwisata menjadi sangat penting karena merupakan salah satu andalan pembangunan bagi pemerintah kabupaten Sumbawa kedepan, khususnya dalam memacu penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) dan juga devisa negara yang berasal dari sektor non-migas, dengan tidak mengabaikan prinsip pembangunan wilayah pesisir yang berkelanjutan. Selain itu periwisata juga dapat dijadikan sebagai sutu media yang merupakan bagian dari daya dan upaya kita untuk menjaga dan melestarikan sejarah dan budaya daerah.

Oleh : Dedi Syafikri
Email : fik_marine@yahoo.co.id

S E M O G A    B E R M A N F A A T

Kategori: