“Tak ada lagi yang patut untuk dipercaya kecuali mahasiswa, kerancuan berpikir instansi pemerintahan dalam penegakan supremasi hukum yang semakin bergejolak hanya bisa ditaklukkan lewat perjuangan keras para kaum intelektual, yaitu mahasiswa, yaitu dengan aksi Heroistic”_Zulchijjah_
Maraknya kasus skandal korupsi yang melanda negeri ini bukanlah hal yang tabu lagi. Setiap mata dan telinga rakyat Indonesia sudah tentu mengarah pada problem memalukan ini. Kinerja penegak hukum seakan-akan tak kuasa melawan arus besar yang melanda bangsa ini. Kasus kriminalisasi dua pimpinan KPK, penyuapan yang dilakukan Anggodo, kasus Artalyta dan kasus skandal Bank Century, syukurnya kasus dua pimpinan KPK dan Anggodo cepat dapat diselesaikan. Namun, kasus skandal Bank Century semakin mengakar tanpa ujung, dan ini meresahkan stabilitas ketahanan nasional dalam konteks penegakan supremasi hukum di Indonesia yang dirasakan oleh seluruh elemen masyarakat, terutama mahasiswa yang cenderung kritis-objektive.
Aksi demonstrasi disetiap teritorialpun tak terhindari, aksi ini saya sebut sebagai aksi moral dimana keresahan dan kekecewaan rakyat terutama mahasiswa sudah bergejolak melampaui batas-batas kemanusiaan. Sikap acuh tak acuh oleh pemerintahan pusat mulai terasa dalam menyikapi problem bangsa ini, dan ini terbukti ketika pansus, satgas dan mungkin juga kpk tak begitu serius mendalami penyelesaian kasus skandal Bank century. Begitupun dengan orang nomor satu di negeri ini.
Banyak yang menilai bahwa kasus tersebut memang di skenariokan, tidak begitu banyak pula orang menilai bahwa kasus tersebut menyelesaikannya tak semudah seperti membalikkan telapak tangan, perlu prose yang panjang. Namun mau dikata apa, itulah dinamika demokrasi tanpa kejujuran yang dibumbuhi kemunafikan dan kepentingan individual.
Masalah kemiskinan, pangangguran, dan minimnya perhatian institusi negara terhadap aspek pendidikan nasional juga bukan problem yang sederhana. Kemelaratan dan merosotnya partisipasi masyarakat serta buruknya pelayanan public telah membawa konsekuensi buruk terhadap stabilitas nasional disetiap lini-lini penting. Dan hal ini saya prediksikan sebagai awal dari pada kehancuran bangsa.
Partisipasi mahasiswa dalam melakukan Kontrol sosial (control social) memang dirasa penting untuk menghindari gejolak besar pada tatanan social saat ini. Sejarah perlawanan mahasiswa memang tak bisa kita pungkiri lagi kehadirannya. Tumbangnya rezim orde baru adalah salah satu dari pergerakan perlawan yang jenius dan sukses dilakukan oleh mahasiswa saat itu. Oleh karenanya, untuk mempertahan kan kestabilan dan menghindari kemerosatan serta arus gelombang besar yang melanda bangsa ini tentunya harus dilakukan oleh generasi muda intelektual (mahasiswa).
Pembodohan massal dan kebohongan public tak harus kita diamkan lagi saudara-saudari ku sekalian, kini saatnya kita maju dan bergerak untuk memperjuangkan seluruh kepentingan rakyat. Saya berharap kita semua memimpikan hal yang sama, yaitu mendambakan untuk berkata “KEMENANGAN DIPIHAK KITA”
Hidup rakyat Indonesia……
Oleh:
Zulchijjah
Ketua Umum Mahasiswa Bima-Jakarta
Periode :2009 s/d 2010
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
















turut berduka cita yang mendalam,semo...
Semoga amal ibadah beliau diterima di...
Sekelumit masalah pembangunan di KSB ...
Semoga Amal Ibadah Beliau diterima AL...
jika dialog sudah nggak bisa lagi, me...