
Taliwang KSB, Sumbawanews.com.- Tidak maksimalnya hasil kelulusan tes untuk pengadaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) bagi putra local KSB, membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat gerah.
Hal itu beralasan, karena tes pengadaan CPNS 2010 di Kabupaten bermotokan "Pariri Lema Bariri" itu, sekitar 99,06 persen kelulusannya didominasi orang-orang dari luar daerah, sementara 0,4 persennya adalah putra local KSB, yang tentunya kinerja dan kebijakan eksekutif untuk lebih memberdayakan putra local selama ini agar bisa mengabdi didaerahnya sendiri nampaknya tidak maksimal.
Ketua Komisi I DPRD bidang Pemerintahan dan ketenagakerjaan Syafruddin A Md. pada wartawan Sumbawanews.com diruang kerjanya mengatakan, pihaknya
menyesalkan kinerja eksekutif yang terkesan diskriminatif terhadap para putra daerah, hal itu terbukti pada tes untuk pengadaan CPNS sejak priode 2007-2009 kelulusannnya terus didomninasi oleh orang-orang yang datang dari luar daerah KSB, termasuk pulau Lombok dan Jawa, sehingga target untuk lebih meningkatkan kesejahteraan dan pemberdayaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang selama ini di programkan tidak berjalan sesuai sesuai harapan, "Kita akan segera panggil pihak BKD untuk melakukan klarifikasi terhadap pelaksanaan tes CPNS itu, karena setiap tahun terus didominasi kelulusannya oleh orang-orang luar daerah
saja, sehingga kinerja dan kebijakan eksekutif kita ragukan," kata Syafruddin Politisi muda Partai Hanura itu.
Hal yang sama disampaikan Andi Laweng SH anggota DPRD dari Partai PKPI Pihaknya juga sangat kecewa dengan sikap eksaekutif yang selam ini terkesan tidak transparan dalam pelaksanaan tes pengadaan CPNS tersebut, hal itu dibuktikan sejak awal DPRD melalui Komisi I telah meninta kepada Pihak BKD agar segera menyerahkan data dan jumlah formasi, namun hingga pelaksanaan tes pengadaan CPNS itu berakhir belum juga diserahkan, sehingga kebijakan eksekutif terkesan tidak menghargai lembaga dewan, "Kita harus panggil BKD untuk segera memberikan klarifikasi tentang persentase kelulusan tes Pengadaan CPNS tersebut," kata Andi Laweng.
Ia juga berharap, dengan banyaknya kesalahan dan kekeliruan yang terjadi, agar dapat menjadi pembelajaran bagi eksekutif dan legislatif untuk kedepan, setidaknya pada tes CPNS mendatang, sebelum pelaksanaannya terlebih dahulu mendatangkan instruktur dari lembaga yang ditunjuk, untuk melakukan tes lisan dengan mewawancarai para peserta, "Perlunya tes lisan melalui wawancara itu untuk mengevaluasi sejauhmana keinginan dan target para peserta untuk membangun KSB kedepan," tandasnya. (Hong).
maha Besar Allah dengan kekuasaan-Nya
Kepada Yth: Bapak Gubernur NTB TGH Za...
Na ya ajak to bola bae runtung ano na...
baru tau gw ada situs kyk gini...bany...