HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

SMAN 1 Sumbawa Lulusan Terbaik di Kabupaten Sumbawa

Sumbawa Besar, Sumbawanews.com.- Angka kelulusan SMA/SMK/MA di Kabupaten Sumbawa mencapai angka 100 persen, baik di jurusan IPA maupun jurusan IPS. Hal tersebut dikatakan Kepala Dinas Diknas Sumbawa, Drs. H. Hasan Basri, Jumat (25/5/2012)

“5 siswa di SMK dan 9 orang di SMA yang tidak lulusa adalah jurusan IPS. Ini akan jadi PR kami ke depan. Kami melihat di sini yang tidak lulus adalah di mata pelajaran ekonomi. Perlu pembinaan dan perhatian terhadap guru ekonomi. Kami akan fokus untuk pacu ke depan,” Paparnya.

Jika diurut, capaian SMA se Kabupaten Sumbawa dalam 10 besar, antara lain, SMAN 1 Sumbawa, SMAN 2 Sumbawa, SMA K St.Gregorius, SMAN 3 Sumbawa, SMAN 1 Lunyuk, SMAN 1 Utan, SMAN 1 Labangka, SMAN 4 Sumbawa,  SMAN Muhammadiyah Sumbawa,  dan terakhir SMAN 1 Alas.

Khusus SMK ulas Kadis Diknas, ternyata SMK di pedesaan mengepung SMK Kota. Buktinya SMKN 1 Buer di peringkat pertama, diikuti SMKN 1 Lunyuk di peringkat kedua yang notabene belum memiliki gedung, guru negeri pun belum ada dan lulusan tahun ini adalah angkatan pertama, siswanya 21 orang masih numpang di SMPN 1 Lunyuk.  Sementara ini masih memprogramkan pendidikan rekayasa perangkat lunak computer. Peringkat tiga dan seterusnya yakni SMKN 1 Lopok, SMKN 1 Alas, SMKN 1 Tarano.

Lalu bagaimana dengan RSBI, menurut Kadis Diknas, RSBI bukan tidak unggul dan berprestasi. Tidak munculnya SMK RSBI lantaran jika dibanding dengan jumlah siswanya dengan SMK non RSBI lain maka persenstasenya tidak sebanding. Sebab jumlah siswa di SMK RSBI jauh lebih banyak.

Diknas menghimbau, mulai tahun ini dan tahun akan datang pengumuman kelulusan dilaksanakan pada hari yang diliburkan untuk sekolah. Hal tersebut  untuk mengeleminir euphoria negative yang begitu besar dari kelulusan siswa. Misalnya, konvoi kendaraan dan coret pakaian.

“Kami Sarankan ke sekolah umumkan melalui media cetak, dan mulai tahun depan itu wajib, tahun ini hanya saran,” tambah Kadis Diknas. (Kaniti)


 

Kategori: