HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

Tomcat Senang Lampu Warna Putih

 

Mataram, SumbawaNews.com – Tomcat, serangga cukup beracun bertubuh kecil seperti semut dan berwarna hitam dan oranye ini, ternyata tidak menyukai lampu berwarna putih. Untuk mencegah serangan predator hama wereng coklat ini, selain menjaga kebersihan dalam rumah, masyarakat juga perlu mematikan lampu atau menggantinya dengan yang berwarna kemerahan atau warna lain.

Demikian Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram, H Usman Hadi memberikan saran untuk mencegah atau mengantisipasi serangan serangga tomcat. “Tomcat senag lampu warna putih. Jadi kalau bisa tolong dimatikan atau diganti dengan lampu DOP yang warna merah karena dia tidak suka,” terangnya.

Selain itu, kendati tidak menggigit, namun karena reflek terhadap serangga yang hinggap di kulit, manusia ataumasyarakat seringkali melakukan gerakan memukul atau menepuk. Gerakan inilah yang mengakibatkan tubuh tomcat yang berwarna oranye itu pecah dan mengeluarkan cairan bidairin yang beracun.

Usman juga menyarankan, apabila tubuh dihinggapi serangga tomcat, sebisa mungkin tidak melakukan gerakan memukul atau menepuk. Melainkan cukup dengan meniup, menyentil,mengipas dengan kertas atau menyiramnya dengan air. Hal ini karena cairan bidairin itu yang akan mengakibatkan kulit menjadi melepuh seperti terbakar dan panas apabila sampai tubuh serangga tomcat ini pecah.

“Jadi kita harus menjaga kebersihan di dalam rumah. Kita tidak boleh membasmi tomcat, karena hama wereng akan meningkat dan bisa merusak pertanian. Jadi pencegahan sebenarnya kita lakukan mulai dari dalam rumah,” kata Usman.

Meski begitu, masyarakat perlu segera membasuh kulit dengan air mengalir dan sabun, dan berobat ke puskesmas terdekat apabila sudah terlanjur terkena infeksi cairan beracunserangga tomcat untuk diberikan obat anti gatal dan panas. [Idham Halik]


 

Kategori: