Jakarta, Sumbawanews.com.- Adanya pergantian jabatan senior eksternal Manager PT Newmont Nusatenggara (PTNNT) dari Malik Salim ke Arif Perdanakusumah sempat mendapat reaksi dari berbagai kalangan yang berada di Sumbawa. Pasalnya pergantian tersebut justru bukan diisi oleh professional asal Sumbawa yang telah lama berkarier di PTNNT.
“Langkah pertama yang saya lakukan setelah diberi kepercayaan memegang posisi senior eksternal Manager PTNNT adalah menanyakan apakah di bagian eksternal telah terprogram kaderisasi untuk posisi strategis.” Jelas senior eksternal Manager PTNNT Arif Perdanakusuma saat dialog acara buka puasa bersama warga Sumbawa Jabodetabek di Jakarta, Sabtu (5/9).
Ditegaskannya, salah satu indikator keberhasilannya jika kelak menanggalkan jabatan senior eksternal Manager PTNNT penggantinya harus berasal dari Sumbawa.
“Saya sangat berkomitmen untuk memberdayakan masyarakat local, apalagi saya sudah tinggal di Benete selama 16 tahun. “ jelas Arif sambil menekankan bahwa jiwanya sudah menjadi orang Sumbawa meskipun lahir di Jawa Barat.
Sementara itu Manager Community Ralation PTNNT Syarifuddin Jarot mengakui bahwa saat ini posisi orang-orang local Sumbawa jauh lebih baik dibandingkan dengan posisi lima Tahun lalu.
“Komposisi lokal 60 persen dan luar 40 telah melebihi kuota yang ada untuk lokal.” Jelas Jarot.
Ditambahkan saat ini posisi dengan level tinggi dengan grade 102 sudah banyak, pada awal beroperasi PTNNT level grade 102 hanya diisi oleh 2 orang.
“Saat pak Arif hari pertama memegang posisi senior eksternal Manager, saya langsung diajak diskusi mengenai pengembangan SDM Sumbawa. Saya ditanya apa yang kurang dari kapasitas saya, kalau kamu kurang kenapa bukan kamu yang dinaikan menjadi senior eksternal PTNNT.” Ujar Jarot menguatkan komitmen Arif Perdanakusumah untuk regenerasi tenaga local Sumbawa.
Dijelaskannya jika kelak wilayah Pertambangan Dodo Rinti beroperasi, maka kader-kader asal Sumbawa dipastikan akan memegang posisi strategis.
“Tenaga-tenaga siap pakai sudah tersedia di Benete dan posisi strategis akan diisi oleh local Sumbawa.” Tegas Jarot.
Sementera itu Sesepuh Sumbawa Jakarta, Judiar Abdul Kadir mengingatkan agar PTNNT lebih teliti dalam memastikan komposisi tenaga local dan non local.
“Disinyalir banyaknya prosentase tenaga local disebabkan banyaknya orang luar yang justru membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) KSB sehingga mereka dikategorikan sebagai tenaga kerja local.” Jelas Calon Bupati KSB ini. (sn010)
| Komentar |
|
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|























emhhh ITB
pendidikan Agama,Moral dari kelurga s...
Na penok babakn aman maluk sak! Ka...
Sosialisasi pasangan ZUL - MALA di ke...
Pencermatan kami yang hadir sekitar 3...