HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

PTNNT Resmikan Gedung DPRD Sumbawa senilai Rp28 Miliar Lebih

 

Sumbawa Besar, Sumbawanews.com.– Bupati Sumbawa Drs. Jamaluddin Malik yang didampingi Manager Eksternal Eksplorasi PTNNT, Kasan Mulyono meresmikan penggunaan  gedung DPRD Sumbawa ditandai dengan penandatangan prasasti, Sabtu (21/1).  Proyek senilai Rp28 miliar lebih ini bersumber dari dana CSR (Corporate Social Responsibility) $38 juta PTNNT yang dialokasikan untuk Pemerintah Sumbawa.
 
“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Sumbawa atas kerjasama dan kemitraan yang telah terbina selama ini dalam membangun beberapa proyek pemerintah yang ada di Sumbawa. Demikian pula halnya dengan gedung DPRD Sumbawa ini telah  dibangun berkat kerjasama semua pihak,” kata Martiono Hadianto, Presiden Direktur PTNNT.
 
Dikatakan Martiono, Sesuai perjanjian dengan tiga pemerintah daerah, yakni Pemprov NTB, Pemkab Sumbawa dan Pemkab Sumbawa Barat, pengerjaan proyek-proyek tersebut dilakukan oleh PTNNT.  Setelah rampung, proyek-proyek tersebut dihibahkan kepada masing-masing daerah sesuai usulan program yang diajukan kepada PTNNT.
 
“Proyek-proyek pemberdayaan masyarakat akan terus kami lanjutkan di Kabupaten Sumbawa meskipun saat ini kegiatan usaha pertambangan kami di wilayah Elang, Kabupaten Sumbawa masih dalam tahap eksplorasi. Hal ini kami lakukan sesuai dengan komitmen kami untuk menjadi yang terdepan dalam bidang tanggung jawab sosial,” katanya, seraya mengatakan bahwa proyek pemberdayaan masyarakat di Sumbawa pada 2011 sekitar Rp18 miliar, sedangkan tahun ini direncanakan sebesar Rp53,2 miliar yang sebagian besar digunakan untuk pembangunan sarana jalan, gedung dan pemberdayaan lainnya.
 
Gedung tiga lantai dengan luas bangunan 5.234 meter persegi yang berdiri di atas lahan seluas 1,8 hektar ini memiliki berbagai fasilitas seperti 19 ruangan di lantai satu, 12 ruangan di lantai dua dan 19 ruangan di lantai tiga terdiri dari ruang Badan Kehormatan, ruang Badan Musyawarah, ruang Ketua DPRD, ruang wakil Ketua DPRD I, ruang wakil Ketua DPRD II, ruang tunggu VIP, ruang Sidang Utama, ruang Komisi I, ruang Komisi II, ruang Komisi III, ruang Komisi IV, ruang Fraksi, ruang Media, ruang perlengkapan, ruang Kabag Keuangan, ruang pertemuan Sekwan atau Badan anggaran, ruang Kabag humas dan protokol, gudang arsip, gudang perlengkapan, ruang panel dan fotocopy, ruang parkir dan 51 kamar kecil. 
 
“Kami berharap bantuan ini dapat turut mendukung program pemerintah daerah dalam meningkatkan pelayanan umum, kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan masyarakat. Kami juga berharap agar proyek eksplorasi Elang dapat berjalan dengan lancar dan mendapat hasil yang positif sehingga kesempatan kerja dan peluang usaha bagi pengusaha lokal Sumbawa dapat terserap lebih banyak,” kata Martiono.
 
Jumlah proyek bantuan dana CSR PTNNT bekerjasama dengan Pemerintah Sumbawa  mencapai 55 buah. Sebelumnya, PTNNT juga telah menyerahterimakan 8 proyek fisik dan 13 proyek non fisik senilai Rp48,8 miliar kepada pemerintah Sumbawa.
 
Program pengembangan masyarakat PTNNT difokuskan pada empat pilar utama yakni peningkatan kesehatan masyarakat, peningkatan pendidikan masyarakat, peningkatan perekonomian masyarakat dan infastruktur. 
 
Selain proyek dana khusus $38 juta, PTNNT juga mengalokasikan dana pengembangan masyarakat $4-5 juta setiap tahunnya. Sejak awal operasinya hingga saat ini,  PTNNT telah membangun 208 sarana dan prasarana, seperti sarana pendidikan, Kesehatan, jalan, irigasi, dan pariwisata. Di bidang pendidikan, PTNNT juga memberikan bantuan berupa beasiswa, pelatihan guru, dan lain-lain.
 
PTNNT mendapatkan penghargaan PADMA dari Presiden RI untuk Program Pemberdayaan Masyarakat dan juga Penghargaan Pemberdayaan Sosial dari Menkokesra.(*/sn01)
 
 
Kategori: 

Comments

Puliii keras ya senyaman ate tau dewan nan pe...Na gama ngantok pang dlam ruang sidang na....

PT. NNT itu sengaja dlam memebangun gedung ini untk meraih simpati publik agar eksploitasi pertambangan mereka lancar2 dan mendpt perlindungan secara legislasi dan birokrasi. Tapi dampak ke depannya akan jauh lebih merugikan dari banyak sisi