Sumbawa Besar,Sumbawanews.com.- Sedikitnya Tiga Ratus Pegawai Negeri Sipil (PNS) di jajaran pemerintah daerah Kabupaten Sumbawa, beberapa hari lalu menggelar pertemuan di salah kawasan perkebunan milik mantan pejabat tinggi daerah setempat.Pertemuan ini merupakan tindak lanjut rapat terbuka sebelumnya yang dihadiri lebih kurang 600 PNS, dengan agenda diskusi politik serta merumuskan pernyataan sikap menolak memberikan dukungan kepada pasangan calon Bupati dan wakil Bupati incumbent, sekaligus memperkuat formulasi dukungan bagi pasangan calon paket An-Nur.
Bagaikan bola panas yang sedang menggelinding, satu persatu PNS menumpahkan rasa kecewa dan sakit hatinya terhadap sikap dan prilaku pejabat penentu kebijakan tertinggi daerah yang secara kebetulan pada Pilkada sekarang ini masih ikut berkompetisi.
Hadir pada pertemuan akbar tersebut, tidak hanya PNS masih aktif dari berbagai eselon, tetapi para purnawirawan dan pensiunan ikut ambil kesempatan untuk saling berinteraksi membahas permasalahan Sumbawa kedepan bersama pemimpin yang lebih baik dan bijaksana.
Menyusul beredarnya isu dalam bentuk selebaran gelap berjudul Sepuluh dosa besar Amin-Nurdin yang pada poin terakhirnya menyebutkan, sebagian besar PNS yang mendukung paket AN-Nur adalah pejabat-pejabat bermasalah, dinilai oleh seluruh peserta pertemuan bahwa tudingan itu salah alamat karena justeru PNS yang berpihak pada pasangan calon incumbent tergolong orang-orang tidak cerdas.
Selain membahas isu selebaran gelap, pertemuan ini juga mengupas tentang pemahaman makna kata “bangsat” yang pernah terlontar dari mulut Bupati Sumbawa pada saat acara pelepasan ribuan PNS peserta gerak jalan sehat dan pelepasan kontingen Porprov dihalaman kantor Sekretariat Daerah. Kejadian memalukan ini merupakan catatan sejarah yang disebut dengan “peristiwa Jum’at Enam Belas Tujuh Sepuluh”.
Terhadap prilaku penentu kebijakan tertinggi daerah yang terkesan kurang beretika tersebut, telah mengundang ketersinggungan sebagian besar kalangan PNS, sehingga tidak heran kalau belakangan ini mulai terjadi pembangkangan pegawai pemerintahan secara besar-besaran.
Baijuri Bulkiah SH sangat lantang mengimbau seluruh PNS yang masih berfikir rasional dan cerdas untuk merubah haluan roda pemerintahan Sumbawa kearah yang lebih bermartabat ”kalau motto mereka selamatkan Sumbawa dan lanjutkan, maka kita diajak untuk mendukung apa yang pernah dilakukan selama ini, sementara kita ingin menghentikan semua prilaku dan tindakan semena-mena yang terjadi selama ini,” kata BJ sapaan akrabnya.
Pernyataan keras selanjutnya disampaikan H Syamsun Asir mantan kepala kantor Perpustakaan Daerah Sumbawa, yang mempertegas ciri-ciri pemimpin yang baik dan bijaksana sekaligus mengilustrasikan alasannya berpihak pada paket An-Nur. Diakui Syamsun Asir bahwa mantan Bupati Sumbawa Drs H Latif Majid SH beserta seluruh keluarganya, telah sepakat untuk memberikan dukungan pasangan calon Bupati dan wakil Bupati Muh Amin SH Msi - Nurdin Ranggabarani SH MH. “pernyataan ini saya pertanggung jawabkan,” ujarnya.(SN02)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















Iskandar, ternyata anda telah jujur d...
saking kelewat jujurnya saksi JM, akh...
Kalian tim JM ketahuan banget pemboho...
..emang tau pasti ya semuax itu..ntar...