HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

Sekjen Mengaku Tidak Tahu Nilai Anggaran Renovasi DPR, KPK Diminta Telusuri

Sekjen Mengaku Tidak Tau Anggaran Renovasi Rumah DPR, KPK Harus TelusuriJakarta, Sumbawanews.com. –  LSM Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi membeberkan kepada media anggaran untuk pemeliharaan Rumah Dinas DPR yang nilainya mencapai Rp 101 Milyar.

Ucok juga mendesak Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) DPR untuk mengembalikan anggaran negara sebesar Rp 101 miliar untuk pemeliharaan rumah dan wisma DPR, agar bisa digunakan untuk program kerakyatan.

Menurut Ucok dalam dokumen Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Setjen DPR tahun anggaran 2012 berlabel "Rahasia" yang diperolehnya, tertera alokasi anggaran Rp 101 miliar itu.

Rinciannya, alokasi anggaran untuk pemeliharaan rumah jabatan anggota (RJA) dan Wisma Peristirahatan DPR untuk tahun 2012 sebesar Rp 98 miliar. Nilai itu meningkat dari nilai tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 50,3 miliar saja.

Angka Rp 98 miliar masih ditambah Rp 3,1 miliar untuk program pemeliharaan ketertiban umum gedung, kantor, RJA, dan wisma DPR, yang diperuntukkan membayar honor pada tenaga honorer pamdal sebanyak 53 orang.

Angka Rp 101 miliar itu masih ditambah dengan Rp 2,9 miliar untuk pos registrasi kegiatan, yang merupakan pembayaran uang lelah pengelola administrasi pemeliharaan gedung, wisma griya sabha, dan komplek RJA DPR.

"Anggaran sebesar Rp 98 miliar itu dipergunakan sebagian untuk pembayaran retribusi listrik, telepon, dan gas dalam Komplek RJA di Ulujami Jakarta Barat, RJA kalibata Jakarta Selatan, dan rumah jabatan pimpinan DPR. Selain itu, Rp 85 miliar di antaranya digunakan untuk pos pembangunan rumah negara dan tanpa penjelasan detil soal maksud pos itu," ujarnya.

Sementara itu, Sekjen DPR RI Nining Indra Saleh saat di konfirmasi hal ini, mengaku belum tahu adanya alokasi anggaran untuk biaya pemeliharaan dan perawatan rumah dinas anggota Dewan sebesar itu.

"Saya malah belum tahu soal anggaran sebesar itu untuk pemeliharaan rumah dinas anggota Dewan. Nanti saya cek dulu, ya. Ini saya ada rapat dulu dengan pimpinan Dewan. Nanti kalau sudah saya pelajari, kami kabari," ujar Nining.

Bahkan disinggung masalah proyek di DPR, Perjalan Dinas DPR, Bahkan sampai kepada Biaya akomodasi DPR yang dituding banyak banyak dilakukan Sekjen DPR yang kerjasama dengan DPR melakukan penggelembungan Dana, Nining juga tidak mau menjawab.

“Masalah itu saya nokomen deh, nanti aja lain waktu kita lanjut ngobrol saya mau buru buru, ada rapat dengan Pinpinan DPR.” Ucap Nining Sambil menuju pintu lift Nusantara III . (Erwin Siregar) 

 

 

 

Kategori: