
Jakarta, Sumbawanews.com.- Aksi mendesak dugaan korupsi yang melibatkan Bupati terpilih Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Dr. KH. Zulkifli MUhadli kini berlanjut di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Kamis (20/5/2010) pukul 06.00 wib pagi sekitar 30 orang anggota Front Pemuda Taliwang (FPT) yang sengaja didatangkan dari Taliwang KSB telah mengadakan unjuk rasa di bundaran Hotel Indonesia (HI). Aksi ini kemudian berlanjut pada pukul 07.00 wib di Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Hasil pantauan Sumbawanews, meskipun aksi unjuk rasa ini tidak diberitahukan ke pihak Polda Metro Jaya, aparat kepolsian Polda Metro Jaya tetap kooperatif dan menangani para pendemo dengan bijak. Malah mereka mengawal perjalan para pendemo dari Bundaran HI ke KPK.
Sesampai di KPK para pendemo langsung tidur dan menguasai bagian lobi KPK.
"Kami hanya mau bertemu dengan pimpinan KPK atau setingkat dibawahnya." jelas Iwan Arif setelah di tawari untuk bertemu dengan juru bicara KPK Johan Budi.
Menurut Iwan, pihaknya akan bertahan di KPK sampai bisa bertemu dengan jajaran pimpinan KPK. "Jika hari ini mereka tidak mau menemui kami, maka kami akan menginap." jelasnya.
Dalam tuntutannya FPT menuding KPK sengaja memperlambat proses hukum atas dugaan korupsi yang melibatkan Dr. Zulkifli Muhadli. "Padahal data-data dugaan korupsi terkait dengan Dana Alokasi Desa (DAD) yang di duga korupsi hingga 10.4 Milyar sudah lengkap dan KPK telah terjun ke KSB. Apalagi yang ditunggu oleh KPK." tanya Iwan.
Diungkapkannya, FPT akan terus bertahan di KPK sampai ada kejelasan mengenai penanganan dugaan korupsi di KSB oleh KPK. (KPK) (sn01)
pilkada merupakan suatu yg riskan t...
dalam menang kalah dalam politik pil...
Dasar Rumah Sakit Goblok
Semoga ALLAH Memberikan HIDAYAHNYA ke...