HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

Wiranto Anggap Demokrat Salah Tingkah Hingga Salahkan Partai Lain

Wiranto Anggap Demokrat Salah Tingkah Hingga Salahkan Partai LainJakarta, Sumbawanews.com. - Pernyataan Ramadhan Pohan WaSekjen DPP Demokrat ditanggapi dingin Ketua Umum Partai Hanura Wiranto, namun Wirantto menyesalkan  pernyataan Wakil Sekertaris Jenderal Partai Demokrat Ramadhan Pohan, yang menganggapnya ingin menggulingkan pemerintahan.


Wiranto menganggap pernyataan itu sebagai sebuah bentuk kepanikan atas banyaknya masalah yang menerpa partai pimpinan Anas Urbaningrum tersebut sebagai partai pemerintah.


“Itu pernyataan bodoh yang tak ada dasarnya. Saya malah merasa kasihan dengan Ramadhan Pohan. Mungkin karena meraka panik akibat banyaknya masalah, akhirnya malah menyalahkan partai lain, awalnya menuduh partai Golkar, sekarang menuduh Hanura, Kasian deh elu Ramadhan.” kata Wiranto sambil senyum,  saat ditemui di Kantor DPP Gerindara setelai Usai Bedah Buku.

 

Ia pun tegas menampik seluruh tuduhan yang dialamatkan padanya oleh Ramadhan Pohan. Menurut Wiranto, ada tiga tuduhan yang diarahkan padanya.


Pertama, soal rencana melakukan tindakan institusional menggulingkan pemerintahan Presiden Yudhoyono.
Kedua, merekayasa kasus Nazaruddin dengan menempatkan Elza Syarif yang merupakan kader Hanura sebagai pengacara. Ketiga, merasa sakit karena dua kali dikalahkan oleh SBY dalam pemilihan presiden (pilpres).

 

“Kalau pun mau jadi presiden, saya bisa melakukannya saat 1998. Tapi, saya tetap ikut nyalon dan sesuai prosedur,” kata Wiranto menjawab tuduhan pertama.


Untuk tuduhan kedua, ia mengaku Elza Syarif adalah kader Partai Hanura. Namun, ia sama sekali tak memerintahkan agar Elza menjadi pengacara bagi Nazarudin kemudian melakukan rekayasa dalam persidangan.


“Saya tak pernah mencampuri profesinya sebagai pengacara. Itu murni keinginannya sendiri tanpa ada campur tangan dari saya,” tutur Wiranto.


Sedangkan untuk tuduhan ketiga, ia mengaku sama sekali tak sakit hati pada SBY, meski dua kali dikalahkan dalam Pilpres. Sebab, kalah menang dalam sebuah pemilihan adalah hal yang biasa dan harus diterima dengan jiwa besar.

 

Sejauh ini, Wiranto telah menginstruksikan pada seluruh kader Partai Hanura untuk tak terlalu banyak melakukan komentar atas tuduhan itu.
Ia pun sudah membentuk tim untuk mempelajari pernyataan Ramadhan Pohan guna mengambil sikap selanjutnya.

 

“Masih dipelajari, belum akan memperkarakannya ke ranah hukum. Harusnya Pohan menanyakan langsung ke Ketua Dewan Pembinanya soal saya sebelum berkomentar,” katanya.


adapun kronologis pernyataan Ramadhan Pohan kepada Media :


1. Tanggal 1 Maret 2012 Ramadhan Pohan menuding Elza Syarif membawa Misi Hanura melalui Nazaruddin di Persidangan dan Menuding Wiranto Sakit hati Dua kali kalah dalam Pilpres
2. Tanggal 2 Maret 2012 Ramadhan Pohan kembali melontarkan pernyataan di media bahwa Wiranto dan Akbar CS sering menyerang SBY dan pemerintahan.
3. Tanggal 3 Maret 2012 Wiranto menanggapi pernyataan Ramadhan Pohan, menuduh Ramadhan Pohan Bodoh,Demokrat kucar kacir salah tingkah dengan kasus demokrat, bahkan Wiranto juga berkomentar jika haus jabatan tahun 1998 ada kesempatan, akan tetapi saya ambil keputusan bentuk Partai."Ujar Wiranto.
4.Tanggal 5 Maret 2012 Demokrat kembali sakit hati atas pernyataan Wiranto yang menyatakan SBY tidak berpihak kepada masyarakat, sekarang masyarakat banyak yang makan nasi aking, ko tiba tiba naikkan harga BBM dan Wiranto tuding Demokrat cara berpolitiknya jadul alias Jaman dulu.(Erwin Siregar)
  

 

Kategori: