Aman: Sultan Sumbawa Bukan Masyarakat Adat

Besar, Sumbawanews.com.- Putusan Sultan Sumbawa yang di baca ketua LATS Drs. H. Mahmud Abdullah salah satu poin menurut penafisiran ketua komisi I DPRD bahwa Wilayah kesultanan Sumbawa dari Tarano sampai Sekongkang, sehingga tidak ada komunitas lain yang bertentangan dengan nilai  dengan kata lain tidak diakui adat cek bocek.

”Sultan tidak mengakui adanya cek bocek,” jelasnya.

Sementara Ketua Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (Aman) Jazardi Gunawan, memandang putusan Sultan itu sah ada komunitas lain di wilayah tanah adat.

Sambungnya, Sultan bukan masyarakat adat karena tidak hidup berkelompok seperti masyarakat adat umumnya.

”Beliau hanyalah Sultan bukan masyarakat adat,” jelas Jazardi Gunawan.

Sedangkan kepala suku cek bocek Datu Sukanda, meminta ketua DPRD Sumbawa untuk kembali membaca sejarah kesultanan Sumbawa.
”Sultan dan Bupati harus mendengar asal usul Sumbawa,” kata Datu sembari memaparkan sejarah Kesultanan dan Kedatuan Sumbawa.

Wakil ketua komisi I DPRD Sumbawa Burhanuddin Jafar Salam, sepakat dengan Datu Cek Bocek agar sultan Sumbawa dan Bupati Sumbawa mendengar aspirasi datu cek bocek.

”Harus diadakan musyakara untuk mendapat kejelasan antara datu cek bocek, Sultan dan Bupati Sumbawa,” pungkasnya (SN09)

Kategori: 

Comments

Comment: 

Sultan itu - Raja menjadi penguasa perpanjangan tangan Belanda,mereka itu bukan masyarakat adat,tanah adat pun diambil menjadi tanah sultan. Dulu Sultan menarik upeti dari masyarakat adat bahkan tanahnyapun diambil paksa,demikian juga tidak sedikit sultan berperang melawan Belanda di Nusantara ini karena soal kurangnya setoran upeti sulatan kpd Belanda,sekarang berubah wujud menjadi Republik maka pemerintah sekarang ini juga sama cara dan statusnya dengan sultan yg pada akhirnya menguasai semuanya dengan mendepak masyarakat adat...kayaknya bupati sama LATS ini perlu membaca sejarah dan perundang-undangan negara..

Comment: 

menanggapi pernyataan sultan sumbawa melalui media masa tentang keberadaan aliansi adat cek bo cek yang berasal dari kumunitas suku berco,yang tidak diakui oleh sultan ( sapaan akrab daeng ewan ) bahwa sebetulnya adalah pernyataan yang justru memotivasi kami untuk lebih dalam memahami sejarah tana samawa, yang bahwasanya samawa itu terdapat suku yang tidak pernah dipublikasikan dan dicatat sejarah keberadaannya secara khusus dari saman kerajaan dulu.
sehingga saat ini bermunculan stekmen-stekmen yang arogan dari keturunan penguasa hingga birokrasai yang modern yang justru menjadikan dirinya secara tidak langsung menjadi humas dan pelindung kapitalisme yang berorientasi kepada kepentingan pengusaha kapital menggunakan tradisi dan budaya lokal untuk menindas kaum lemah lebih-lebih suku kami( suku berco).
sebetulnya secara logika bisa dilihat dari kultur budaya yang sampai sekarang jelas keberadaanya, seperti bahasa dan dialeqtika yang digunakan oleh suku kami sangat berbeda dengan bahasa samawa pada umumnya......
hal tersebut dapat dengan jelas dilihat bahwa kami berhak mengangkat harkat dan martabat komunitas kami selaku komunitas yang sejarahnya tlah ditanam(kuburkan) lebih-lebih sekarang menjadi sasaran pengusaha kapital untuk mengeruk tanah leluhur kami yang diberi kesempatan oleh birokrasi samawa tanpa harus melihat siapa yang punya dan siapa yang dikubur.stekmen kami saat ini '' itu adalah harta kami''dan dengan rasa tak pernah lelah dan takut, kami tetap membela harta benda kami sampai titik darah penghabisan...
karna merujuk kepada aturan hukum yang berlaku tentang hak-hak masyarakat adat yang sudah diatur dalam ''
undang-undang 1945 tentang hak masyarakat adat sebagai komunitas yang memiliki pemerintahan asli... bukan pengakuan yang tidak terakui.
-uu no. 39 tahun 1999 ttg hak-hak asasi manusia yang mengkui hak-hak perorangan dan hak-hak kolektif masyarakat adat.
-uu no. 32 tahun 2004
-tap MPR-RI no.9 thn 2001
-uu no.5 thn 1960
-peraturan menteri graria no 5 thn 1999
-uu no 41 thn 1999
-uu no. 23 thn 1997
-uu no. 26 thn 2007
-uu no. 10 thn 1992
-uu no. 27 thn 2007
-uu no. 40 thn 2008

dapat dilihat dari undang-undang dan peraturan pemerintah tentang keberpihakan kepada masyarakat adat,suku etnis yang berneda yang walaupun hal tersebut masi menjadi paradigma yang terjadi di negri ini..apalagi paraktek-praktek yang dilakukan oleh pemda sumbawa saat ini bahwasanya sangat tidak proporsional dalam hal mengambil keputusan dan kebijakan ......

apakah dinegri ini, khusnya daerah otonomi diharuskan bertindak semau-mau gue terhadap kepentingan sendiri???????? tanpak harus melihat bahwa ada manusia yang terpanggang disana///??????? sungguh ironis, sungguh tidak manusiawi menekan sekelompok manusia yang tidak bersalah dengan pola kapitalisme kebudayaan,kapitalisme premanisme,kapitalisme birokrasi....

konstribusi apa yang diberikan bapak sultan kepada samawa?????
l

Comment: 

kalau tidak pernah diangkat dalam sejarah berarti tidak pernah ada suku yg anda maksud, gimana anda bisa tahu suku anda kalau sejarah aja tidak mencatat. dasar tukang ngibul, sejarah dibuat diatas lutut aja mau, demi untuk mendapatkan keuntungan ekonomi.
Coba survey seluruh masyarakat sumbawa, apa mereka kenal yg namanya cek bocek, sy sangat yakin hasil survey 99,9999 % tidak kenal, kecuali kelompok anda sendiri yang mengenalnya.

Comment: 

anu bro-bro i slaung, aidahhhhhhhhhhhhhhhhhhh

Comment: 

tidak akan ada titik temu antara LATS dan KUMUNITAS CEK BOCEK (suku berco) kerena dari pihak bupati dan sultan samawa (daeng ewan) tidak berani bertumu dengan datu cek bocek untuk membahas cerita/kronologis terkait sejarah kerajaan yang ada di samawa..keberadaan komunitas cek bocek jelas dengan bukti sejarah,bahasa dan budaya yang di miliki,dan datu sukanda pun mampu memaparkan semua tentang asal-usul dan keberadaan cek bocek sampai saat ini..di antara semua kejadian yang ada di tanah samawa sampai saat ini bupati dan sultan samawa blum berani menemui komunitas cek bocek,kerena mereka tidak paham tentang sejarah samawa,terlebih bupati sumbawa yang sudah dikoptasi oleh perusahaan tambang (pt.newmont) bupati sumbawa sudah di jadikan budak oleh pihak newmont,oleh karena itu banyak masyarakat sumbawa yang menjadi korban kebiadaban bupati khususnya cek bocek,sama halnya dengan sultan sumbawa yang tidak punya nyali untuk berhadapan lansung dengan pihak cek bocek,mungkin sultan pun tidak paham tentang sejarah samawa,numpang nama doang jadi sultan.

Comment: 

Sultan!!!!!!!.... tolong dong berpikir jernih,,,,,,, anda diangkat itu jadi sultan sekarang apa motif & tujuan,,,,,,,siapa yang mengangkat anda,,?,,,,ingatlah anda sekarang sudah tua,,,,,,carilah kebenaran sejarah samawa,,,untuk anak cucu kita semua..supaya nantinya tidak terjebak pola pikir kapitalis modern,,,,,,,,,sejarah membuktikan bahwa kita dijajah kapitalis secara koloni selama 350 tahun , sekarang kapitalis bermetamorfose menjadi soft capitalism ,,,yaitu pada pola pikir,,,,ayooo kita kembali,,,,, kita siapa?,,,mau kemana?,,,,siapa Newmont itu ?....kalau toh,,,anda ragu sejarah cek bocek atau memang tidak mau tahu ,,,,,mari kita duduk bersama ...cari kebenaran bukti sejarah dengan hati ikhlas....!!!!!!!!!!!

Comment: 

"Cek Bocek Selesek" nama yang baru tapi sangat familiar. Baru karena tiba2 muncul sebagai nama suku..suku yang baru bangun setelah ada newmont yang diharapkan bisa memberikan kepuasan materi bagi siapa yang mau menjadi anggota suku baru jadi yaitu" Cek Bocek Lese" eh maksudnya Selese. Ayo formulir pendaftaran menjadi anggota, dapat diambil di Ropang.

Comment: 

ko baru sekarang muncul yg namanya cek bocek....napa ga dari dulu....dari jaman kuda gigit rumput sampe kuda gigit jari....ko baru nongol....emang selama ini kemana aja.....
ko datu sukadada....baru angkat bicara....nanta kau pe datu sukadada + pengikutmu....nda ila....mate mo lema jaga muntu musim ujan ta....

Comment: 

saya rasa di indonesia ini banyak sekali suku,adat dan budaya, di taliwang beda bahasa,di suku berco beda bahasa dan sedikit beda budaya,,,semua orang punya tanah yang dimiliki dan di dapat dari nenek moyangnya,,sultan adalah seorang pemimpin budaya di daerah sumbawa, tapi di daerah lain di lingkup kesultanan sumbawa ada budaya2 kecil yg dimiliki sekelompok kecil adat,,saya rasa sama seperti semut yang keci,,saat terinjak dia akan menggigit dan kita baru tau bahwa gigitan semut tersebut sakit,,sama seperti suku berco sepertinya baru muncul setelah terusik. pemimpin daerah musyawarah secepatnya,,,kita masyarakat JANGANLAH BERBICARA YANG KOTOR DAN MEMPROFOKASI, jadilah kita sebagai masyarakat yang santun dalam berucap tau samawa yang tau malu,,,karena saya cinta sumbawa

Comment: 

Agar tidak terjadi polemik yang berkepanjangan,sebaiknya Bupati-Sultan dan pengurus Cek Bocek duduk bersama untuk suatu tujuan damai (senap semu nyaman nyawe).

Comment: 

luk pno de satae sempanang pe, kadu jalanani mo telasta apa adanya kadu,,, meluk ya sama mangan siup rawi kadu e,,, yam mara sama jalani to ta e tauuu.... ade tani ba tani mo, tukang ojek ba tukang ojek mo, ade sopir ba sopir mo,,, ade pegawe ba pegawe mo, men ya sate sama sentek setatus sosial sama, i ba sama rebuya mo ke sama jalani mo sesua ketentuan perundangan ade ada na,,,