Tidak Ada Komunikasi dengan Dewan, Kurang Tepat

Sangkalan Walikota terhadap Tudingan Ketua DPRD Kota Mataram

 

Mataram, SumbawaNews.com – Walikota Mataram H Ahyar Abduh menyangkal tudingan tidak melakukan komunikasi dengan pihak DPRD setempat mengenai pembangunan eks Pelabuhan Ampenan menjadi Hotel dan Resort Ampenan Harbor.

“Tidak ada komunikasi saya kira kurang tepat, karena dari awal tidak mungkin Pemerintah Kota Mataram akan melakukan kerjasama terhadap beberapa asset di Kota Mataram tanpa persetujuan dewan. Itu sudah ada persetujuan dewan terhadap tiga asset kita,” tukas walikota menanggapi pernyataan Ketua DPRD Kota Mataram M Zaini terhadap pelaksanaan pembangunan eks Pelabuhan Ampenan menjadi Hotel dan Resort Ampenan Harbor.

Sebelumnya, Zaini mengaku selama proses studi sejak tahun 2008 hingga peletakan batu pertama, pihaknya tidak pernah diajak duduk bersama. Padahal dewan dan pemerintah kota memiliki tanggung jawab bersama dalam menyiapkan regulasi khususnya peraturan daerah terkait Hotel dan Resort Ampenan Harbor.

Menurut walikota, komunikasi dan keterlibatan dewan justru lebih dulu dilakukan pemerintah kota dalam bentuk meminta persetujuan untuk mengerjasamakan pembangunan tiga asset daerah dengan pihak ketiga, antara lain yang berada di depan Makam Loang Balok, eks Pelabuhan Ampenan dan Mataram Waterpark di Udayana. Persetujuan itu pun sudah diberikan. “Berdasarkan itulah maka kita lakukan proses-proses lebih lanjut. Mengumumkan kepada masyarakat siapa yang berminat mengelola asset tadi. Itu sudah diproses,” terang orang nomor satu di kota bermottokan maju, religius dan berbudaya ini.

Kendati sudah melakukan penandatangan memorandum of understanding dengan pihak pemenang tender pembangunan eks Pelabuhan Ampenan, yakni PT Gunung Lawoe Mercu Buana secara umum, walikota mengakui secara detail mengenai pembagian nilai hasil usaha dari keberadaan Hotel dan Resort Ampenan Harbor nantinya memang belum. “Secara detail belum, berkaitan dengan nilai pembagian. Kalau itu sudah terbangun dan sudah berjalan, berapa hitung-hitungan pemerintah kota dan sebagainya belum. Dan itu kita tindak lanjuti segera,” ujarnya.

Hanya saja, dia berharap semua pihak di Kota Mataram memberikan dukungan terhadap terwujudnya pembangunan Hotel dan Resort Ampenan Harbor ini. “Hal-hal yang ada masalah ke dalam mari kita selesaikan ke dalam. Kita (mestinya) sangat bersyukur ada pihak yang mau kita ajak kerjasama untuk membangun eks Pelabuhan Ampenan. Kemarin  kan ndak ada yang ngurus. Kumuh, tidak terurus seperti itu,” imbuhnya.

Apalagi walikota mengaku, dengan berbagai macam cara, pihaknya telah melakukan komunikasi-komunikasi dengan semua pihak untuk menarik investor yang berminat berinvestasi di Kota Mataram. “Ini kesempatan yang baik bagi kita. Dan juga bagaimana Kota Mataram ini kita tetap jaga sebagai kota yang kondusif. Memberikan prosepek bagi mereka yang ingin berinvestasi di Kota Mataram,” ujarnya.

Sedangkan mengenai para pedagang kreatif lapangan di sekitar eks Pelabuhan Ampenan, Pemerintah Kota Mataram melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan sedang menyiapkan sebanyak 46 lapak untuk merelokasi mereka di sepanjang Jalan Pabean, menyusul intensitas pekerjaan pembangunan oleh PT Gunung Lawoe Mercu Buana yang akan segera meningkat dalam waktu dekat.

“Pokoknya kebutuhan di sana sekitar 46 lapak di Jalan Pabean. Sementara dulu di situ, sambil pembanguan eks pelabuhan ini sudah terbangun nanti kita siapkan secara khusus. Ini tetap menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Mataram,” kata walikota.

Dia berjanji tidak akan menyia-nyiakan warganya sendiri. “Saya tidak ingin ada PKL yang disia-siakan. Apalagi sampai menutup dagangan mereka sehingga mereka tidak bisa lagi beraktivitas. Sementara (lapak) itu belum siap, tetap saja berjualan,” ujarnya. [Idham Halik]

Kategori: