Tim HoES bersama TNI Survey Jalan dan Jembatan di Kongo

 

Kongo, Sumbawanews.com.-  Tim HoES (Head of Engineering Section) MONUSCO (Mission de I’Organisation de republic des Nation Unies Pour la Stabilisation en Republique Democratique du Congo) bersama dengan Satgas Kompi Zeni TNI Kontingen Garuda XX-I/Monusco atau Indonesia Engineering Company, melakukan survey bersama dalam rangka perbaikan badan jalan dan jembatan di wilayah Dungu, Faradje dan Durba Republik Demokratik Kongo yang mengalami kerusakan, Jum’at (23/3/2012).
 
Dalam melakukan survey, Tim HoES Monusco dipimpin Mr. Gautam Mukhophadya didampingi Deputy Road and Airfield Unit Mr. Emil Kwame Ampofo. Sementara, Satgas Kompi Zeni TNI dipimpin oleh Wadansatgas Mayor Czi Ary Syahrial didampingi Pasiops Kapten Czi Rahadian Firnandy, Pa So ENG Mayor Czi Imanda Setyawan dan Kapten Sus Setyo Triwidodo. Turut serta dalam survey tersebut, Komandan Kontingen Nepal Mayor Gurung Manoj dan Pasiops Kapten A. Pandey. 
 
Selain melakukan survey jalan dan jembatan di wilayah Dungu, Faradje dan Durba, rombongan juga meninjau pembangunan jalan antara Dungu-Duru sepanjang 78 km yang saat ini masih dalam pengerjaan oleh Kontingen Indonesia. 
            
Menurut Mr. Gautam Mukhophadya, apa yang telah dilakukan Kontingen Indonesia Engineering Company  dapat dijadikan contoh oleh kontingen negara lain karena hasilnya sangat bagus, rapi dan sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Monusco, diantaranya lebar jalan; ketebalan jalan yang terbuat dari limounite (tanah merah) dan saluran pembuangan air serta sinar matahari yang masuk ke badan jalan, jika hujan akan cepat menguap atau mengering karena kondisi jalan tidak lembab. 
 
            Apabila pembangunan jalan antara Dungu-Duru sudah selesai dan dapat menembus Sudan Selatan serta perbaikan badan jalan dan jembatan di wilayah Dungu, Faradje dan Durba dapat diselesaikan, ada kemungkinan Log Base yang saat ini masih di Camp Bunia akan dipindahkan ke Dungu, sehingga logistik Monusco dapat di kirim langsung dari Uganda menuju Dungu tanpa harus melewati Bunia karena infrastruktur yang ada sudah memenuhi standart baik jalan, jembatan maupun Bandara.
 
            Di akhir kunjungannya, Mr. Gautam berharap apabila perbaikan jembatan sudah dapat diselesaikan, agar di setiap titik sebelum dan sesudah melewati jembatan diberi gundukan tanah (polisi tidur) agar para pengemudi lebih hati-hati dan pelan-pelan saat melintasi jembatan yang merupakan akses vital bagi masyarakat Kongo dalam menggerakkan roda perekonomian maupun Monusco sendiri dalam pengiriman logistik melalui jalan darat.(sn01)
 
 
 
Kategori: