HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

Surya Paloh Gerah Terhadap Pernyataan Ketum Golkar

Surya Paloh Gerah Terhadap Pernyataan Ketua Umum GolkarJakarta, Sumbawanews.com. – Dengan Pernyataan Ketua Umum Golkar Abu Rizal Bakrie beberapa hari yang alau Ketua Umum Nasden gerah. Dengan komentar Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang terkesan memandang remeh Nasdem. Partai bentukan pengusaha media massa, Surya Paloh itu pun menyentil balik Aburizal dengan menyebut Aburizal perlu lebih giat memperhatikan urusan rakyat, khususnya urusan dan masalah yang membuat rakyat sengsara.

Sentilan Nasdem itu merujuk terkait lumpur Lapindo di Sidoarjo, Jawa Timur yang telah menelan beberapa desa. "Masih banyak urusan dan problem yang membuat rakyat sengsara. Seperti Lapindo dan Bakrie Life. Sebaiknya itu dulu yang kita pikirkan," sindir Ketua Umum Partai Nasdem, Rio Patrice Capella saat acara Dialog Kerakyatan di Kantor DPP Nasdem di Gondangdia Jakarta, Kamis (3/5/2012).

Pernyataan ini dikeluarkan menyusul komentar Ical, sapaan akrab Aburizal, yang memandang rendah Nasdem. Sebelumnya, Ical mengaku tak tahu mengenai Nasdem. Ia pun yakin kalau partai baru itu tak akan mengungguli Golkar pada pemilu mendatang. "Apa itu Nasdem? Panas demam?" tanya Ical.

Berkomentar tentang pernyataan Ical, Rio berpendapat Ical mungkin saja terlampau sibuk sehingga tak mengikuti perkembangan yang terjadi. Jangankan mengenai sepak terjang Nasdem, kata dia, terkait aspirasi yang berbeda di Partai Golkar, khususnya soal Capres saja Ical tak tahu. "Jadi wajarlah," sebut mantan DPW PAN Provinsi Bengkulu.

Apalagi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Bengkulu periode 2004-2009 itu menjelaskan, saat ini Ical masih berhadapan dengan banyak masalah. Seperti kasus Lapindo dan Bakrie Life.

Padahal, Rio menilai, Nasdem pantas diperhitungkan. Antara lain, sebagai satu-satunya partai yang lolos verifikasi. "Surveinya sudah ada di urutan ke empat. Tapi wajar kalau Ical tidak tahu. Kita memahami bagaimana kondisi internal yang membuat dia galau," kata Politisi kelahiran Bengkulu, 16 April 1969 ini menandaskan.(Erwin Siregar)

Kategori: