Pariwisata Lombok Tengah, NTB Minim Infrastruktur Pendukung

 

Jakarta, Sumbawanews.com.- Provinsi Nusa Tenggara Barat termasuk dalam lima destinasi pariwisata Indonesia. Potensi pariwisatanya tehampar di seluruh kota dan Kabupaten. Jika pemerintah berpiahak dengan sungguh-sungguh mengelolanya maka akan memberikan dampak yang signifikan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat daerah Nusa tenggara Barat. 
 
Hasil kunjungan Komite II DPD RI yang membidangi Pariwisata mengungkapkan masih minimnya infrastruktur jalan menuju akses wisata. Sebagai tolak ukur hal itu tergambar dari kunjungan ke Lombok Tengah belum lama ini. Senator dapil NTB, L. Supardan meminta kepada seluruh anggota DPR RI dan DPD RI dapil NTB agar dapat memperjuangkan aspirasi ini. "Tolong dimuat ya, ini sangat penting" pintanya kepada Sumbawanews.com Rabu (4/3) di Komplek Parlemen DPD RI.
 
Menurutnya, potensi yang ada di Pantai Kute (Lombok Tengah) dan Selongbelanak harus menjadi prioritas pembangunan infrastruktur oleh Pemda Lombok Tengah. "Bagaimana mungkin kita akan melakukan kunjungan ke daerah yang jalannya sempit dan rusak" katanya menggambarkan infrastruktur jalan di Selongbelanak. 
 
Demikian juga dalam promosi pariwisata oleh Pemerintah daerah supaya dapat menganggarkan dana yang lebih besar. Mengutip pernyataan Kadis pariwisata Lombok Tengah, L. Supri, dari dua puluh satu event pariwisata di Lombok tengah hanya satu yang dibiayai oleh APBD. "Mestinya ada yang dibiayai, dana APBD tahun kemarin Rp.900 juta menjadi Rp. 1 M pada tahun ini. Ini keluhan dari Kadis Pariwisata Lombok Tengah. Saya kira event-event ini harus dibiayai sekaligus dilihat oleh touris-touris domestik dan mancanegara," ungkapnya.
 
Dimintai tanggapannya menyangkut kesungguhan pemerintah Provinsi NTB mendorong pariwisata religi, dia berpendapat kalau Gubernur NTB, M.Zainul Majdi telah melakukan. "Contoh pembangunan Islamic centre di Kota Mataram, setahu saya dananya bersumber dari negara-negara Arab. Harapan kita di NTB, sesuai dengan predikat daerah seribu mesjid, maka perlu di amanatkan dalam pasal RUU tentang Pariwisata yang sedang diusulkan oleh DPD RI. Wisata yang cocok di nTB adalah wisata religi. Dirirnya memberikan gambaran logika berfikir, kalau saya mau datang ke rumah seorang dedare (gadis, dalam bahasa Lombok, Red) maka saya tertarik untuk masuk ke rumah gadis itu saya akan mengikuti persyaratannya dengan berpakaian bagus, showan yang bagus kepada orang tuanya," Supardan menggambarkan.
 
"Nah kalau pariwisata kita bisa memberikan sesuatu yang bagus buat mereka maka kita harus melakukan itu. Contoh ketika kita mendatangi Candi Borobudur, wisatawan diwajibkan mengunakan sarung, kita lakukan karena itu kontranitas seperti itu. Demikian juga dengan daerah kita jika hal itu dilakukan tentu memiliki nilai jual tersendiri" pintanya penuh harap.(Zainuddin)
 
 
Kategori: