
Kota Bima, Sumbawanews.com.- Unjuk kekuatan polisi saat kericuhan demontrasi desakan pengusutan kasus korupsi kelompok massa ITK dan LMND, Senin (15/12), berlanjut terhadap wartawan. Sejumlah wartawan yang lengkapi kartu pers didorong polisi saat berusaha meliput pengamanan dua kubu massa di Mapolresta Bima.
Meski sudah ditunjukkan kartu pers, sejumlah oknum polisi terlihat arogan dan mencaci-maki wartawan. Salah satunya Bripda Sw. Mereka berupaya merebut paksa kamera sejumlah wartawan saat hendak masuk Mapolres meliput massa yang diamankan.
Salah satu wartawan pun bereaksi dan membalas makian oknum polisi itu. Arogansi oknum polisi berlanjut dengan mengejar sejumlah wartawan yang terus berupaya meliput pengamanan itu. Bahkan, sebagian berupaya mengayunkan tongkatnya. Saat itu, ada instruksi agar aparat merapatkan barisan. “Bagi anggota rapatkan barisan, jangan sampai ada satu pun yang boleh masuk ke Polres, kecuali polisi,” intruksi AIPTU Abdul Hamid kepada rekannya.
Rupaya, instruksi tersebut menjadi suntikan bagi anggota Mapolresta Bima. dengan beringas, mereka berupaya mengejar wartawan hingga radius sekitar 50 meter. Arogansi puluhan kelompok polisi itu tak berlanjut, setelah sejumlah polisi lainnya menghalanginya.
Syabuddin, salah satu wartawan, menyesalkan sikap arogansi yang ditunjukkan sejumlah oknum pengayom masyarakat itu. “Kami sangat menyesalkan kata-kata yang dilontarkan oknum pengayom masyarakat itu. Seharusnya mereka juga dapat menghargai kami yang menjalankan tugas jurnalistik dan dilengkapi kartu,” katanya.
Sejumlah wartawan mendesak agar Kapolresta Bima AKPB Tjatur Abrianto, SIk mengambil sikap tegas terhadap oknum polisi yang arogan itu. Apalagi, tugas jurnalistik wartawan dilindungi Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 1999. Kapolresta Bima didesak bersikap tegas, jika tidak akan melaporkan masalah itu ke Kapolda NTB.
Kapolsek Rasanae Barat AKP Nurdin, saat ketegangan mulai reda meminta wartawan agar tidak menulis tindakan arogansi oknum polisi itu. “Untuk perkataan anggota tadi, mohon tidak usah diekposlah,” pintanya. (BE.17)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






















wah ternyata university malaya pering...
wah ternyata university malaya pering...
Saudaraku, apakah KSB ini bisa maju k...
Dari kelakuan yang seperti itu keliha...
Kalau Andi Azisi menang saya khawatir...