Perlu Sistem Peringatan Dini Konflik Sosial

 

Sumbawa Besar, Sumbawanews.com. – Untuk mengantisipasi terjadinya konflik atau bencana sosial yang terjadi dikemudian hari, diperlukan langkah-langkah sebagai bentuk antisipasi, misalnya dengan mengusulkan sistem peringatan dini terhadap konflik sosial oleh Kemensos RI. 
 
“Sistem peringatan dini terhadap konflik sosial yang diterapkan, sesuai dengan karakteristik daerah masing-masing dengan melibatkan para pemuda, intelektual, dan budayawan,” kata Dr.H.Saim Segaf Al Jufri,MA., Menteri Sosial, dalam pertemuan dengan berbagai unsur pemerintahan dan masyarakat yang merupakan bagian dari Kunjungan Kerja Menteri Sosial Republik Indonesia, di Wisma Daerah Sumbawa, Kamis (07/02). 
 
Menurutnya, dengan adanya sistem peringatan dini tadi akan muncul pelopor-pelopor perdaaian misalnya dari kalangan pemuda apabila ada provokator. Kemudian serentak merapatkan barisan untuk mendudukkan persoalan sesuai dengan tempatnya agar tidak melebar kemana-mana. Sebab, jika terjadi konflik yang menjadi korban adalah dari kedua kelompok.
 
Ditegaskan, dengan peristiwa 221, akan berakibat panjang bagi sebagian masyarakat dan Indonesia pada umumnya. Sebab, kerugian itu bukan hanya secara materiel semata dari kelompok-kelompok tertentu. Tapi karena kejadian ini juga diketahui oleh orang lain, daerah lain, negara lain. “Maka yang malu itu adalah kita semua, sementara indonesia dikenal sebagai negeri yang santun,” jelasnya.
 
Ia meminta, hal-hal yang telah diwarisi oleh pendahulu bangsa seperti nama baik dan bangunan misalnya, dihancurkan kemudian dengan perbedaan. Sebab, perbedaan bukan alasan untuk saling permusuhan, karena sebenarnya perbedaan itulah yang membuat keindahan.
 
“Inilah negeri kita. Kita sudah semustinya untuk saling berdampingan, saling menghormati, saling menyayangi, saling menghargai. Takut untuk mendzolimi orang lain. Jangankan antar suku, suami istripun beda pendapat, tapi kita cari titik temu,” katanya. (Using)
 
 
Kategori: