
Taliwang KSB. sumbawanews.com.- Beredarnya isu yang dimuat pemberitaan Online di sumbawanews.com pada sabtu 6 Februari 2010 lalu, tentang Ijazah bermasalah Bupati Sumbawa Barat DR.KH Zulkifli Muhadli SH MM, membuat para kader dan simpatisan Parpol yang tergabung dalam Koalisi “ADHA” gerah.
Catatan wartawan sumbawanews.com Sumbawa Barat menyebutkan, bahwa sejak munculnya pemberitaan Online tentang indikasi Ijazah Bupati KSB palsu tersebut, dalam dua hari terakhir situasi politik di bumi “Pariri Lema Bariri” terjadi perubahan yang mengkhawatirkan, karena antar kontituen masing-masing parpol pendukung mulai saling memberikan berbagai argumentasi pembenaran dan pembelaan, yang tentunya dapat menggangu kondisifitas daerah.
Ketua tim Pemenangan Kabupaten (PK) kandidat Bakal Calon Bupati dan Wakil Sumbawa Barat Zulkifli-Mala melalui Humas Syaifullah S.Pt. M Si. bahwa pihaknya sangat menyesalkan statemen politik Umar Hasan mantan Kepala Diknas Kabupaten Sumbawa Nomor: 423.5/320/diknas/2010, yang memastikan bahwa Calon Bupati Incumben terancam akan digugurkan oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) KSB, karena Ijazah yang digunakan terindikasi palsu, “Kami sangat sesalkan statemen Umar Hasan mantan Kadis Diknas Sumbawa, tanpa adanya keputusan tetap dari pihak KPUD setempat,” kata Syaifullah saat konfrensi Pers minggu (7/2).
Ditegaskan, seharusnya Diknas terkait sebelum mengeluarkan berbagai argumentasi politik kepublik tidak Asal bunyi (Asbun), tanpa mengingat dampak politik yang akan timbul antar konstituen pendukung masing-masing kandidat, setidaknya statemen yang akan dikeluarkan tersebut tentunya harus memiliki dasar hukum yang jelas, berdasarkan keputusan hasil verifikasi administrasi dari pihak KPUD sebagai penyelenggara Pemilukada, “Beredarnya isu tentang Statemen Diknas yang mengindikasikan pencalonan Kyai Zulkifli Muhadli akan gugur pada Pemilukada 26 April 2010, karena menggunakan Ijazah palsu tersebut, merupakan salah satu politik Black Campaigne yang menyesatkan masyarakat,” tegas Syaifullah Politisi muda dari Partai Golkar itu.
Hal yang sama disampaikan Dinata Putrawan, ST, bahwa pernyataan mantan Diknas Sumbawa tentang ijazah tingkat Dasar Bupati Incumben DR.KH Zulkkifli Muhadli SH MM KH terindikasi palsu tersebut, merupakan langkah politik yang cenderung membunuh karakter seseorang, “Kami tidak terima argumentasi pihak tertentu yang terlalu berani mengeluarkan statemen yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya, terlebih lagi pihak KPUD sebagai pihak penyelenggara hingga saat ini belum mengeluarkan keputusan tetap tentang hasil verifikasi administrasi,” kata Dinata dari Parpol PKPB yang tergabung dalam koalisi “ADHA”.
Menurutnya, Pihak Diknas sendiri tidak dibenarkan memberikan berbagai argumentasi ke publik tanpa memiliki dasar hukum yang jelas, apalagi saat ini pihak KPUD tengah melakukan pengkajian akurat tentang adminstrasi para Kandidat bakal calon (Balon) Bupati KSB hingga 2 Maret 2010 mendatang, dan diminta para lawan politik untuk tidak menciptakan suasana pembodohan terhadap masyarakat, sehingga kondusifitas tetap terjamin, “kami minta para lawan politik, tidak serta merta mengeluarkan isu tanpa dasar hukum yang jelas, sehingga tidak terjadi kontroversi yang dapat mengganggu kondusifitas daerah menjelang Pemilukada ini, apa salahnya jika kita tunggu keputusan KPUD tentang hasil verifikasi administrasi,” tandasnya. (Hong).
Na ya ajak to bola bae runtung ano na...
baru tau gw ada situs kyk gini...bany...
Indonesia sebagai negara Hukum, maka ...
Inilah akibatnya kalau kita hanya se...