Dua Anggota DPR Diduga Pelaku Video Porno, BK Harus Jeli

Dua Anggota DPR Diduga Pelaku Video PornoJakarta, Sumbawanews.com. – Kasus Video porno yang dilakuka oleh Aril artis telah dijatuhi Hukuman 3,5 tahun penjara, akibat melanggar Undang Undang pornografi no 44 tahun 2008. Terus bagaimana jika nantinya benar terbukti dua Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR RI) ini benar pelaku video syur yang saat ini marak di dunia maya tersebut?.

Dan apakah nantinya pelaku video ini akan terjerat UU Pornografi sesuai dengan hukuman yang jatuhkan kepada Aril tersebut?

Pasalnya, berbagai pakar mengatakan Video tersebut adalah benar, namun belum ada satupun yang mengatakan nama pelaku porno di video tersebut.

Ruhut Sitompul, mengaku telah menonton video porno yang diduga melibatkan dua anggota DPR dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Ruhut menyayangkan adanya kasus video tersebut.

"Saya dikirimi video dari kawan wartawan. Perempuan (dalam video itu) sudah bisa dipastikan, siapa, dan lelaki itu siapa, namun untuk namanya rahasia dong, tidak etis dibuka dipublik.” kata Ruhut saat dihubungi, Rabu (25/4/2012).

Menurut Ruhut, perempuan yang ada di video itu memang mirip dengan anggota DPR dari PDI Perjuangan berinisial KMN. Tapi si laki-laki dalam video itu masih samar-samar. "Gambarnya kurang jelas.” Beredar kabar, si pria juga politikus Banteng.

Ruhut menyayangkan adanya kasusitu. “Sekarang lebih heboh. Dulu anggota DPR dengan artis, sekarang sesama anggota DPR,” kata anggota Komisi Hukum DPR itu. Sebelum kasus video porno juga pernah menyerat dua anggota DPR, Yahya Zaini dan Max Moien.

Politikus partai Demokrat itu agar Badan Kehormatan DPR menyelidiki kasus video porno itu secepatnya tanpa menunggu masa reses berakhir pada pertengahan Mei mendatang. "Kalau menunggu reses selesai kelamaan,” kata Ruhut.

Namun dari kalangan aktivis menanggapi beragam, Ketua Forum Masyarakat Pemerhati Parlemen (Formappi) Sebastian Salang berpendapat pengunggah pertama video syur mirip anggota DPR di internet harus mempertanggungjawabkan tindakannya.

"Karena dampaknya sudah ke mana-mana, tak hanya terhadap DPR termasuk orangnya," kata Sebastian ketika dikonfirmasi, Rabu (25/4/2012).

Seperti diberitakan, video porno itu pertama kali beredar di situs skandal.kilikitik.net. Wajah pasangan pelaku, baik wanita maupun lelaki, sangat mirip anggota DPR. Namun belakangan  situs itu tak bisa diakses.

Menurut Sebastian, dalam konteks itu pihak yang mengunggah video harus menjelaskan motivasinya apa dan mengapa setelah mengunggah video itu kemudian langsung menutup akses situsnya.

"Ini motivasinya apa. Publik betul-betul dibodohi hal seperti ini. Bayangkan kalau itu tidak benar kan  pembunuhan karakter namanya. Makanya video itu harus diusut kebenarannya," kata dia.

Bisa saja ini dilakukan orang orang yang tidak bertanggung jawab untuk membunuh karakter Orangtua pelaku ini untuk tidak bisa maju sebagai Gubernur lagi,”jelasnya.

Begitu juga dengan Irfan Alam, Salah satu Mahasiswa dari UBK mengatakan, Seharusnya Kepolisian harus jeli melihat kasus ini, siapa yang mengambil Video, dan siapa yang mengunggah.

“Dalam kasus ini seharusnya BK DPR, dan  Kepolisian harus jeli melihat kasus ini, yang paling utama diusut adalah Siapa yang mengambil Video ini dan siapa yang mengunggah videonya, dan bagai mana dengan pertanggung jawaban pihak manajemen apartemennya tersebut.”Jelas  Irfan Alam Mahasiswa UBK di Gedung DPR.

Jika mereka benar melakukan mesum diruangan tertutup dengan suka sama suka, tampa ada yang keberatan dan itu di intip dan di Videokan orang lalu diunggah terus siapa yang salah, kan bukan mereka, seharusnya yang utama itu ditangkap dan di peroses adalah yang mengunggah Video tersebut.”jelasnya.

Namun, jika pelakunya mereka berdua dan mengunggahnya ke dunia maya, maka mereka lah yang duhukum,”tuturnya.(Erwin Siregar)

 

 

 

Kategori: