HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

PKS Tidak Gentar Dengan Ancaman Resuffle Kabinet

 PKS Tidak Takut Dengan Ancaman Demokrat Jakarta, Sumbawanews.com. - Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat, Andi Mallarangeng, menyatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan melakukan pertemuan dengan para ketua umum parpol koalisi di kediamannya, Cikeas, Jawa Barat, pada Selasa (3/4/2012) malam ini.

 

Evaluasi dan kelanjutan nasib Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam tubuh Setgab akan ditentukan dalam pertemuan para "dewa-dewa" parpol koalisi tersebut.

 

"Nanti soal itu kan dibahas di Setgab. Itu kan ada ketua-ketua umum parpol," ujar Andi seusai menemui pimpinan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di Gedung DPR/MPR/DPR RI, Jakarta, Selasa (3/4/2012) petang.

 

Andi mengaku belum tahu apa yang akan diputuskan oleh Presiden Yudhoyono tentang PKS. "Nanti, itu serahkan ke Pak SBY saja," tukasnya.

 

Sebagaimana diberitakan, kabar pendepakan PKS dari Setgab parpol koalisi disampaikan sejumlah politisi Partai Demokrat setelah PKS kembali mengambil sikap yang berseberangan dengan fraksi parpol koalisi di DPR tentang rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).

Dalam Rapat Paripurna penetapan RUU APBNP Perubahan 2012, fraksi PKS secara tegas menolak kebijakan pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

 

Sebelumnya, politisi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, menyatakan rencana pertemuan ketua umum parpol koalisi ini tidak akan mengundang perwakilan PKS.

 

Keberadaan Andi Mallarangeng di Gedung DPD RI sendiri adalah melakukan koordinasi dengan pimpinan DPD RI guna persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON).

 

Menanggapi adanya isu akan adanya resuffle Kabinet dan isunya akan menteri dari partai PKS akan kandas disebabkan ketidak sepahaman terhadap pembahasan RAPBN 2012 di rapat paripurna beberapa hari yang lalu.

 

Diancam sejumlah politikus Partai Demokrat karena menolak kebijakan kenaikan harga bahan bakar minyak, Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Aboe Bakar Al-Habsyi melawan.

 

Dia mengaku tak takut dengan ancaman Partai Dmeokrat mengeluarkan PKS dari koalisi. "Silahkan saja mereka (Demokrat) meminta, tapi kami berkoalisi tidak dengan Demokrat tetapi dengan SBY-Boediono," ujar Aboe saat dihubungi, Selasa (3/4/ 2012).

 

Menurut Aboe, tergabungnya PKS sebagai anggota koalisi diatur berdasarkan kesepakatan Majelis Syuro dan Ketua Koalisi, Susilo Bambang Yudhoyono. Dalam berkoalisi, sikap PKS sejak awal pemenangan SBY menjadi presiden hingga sekarang sangat jelas. Kontribusi PKS kata Aboe dalam koalisi sudah ditunjukkan sejak awal. "SBY sangat bijak dalam melihat perjanjian itu dan saya yakin dia tahu bagaimana PKS bekerja," ujarnya.

Aboe meyakinkan meski punya sikap berbeda dalam sidang paripurna tanggal 30 Maret lalu, PKS tetap berkomitmen mengawal pemerintahan SBY-Boediono hingga 2014 mendatang. "Perjanjiannya jelas dan kami tidak akan melanggar," ujar dia.

 

Kemarin, dalam rapat DPP Demokrat yang dihadiri Ketua Dewan Pembina Susilo Bambang Yudhoyono, sejumlah elit demokrat meminta presiden mendepak PKS dari koalisi. Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum mengatakan, dalam pertemuan selama sekitar tiga jam itu sejumlah pengurus menyampaikan keluhan atas sikap PKS di koalisi. Dia pun meminta SBY segera mencoret PKS dari koalisi. "Kami merasa Presiden bisa bekerja dan mengambil keputusan," ujarnya seusai acara.

 

Andai nanti Presiden SBY menonaktipkan semua Menteri kami dari PKS sudah siap dengan segala resiko, kami tidak akan gentar, akan tetapi saya yakin SBY mengerti dengan semua perbedaan, beliau (SBY-Red) tidak mungkin akan menonaktipkan Menteri hanya disebabkan akibat perbedaan pandangan.”Ucap Aboe.(Erwin Siregar)

 

Kategori: