Taliwang KSB. Sumbawanews.com.- Manajemen PT Newmont Nusa Tenggara (PTNNT) tidak hanya menjalankan program untuk infrastruktur dan pemberdayaan ekonomi masyarakat lingkar tambang saja namun, kerjasama tentang pengembangan perikanan dan kelautan bersama Pemkab Sumbawa Barat terus ditingkatkan.Pantauan sumbawanews.com selasa (22/12) pada acara peresmian operasionalisasi klaster industri rumput laut yang dirangkai temu wicara Bupati KSB DR KH Zulkifli Muhadli SH MM bersama DR Martani Huseini Dirjen Pengelolaan, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Pusat. Dalam kesempatan itu, PT NNT secara simbolis menerima sertifikat penghargaan atas dukungannya terhadap program pengembangan klaster industri rumput laut.
Bupati Sumbawa Barat DR KH Zulkifli Muhadli SH MM pada sambutannya berharap, agar seluruh warga pesisir se-KSB berkomitmen untuk terus mengembangkan budi daya klaster industri rumput laut sehingga, ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan potensi kelautan dapat ditingkatkan.
"Sekitar 1500 hektar lahan yang saat ini tengah dikembangkan di Desa Kertasari ini, untuk sentra budi daya rumput laut tersebut, jika dikelola dengan baik tentu ekonomi masyarakat kita dibidang kelautan akan lebih meningkat," kata Bupati yang akrab disapa Kyai Zul itu.
Bupati juga berjanji bahwa seluruh petani rumput laut yang ada Desa Kertasari itu akan diberikan bantuan dana stimulus dengan sistim pinjaman tanpa bunga, melalui Koperasi berbasis Rukun Tetangga (RT), "Kita jamin bagi petani rumput laut, akan diberikan bantuan pinjaman dana stimulus sesuai kebutuhan yang diajukan," imbuh Bupati.
Kesempatan yang sama disampaikan Dirjen P2HP DR Martani Huseini, sesuai hasil pengkajian dan penetitian terhadap tiga bidang Sumber Daya Alam (SDA), antara lain dibidang repvolusi hitam atau pertambangan, hijau bidang pertanian dan biru bidang kelautan menyebutkan, bahwa KSB tidak hanya cocok untuk pengembangan pertambangan dan pertanian saja, namun bidang kelautan juga sangat berpotensi untuk segera dikembangkan, "Kita memilih perairan laut KSB sebagai sentral pengembangan budi daya rumput laut ini, karena memiliki potensi besar untuk dikembangkan kedepan," kata Martani didepan ratusan kelompok tani rumput laut di Desa Kertasari Taliwang.
Manager Community Development (Comdev) PT Newmont Nusa Tenggara Wagimin mengatakan, mulai Mei 2005 pihaknya sudah mendampingi petani untuk mendapatkan modal usaha dari perbankan berikut mendampingi petani untuk mendapatkan pelatihan dari Bali sebagai peningkatan kemampuan. Selain itu, membantu petani dari mata rantai tengkulak dan menstabilkan harga jual rumput laut melalui subsidi sebesar Rp2.600 sehinga, harga jual rumput laut petani menjadi Rp5.000 hingga Rp10.000 per kilonya.
"Ketiga poin ditambah upaya pendampingan bagi petani diharapkan bisa menjadi jalan keluar budidaya rumput laut di KSB sebagai tujuan ekspor," tandasnya.
Dijelaskan, sejak awal hingga mendatang, pihaknya melalui Commodity Depelovment (Comdev) akan terus melaksanakan berbagai program pemberdayaan masyarakat sesuai yang ditetapkan managemen Perusahaan, termasuk peningkatan investasi dibidang SDM yang selama ini dinilai paling berharga bagi kepentingan dan masa depan seluruh masyarakatnya, "Tiap tahun kami kucurkan anggaran sekitar Rp.50 miliar lebih untuk berbagai program, termasuk peningkatan infrastruktur, pertanian, Pendidikan, kesehatan serta untuk pemberdayaan lainnya, yang disalurkan melalui Comdev dan sejumlah Yayasan," jelas Wagimin (Hong).
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















btw ngurusin diri sndri aj dlu bru ng...
Baperjakat yang ada di KSB apakah sep...
Justru anda keliru,kalau putra lokal ...
lalu bagaimana kbar pncalonan Busrah ...
Siapapun yang kemudian akan memimpin ...