HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

PT SMN: Peristiwa di Sape, Bima berdampak pada investasi di Indonesia

Jakarta, Sumbawanews.com. – Dengan adanya  penghentian sementara Izin Usaha Pertambangan - Eksplorasi  (IUP-E), PT Sumber Mineral Nusantara (PT SMN)   akan menunda  sementara kegiatan survei para ahli geologi yang berjumlah 10 orang, serta tenaga administrasi berjumlah 5 orang dan sekitar 100 pekerja lokal dari desa-desa di areal eksplorasi.  PT SMN selama ini mengerjakan pengambilan sampel bebatuan, pasir untuk dianalisa di laboratorium geologi.

PT SMN adalah pemegang izin eksplorasi sesuai SK Bupati Bima No.188.45/357/004/2010 yang merupakan penyesuaian atas SK Bupati Bima No.621 Tahun 2008M/1429H berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No.4 Tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Bartubara. PT SMN adalah salah satu diantara  20 lebih pemegang izin usaha pertambangan lainnya di Bima, dimana PT SMN telah menjalankan kewajibannya kepada pemerintah, sesuai dengan ketentuan IUP-E dan sudah melaksanakan kegiatan eksplorasi di arealnya.

General Manager  PT SMN Sucipto Maridjan  dalam siaran persnya, Ju'mat (20/1) mengatakan Keputusan Bupati Kabupaten Bima No. 188.45/743/004/2011, Tanggal 23 Desember 2011, Tentang Penghentian Sementara Ijin Kegiatan EksplorasiPT Sumber Mineral Nusantara (PT SMN) berakibat tertundanya realisasi investasi pada wilayah Ijin Usaha Pertambangan (IUP) tersebut dan berdampak buruk terhadap keberlangsungan kegiatan eksplorasi di Kabupaten Bima.

PT SMN  telah membiayai berbagai pengeluaran untuk kegiatan eksplorasi yang sejauh ini telah menghabiskan 1-2  juta USD   antara tahun 2008 sampai 2011,  sebelum kegiatan 2011 terhenti.  Sucipto Maridjan menjelaskan apabila kegiatan eksplorasi berlangsung sebagaimana mestinya sepanjang tahun 2011,  pengeluaran bisa mencapai sampai 3 juta US Dolar.

"Pengeluaran tersebut adalah untuk membiayai kegiatan pengambilan conto (sampel geologi), penelitian laboratorium, biaya operasional  dan tenaga kerja, dan lain sebagainya," jelasnya.

Selanjutnya ia mengatakan Kandungan resiko kegagalan eksplorasi yang sangat tinggi, menyebabkan tidak banyak sumber pendanaan yang bersedia mendanai kegiatan eksplorasi.  Hanya karena kredibilitas baik dari PT SMN yang keahlian para pendirinya sudah teruji,   PT SMN berhasil mendapatkan kepercayaan investor Arc Exploration,   perusahaan publik yang terdaftar di Bursa Sydney,  Australia, untuk menggalang kerjasama.  

"Ini penting,  karena kegiatan eksplorasi dan penelitian sarat dengan ilmu pengetahuan dan teknologi di samping dana besar,” jelasnya.

Kegiatan eksplorasi PT SMN masih pada tahap sangat awal untuk mengetahui ada atau tidaknya indikasi  kandungan emas dan mineral ikutan lainnya yang berpotensi untuk dikembangkan secara ekonomis.  PT SMN tidak merubah bentang alam dan sumber air tanah, yang dilakukan hanya sebatas pengambilan data geologi dan pengambilan conto tanah dan batuan yang ada dipermukaan.

"Harapan kami, adalah dapat segera melanjutkan kegiatan eksplorasi yang telah tertunda sesuai dengan kewajiban kami sebagai pemegang Izin Usaha Pertambangan Eksplorasi (IUP-E) yang mana izin usaha semestinya dapat memberikan kepastian kepada perusahaan yang sungguh-sungguh dan serius merealisasikan kegiatannya," jelasnya.

Sucipto menjelaskan kapan didapatnya hasil eksplorasi belum dapat diperkirakan,  apakah pada akhirnya menemukan potensi cadangan emas dengan keekonomian yang  layak,  juga belum dapat dipastikan.  Mengingat resiko kegagalan sangat tinggi,  contohnya dari sekitar 200 kontrak karya yang dikeluarkan pemerintah tahun 1986,  hanya kurang dari 10 perusahaan yang berhasil meningkatkan eksplorasi menjadi eksploitasi pertambangan.  "Artinya proporsi sukses amat rendah, kurang dari 5%," tegasnya.

PT SMN  selama menjalankan kegiatan eksplorasi,   telah melakukan sosialisasi ke 15 desa yang terletak didalam areal explorasi. Berdasarkan Laporan Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bima, kepada Bupati Bima, pada tgl 10 Agustus,  mengenai Hasil SosialisasiTim Terpadu berdasarkan Keputusan Bupati Bima, di Kecamatan Lambu dan Sape, maka dari 15 desa di areal eksplorasi, ada 13 Desa yang  telah menyatakan dan menandatangani persetujuan "Rekomendasi bagi SMN agar Kegiatan Eksplorasi dan Penelitian dapat dilanjutkan."

Didalam sosialisasi terpadu PT SMN aktif  memberikan pemaparan untuk menjelaskan aspek teknis kegiatan eksplorasi baik yang telah dilaksanakan maupun rencana lanjutan.

PT SMN antara tahun 2008 dan 2011 juga  memberikan kontribusi kepada masyarakat setempat dengan ikut aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan seperti misalnya perbaikan jalan yang rusak dan kegiatan kepemudaan yang ada di Desa.

PT SMN adalah perusahaan swasta nasional yang sahamnya dimiliki oleh Ir.H. Gunardi Salam Faiman  dan PT Sumber Abadi Nusantara (didirikan oleh Alwi Wikrama 31,24%, Siti Roosida 31,24%, Gunardi Salam Faiman 37,52%).Pegawainya terdiri dari 10 orang tenaga ahli geologi,  5 pegawai administrasi, dan 2 orang manajemenprofesional serta mempekerjakan sekitar 50 - 100 pekerja lokal dari desa-desa di areal eksplorasi.Kegiatan eksplorasi SMN menggunakan peralatan sederhana dan tidak melakukan kegiatan penambangan maupun penebangan pohon. (sn01)

 

 

Kategori: