“Tahun ini belum karena defisit. Anggaran kita dipangkas semua sektor. Mudah-mudahan di perubahan (APBD Perubahan Loteng tahun 2010, red) ini bisa diupayakan,” terang Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Lombok Tengah, HL Idham Halid di Praya.
Pengalokasian dana sharing melalui APBD Loteng bagi sekolah RSBI, menurut Idham, sebenarnya merupakan bentuk komitmen dan dukungan pemerintah daerah untuk percepatan menuju sekolah bertaraf internasional sesuai amanat UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistim pendidikan nasional.
“Salah satu pasalnya menyebutkan, dimungkinkan membentuk satu satuan pendidikan bertaraf internasional. Di Loteng sendiri telah disiapkan SD 4 Praya, SMP 1 Praya, SMA 1 Praya dan SMK 1 Praya,” ungkapnya.
Dari keempat sekolah tersebut, tiga di antaranya ditetapkan sebagai rintisan sekolah bertaraf internasional pada tahun 2009, kecuali SMA 1 Praya pada tahun 2007. Sedangkan SMP 1 Praya ditetapkan pada tahun 2009 sebagai RSBI Mandiri. Artinya, sekolah ini membiayai sendiri seluruh kegiatan dalam rangka pelaksanaan program tersebut.
Sedangkan tiga sekolah RSBI lainnya mendapat dukungan dari pemerintah pusat berupa dana dekonsentrasi dan dana sharing dari Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah dengan jumlah bervariasi. Untuk SD 4 Praya, dana dekon tahun 2009 dan 2010 masing-masing senilai Rp 100 juta dan dana sharing dari Pemkab Loteng baru diterima satu kali yakni pada tahun 2009 senilai Rp 100 juta.
Untuk SMA 1 Praya, dana dekon diterima sejak tahun 2007 hingga sekarang senilai Rp 300 juta pertahun. Begitu pula dana sharing dari Pemkab Loteng, senilai Rp 100 juta pertahun. Sedangkan untuk SMK 1 Praya, dukungan dana dekon dari pemerintah pusat mengalami penurunan pada tahun 2010 ini yakni senilai Rp 100 juta dari tahun 2009 senilai Rp 400 juta.
Idham Halid menjelaskan, penggunaan baik dana dekon maupun dana sharing dari pemda itu sesuai dengan peruntukkannya atau kegiatan di sekolah RSBI masing-masing. Kendati jumlah siswa di tiap-tiap kelas di sekolah tersebut, diakuinya masih melebihi standar daya tampung dari seharusnya 32 orang perkelas. “Ada yang lebih 2-3 orang perkelas,” ungkapnya. (Idham Halik)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















Iskandar, ternyata anda telah jujur d...
saking kelewat jujurnya saksi JM, akh...
Kalian tim JM ketahuan banget pemboho...
..emang tau pasti ya semuax itu..ntar...