Panglima TNI Lantik Ketua Umum FKPPI

 

Jakarta, Sumbawanews.com.- Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, S.E.  melantik Hans H. Silalahi sebagai Ketua Umum Gerakan Muda Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan dan Putra Putri TNI – Polri (GM FKPPI) periode 2012-2016 sekaligus menutup Musyawarah Nasional IX FKPPI, di Gedung Serbaguna Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, Minggu sore (26/2).
 
Dalam amanatnya Panglima TNI mengatakan, FKPPI harus mempertahankan  komitmen dan membangun  jatidirinya  sebagai kekuatan komponen pendukung pertahanan dan keamanan negara, serta sebagai komponen strategis dalam menjaga dan memelihara stabilitas dan integritas NKRI.  Eksistensi generasi muda FKPPI tidak hanya dipandang sebagai salah satu komponen yang tidak terpisahkan dari generasi muda penerus bangsa, namun juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari keluarga besar TNI-Polri, yang kejelasan dedikasi dan kesamaan persepsinya diarahkan bagi kepentingan membangun dan mengatasi segala persoalan masyarakat, bangsa dan negara. 
 
“Generasi muda FKPPI merupakan organisasi kepemudaan mandiri,  profesional,  pendukung cita-cita Proklamasi  17 Agustus 1945, yang mempunyai hubungan kesejarahan, kultural dan emosional dengan PEPABRI di bawah pembinaan TNI-POLRI. Namun demikian hal itu bukan berarti secara kelembagaan FKPPI berada langsung di bawah bayang-bayang TNI.   Atas nama netralitas dari segala bentuk peran, kegiatan dan pelibatannya, FKPPI secara organisasional harus terpisah dari TNI”, ujar Panglima TNI. 
 
            Lebih lanjut dikatakan, FKPPI pada dasarnya bersifat “generatif”, baik dari aspek psikologis dan kultural sebagai inti dari pola pembinaan peran dan fungsi FKPPI.  Selama TNI berdiri sebagai garda terdepan bangsa dan benteng terakhir Indonesia, maka selama itu pula FKPPI harus menjadi garda penerus bangsa, yang memiliki militansi, nasionalisme dan semangat juang dengan misi membangun dan membantu menyelesaikan masalah-masalah kebangsaan.
 
“Dengan demikian, tanggung jawab moral paling utama dari FKPPI, adalah menyatukan pikiran, sikap dan tindakan, bahwa NKRI sudah final dan merupakan harga mati.   Siapapun yang hendak merubah dan menghancurkan NKRI akan berhadapan dengan TNI dan FKPPI bersama komponen generasi muda lainnya, sebagai  garda terdepan bangsa dan benteng terakhir Indonesia’, tegas Panglima TNI. 
 
Sebelum mengakhiri amanatnya, Panglima TNI memberikan beberapa saran dan rekomendasi untuk dilaksanakan bersama-sama, khususnya oleh FKPPI, baik dalam konteks organisasi, keluarga maupun individu.  Pertama, FKKPI harus mampu melahirkan generasi muda berkualitas, yang memiliki kepemimpinan yang kuat, efektif dan visioner. Kedua, FKPPI perlu melakukan revitalisasi dan reaktualisasi nasionalisme melalui peningkatan kesadaran terhadap wawasan, rasa, paham dan semangat kebangsaan.  Ketiga, keberhasilan bangsa-bangsa yang maju adalah bagaimana negara membangkitkan kebutuhan untuk berprestasi pada masyarakatnya (buku karya David McClelland (1961), seorang profesor Psikologi dari Universitas Harvard). Keempat, FKKPI harus berperan menjadi penjuru dalam membangun kembali karakter dan jatidiri bangsa yang berlandaskan empat pilar kebangsaan. Kelima, dalam konsep Sishanta, FKPPI adalah unsur utama dari komponen cadangan pertahanan negara dalam rangka mempertahankan stabilitas dan integritas NKRI dalam menghadapi ancaman non-militer yang berdimensi ideologi, politik dan sosial budaya. 
 
Acara tersebut dihadiri oleh beberapa Petinggi TNI - Polri, antara lain Kasal Laksamana TNI Soeparno, Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, Kapolri Jenderal Pol. Timur Pradopo, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Bambang Wahyudi, Aster Panglima TNI Mayjen TNI Langgeng Sulistyono dan Kapuspen TNI Laksda TNI Iskandar Sitompul, S.E. (sn01)
 
 
Kategori: