Sembilan Ribu Lebih Bidang Tanah di Kota Mataram Belum Bersertifikat

 

Mataram, SumbawaNews.com – Sebanyak 9.680 bidang tanah atau sekitar 11 persen dari total 88 ribu bidang tanah di Kota Mataram belum bersertifikat.

Demikian Kepala Badan Pertanahan Nasional Kota Mataram, H Nazaruddin mengemukakan hal ini di sela-sela acara penyuluhan hukum pertanian dan sosialisasi pelayanan pertanahan di aula lantai tiga Kantor Walikota Mataram, Sabtu  (10/3).

Pemerintah pusat, melalui Badan Pertanahan Nasionial terhadap sejumlah bidang tanah yang belum bersertifikat ini memiliki setidaknya tiga program pada tahun 2012 ini, antara lain program sertifikasi nelayan sebanyak 100 bidang, program prona 500 bidang dan program usaha kecil dan menengah (UKM) sebanyak 50 bidang.

Dalam pelaksanaan ketiga program ini, BPN Kota Mataram tidak memungut biaya atau cuma-cuma. “Sejak tahun 2010, untuk kegiatan APBN yang sudah dibiayai negara, kantor pertanahan tidak memungut biaya. Nol rupiah,” kata Nazaruddin.

Hanya saja, Nazaruddin tidak menampik adanya biaya yang harus dikeluarkan masyarakat untuk pembelian materai, map dan surat-surat keterangan di kelurahan yang besarannya tidak lebih dari Rp 100 ribu. Sedangkan di BPN Kota Mataram sendiri gratis. “Di kantor pertanahan kami tidak memungut biaya,” ujarnya, dan mengimbau agar aparatur di tingkat kelurahan tidak memberatkan masyarakat dalam proses pensertifikatan tanah.

Secara umum, ungkap Nazaruddin, rata-rata setiap tahun ada sekitar 30 ribu pelayanan pertanahan di BPN Kota Mataram, dengan proses penyelesaian yang mencapai lebih dari 100 persen dan 16 ribu di antaranya berkaitan dengan proses pensertifikatan.

Sedangkan menyangkut sengketa tanah di Kota Mataram sebanyak 28 kasus, dengan 5 kasus di antarnya dapat diselesaikan secara mediasi. Khusus untuk sengketa double sertifikat sebanyak dua kasus dan sedang dalam proses peradilan. “(Kalau sengketa tanah antara Pemkot Mataram dengan masyarakat) belum ada saya dapat laporan tanah-tanah yang sudah dibebaskan masyarakat diklaim lagi oleh masyarakat,” tukas Nazaruddin. [Idham Halik]

Kategori: