Taliwang, Sumbawanews.com.- Dugaan pemalsuan Ijazah Sekolah Rakyat Negeri (SRN) yang dituduhkan ke calon Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) Incumben DR.KH. Zulkifli Muhadli, SH, MH berlanjut pada proses hukum. Pensiunan PNS Guru, H. M. Masyud H. Abu yang meminta penjelasan kepada Kepala Diknas Kabupaten Sumbawa terkait sejarah perubahan Sekolah Rakyat (SR) menjadi Sekolah Dasar Negeri ( SDN) telah melayangkan surat kepada ketua KPUD KSB, Ketua Panwas Pilkada KSB tertanggal 7 Februari 2010. Surat pengaduan itu juga di tembuskan ke Ketua KPUD Provinsi NTB di Mataram, PANWAS Pilkada Provinsi NTB di Mataram, Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) di Jakarta, Kapolres Sumbawa Barat.
Informasi yang dikumpulkan Sumbawanews, pengaduan ke KPUD dan Panswas KSB telah di kirim pada Senin (8/2/2010) kemarin, namun pengaduan yang diantar langsung ke Polres KSB, KPUD KSB dan PANWAS KSB baru di serahkan pada hari Selasa (9/2/2010) hari ini.
“Baru hari selasa (9/02/2010) sekitar pukul 12.00 wib kami bisa mengantar langsung pengaduan secara resmi ke Polres KSB, KPUD dan Panwas KSB.” jelas H. Mashud via telpon seluler kepada Sumbawanews.
Dijelaskannya, Pihak KPU menginformasikan bahwa pada Pilkada tahun 2005 lalu, Kyia Zul menyerahkan surat keterangan pengganti Ijazah yang hilang akibat terbawa banjir.
“Berarti ada banjir baru-baru ini yang kembali membawa ijazah tersebut kepada Kyia Zul.” Jelas mantan Guru Kyia Zul di Sekolah Menengah Islam (SMI) Taliwang ini.
Diceritakan oleh H Mas’ud, dirinya bersama beberapa LSM di KSB mengantarkan secara langsung surat pengaduan dugaan pemalsuan Ijazah tersebut.
“Kami diterima oleh pak Kapolres, melihat data yang lengkap makin besar dugaan kami Ijazah yang diserahkan oleh Kyia Zul adalah palsu.” Tambahnya dengan informasinya pihak Polres KSB sudah melakukan penyelidikan.
Sebelumnya Kapolres KSB AKBP Hadi Gunawan via SMS Senin (08/2) malam mengakui pihaknya sudah mengecek indikasi pemalsuan Ijazah tersebut, “Sudah di cek.” Tulisnya singkat.
Ustat Mas’ud juga menceritakan bahwa dirinya pernah menjadi guru Kyia Zul saat bersekolah di SMI tahun 1969 di dulu.
”SMI itu setingkat SMP, saya menjadi guru sejak 1 Januari 1967, dan Kyia Zul masuk Januari 1969. Saya mengajar Kyia Zul sejak 1 januari 1969 sampai dengan 1970 saat kyia Zul berada di kelas 3.” jelasnya seraya heran mengapa Ijazah Kyia Zul dengan tahun 1968 masih berstatus SRN.
Dugaan Ijazah Kyia Zul palsu marak setelah Diknas Kabupaten Sumbawa memberikan pernyataan bahwa pada tahun 1968 SRN tidak diakui lagi, melainkan sudah diberlakukannya SDN 6 tahun.
Sementara itu Tim Pemenangan Zul – Mala (Z-M)melalui Humasnya Syaifullah S.Pt. M Si. Menegaskan bahwa dugaan adanya ijazah palsu yang di hembuskan pihak-pihak tertentu merupakan upaya Black Campaign untuk menjegal pasangan Z-M.
“Beredarnya isu tentang Statemen Diknas yang mengindikasikan pencalonan Kyai Zulkifli Muhadli akan gugur pada Pilkada 26 April 2010, karena menggunakan Ijazah palsu tersebut, merupakan salah satu politik Black Campaigne yang menyesatkan masyarakat,” tegas Syaifullah Politisi muda dari Partai Golkar dalam siaran persnya Minggu (7/2/2010) seraya menegaskan sebaiknya semua pihak menunggu keputusan tetap dari KPUD KSB. (sn01)
Berikut isi surat yang dilayangkan H.M. Masyud H. Abu kepada KPUD KSB
| Nomor : Lepas Lamp : 1 ( satu ) gabung Perihal : P E N G A D U A N | Kepada Yth 1.Ketua KPUD KSB 2.Ketua PANWAS PILKADA KSB di TALIWANG |
Kami yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : H. MAS’UD H.ABU
Pekerjaan : Pensiunan PNS Guru
Alamat : RT.03 RW.04 Lingkungan Motong, Kelurahan Kuang,
Kecamatan Taliwang Kabupaten Sumbawa Barat
Dengan ini kami menyampaikan pengaduan perihal kelengkapan administrasi bakal calon Bupati Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) atas nama DR.KH. ZULKIFLI MUHADLI, SH, MM, menyangkut ijazah sekolah Rakyat Negeri (SRN) yang digunakan untuk mendaftar sebagai calon Bupati KSB periode 2010-2015.
Adapun pengaduan yang kami ajukan tersebut di atas adalah sebagai berikut:
- Berdasarkan hasil verifikasi yang dilakukan oleh KPUD Kabupaten Sumbawa Barat tentang keterangan ijazah Sdr. DR.KH. ZULKIFLI MUHADLI, SH, MM bahwa ada perbedaan bulan dan tahun kelahiran antara yang tertera di ijazah Sekolah Rakyat Negeri (SRN) dan dokumen lainnya.
- Pada PILKADA Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2005, Sdr. DR.KH. ZULKIFLI MUHADLI, SH, MM menggunakan surat keterangan pengganti Ijazah yang dikeluarkan oleh Kepala SDN V Taliwang dan dilegalisir oleh Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Provinsi Nusatenggara Barat dengan alasan Ijazah yang asli hilang.
- Pada PILKADA Kabupaten Sumbawa Barat tahun 2010, Sdr. DR.KH. ZULKIFLI MUHADLI, SH, MM menggunakan surat tamat belajar Sekolah Rakyat Negeri (SRN) tahun 1968, padahal sejak 1 Januari 1968 Sekolah Rakyat Negeri (SRN) sudah berubah menjadi Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang diperkuat dengan surat kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Sumbawa Nomor 423.5/320/Diknas/2010 tanggal 6 Februari 2010. Hal ini berarti Ijazah yang dipergunakan oleh Sdr. DR.KH. ZULKIFLI MUHADLI, SH, MM diduga menggunakan Ijazah palsu atau dipalsukan.
- Bahwa berdasarkan keterangan pada point 1 s/d 3 tersebut di atas diduga bhwa sdr. DR.KH. ZULKIFLI MUHADLI, SH, MM selain tidak memiliki Ijazah Sekolah Dasar Negeri sebagai persyaratan menjadi calon Bupati Kabupaten Sumbawa Barat 2010 – 2015 juga diduga telah melakukan pemalsuan Ijazah SRN.
- Bahwa sehubungan dengan hal-hal tersebut di atas kami meminta KPUD dan Panwas Pilkada KSB 2010 untuk melakukan verifikasi keabsahan ijazah SRN tahun 1968 yang dijadikan dasar kelengkapan administrasi pencalonan Bupati KSB periode 2010 – 2015.
- Untuk mendukung keterangan dan pernyataan kami ini terlampir bukti-bukti pembanding sebagai pertimbangan:
a. Surat kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Sumbawa Nomor 423.5/320/Diknas/2010 tanggal 6 Februari 2010.
b. Copy Ijazah Sekolah Rakyat Negeri (SRN) tahun 1965/1966 a/n Rohana, copy Ijazah SRN tahun 1965/1966 a/n. Ab. Razak, Copy Ijazah SRN tahun 1964/1965 a/n Nur Atika, copy Ijazah SRN tahun 1966/1967 a/n Abdullah AR, copy Ijazah Sekolah Dasar Negeri (SDN) tahun 1968 a/n Marijam, copy Ijazah SDN tahun 1968 a/n Tjatja Anadika dan copy Ijazah SDN tahun 1969 a/n Moh Idris.
c. Copy Surat Keterangan bermaterai telah tamat belajar SDN V Taliwang a/n. SUMIATI UDIN.
Demikian surat pengaduan ini kami buat untuk menjadi perhatian dan penyelesaian sebagaimana mestinya.
Taliwang, 07 Fabruari 2010
Wassalam,
H. MAS’UD H.ABU
Tembusan :
- Ketua KPUD Provinsi NTB di Mataram
- PANWAS Pilkada Provinsi NTB di Mataram
- Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) di Jakarta
- Kapolres Sumbawa Barat
- Arsip
| Komentar |
|
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|






















wah ternyata university malaya pering...
wah ternyata university malaya pering...
Saudaraku, apakah KSB ini bisa maju k...
Dari kelakuan yang seperti itu keliha...
Kalau Andi Azisi menang saya khawatir...