Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
 
 
 
Home Berita Opini PEMILU 2009: Catatan dalam Pengalaman

PEMILU 2009: Catatan dalam Pengalaman

E-mail Cetak PDF
Catatan dan pengalaman berharga dari Pemilu legislative) dan Pemilu Presiden    8 Juli 2009 yang lalu?

Rakyat negeri ini dipastikan memiliki catatan dengan sudut pandang mereka tentang pesta demokrasi yang sudah berlangsung di Negeri ini, begitu juga dengan Masyarakat di daerah yang bermotokan ”Bumi Gora”, NTB tercinta. Sebagian masyarakat mungkin merasa biasa-biasa saja. Sebagian lagi ada yang senang, ada pula yang menggrutu, terutama jika namanya tidak tercatat dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) karena hak politiknya hangus. Rakyat dapat memberikan pandangan atas pesta demokrasi saat ini (Pemilu 2009), apakah lebih baik atau tidak? Hal itu dapat dibandingkan dengan pemilu-pemilu sebelumnya, terutama sejak 2004.
Sistem ”Pesta demokrasi” sudah berubah dan tentunya hal itu tetap mengandung beberapa konsekuensi logis, misalnya dengan dibukanya aturan penetapan peraih kursi berdasarkan suara terbanyak, bukan nomor urut. Hal ini, membuat perilaku aktor politik dan pemilih ”berubah”, perubahan perilaku dilevel aktor sangat jelas terlihat di beberapa daerah termasuk di tanah Bumi Gora. Kita bisa melihat perilaku dari Aktor Politik, dalam hal ini Caleg, dengan hadirnya sistem suara terbanyak maka konsekuensi yang terjadi adalah persaingan terbuka antar aktor internal (dalam satu partai) dan eksternal partai dalam berebut dukungan suara dari masyarakat.
Persaingan ketat itu terkadang membuat perilaku pragmatisme dari aktor politk terkadang demikian menonjol.  Pragmatisme berebut kemenangan juga berimbas pada level pemilih dengan banyak cara, termasuk adakalanya melakukan politik uang (money Politik) bahkan secara demonstratif. Pada level pemilih yang tidak kritis dan materialistis, terkadang pilihannya ditentukan oleh yang memberi uang terbanyak.
Hal-hal seperti ini terasakan dalam masyarakat, tetapi sulit dibuktikan apalagi diperkarakan, mengingat banyak kasus yang diungkap Bawaslu terutama didaerah-daerah terkadang tak terselesaikan dengan baik melalui proses hukum di negeri ini.
Catatan lain yang sering dianggap sebagai kemajuan demokrasi adalah justru karena masyarakat (publik) sudah merasakan pemilu merupakan bagian kehidupan politik yang biasa-biasa saja. Diskusi dan perdebatan politik (yang ideologis pun) tak sampai mempengaruhi aktivitas hidup atau pilihan keputusan.
Kondisi pemilu yang seperti disebutkan tadi, adalah fakta yang mau tidak mau harus disadari dan diakui. Ada perubahan yang kurang tepat dan harus diperbaiki oleh sebagian Rakyat Indonesia terkait dengan Pola dan penentuan pilihan dengan besarnya ”Imbalan” dalam hal ini Money Politk. Kita harus sadar bahwa dengan pola pikir seperti itu, keyakinan akan terciptanya masyarakat yang Madani dan Sejahtera di negeri ini,  hanya akan menjadi angan belaka.
Pengalaman adalah harta yang berharga adalah semboyan yang pas untuk menjadi pemilih yang cerdas. Untuk itu, mari kita berubah, rakyat harus berubah. Jangan menjadi masyarakat yang materialis tapi jadilah masyarakat yang sosialis dan humanis baik didalam hidup maupun didalam penentuan pilihan politk, jangan terlalu mementingkan simbol tapi pentingkan nilai dasar dari apapun sikap dan keputusan politk.
Disisi lain, proses pembuatan dan penetapan regulasi, pertarungan kepentingan yang begitu menonjol. Pembuatan regulasi dalam hal ini Undang-undang bidang politik sepertinya menjadi  wadah  bagi akomodasi politik yang ”tambal sulam”, karena tidak diawali dengan desain kelembagaan ideal. Akibat aturan main (sistem) yang didesain atau regualsi yang dibuat tidak optimal, sehingga ditataran pelaksanaan terkadang menimbulkan kebingungan dan kontroversi maksud dan tujuan yang pada akhirnya justru menimbulkan problem yang berkepanjangan.
Secara pribadi menyimpulkan bahwa terjadi penurunan kualitas dari Pesta Demokrasi di Negeri ini. Penurunan kualitas pemilu tersebut tidak dapat dilepaskan dari elite-elite politik yang berebut kepentingan dalam membuat aturan main (sistem) yang ada. Tidak ada suatu blue print yang jelas. Kecuali terbentuk suatu sistem yang muncul akibat dinamika politik sesaat, yang kurang memerhatikan permanensi aturan main yang jangka panjang.
Karena itu, guna menggenjot kualitas pemilu 2014, maka dari sisi pembuatan regulasi dalam hal ini Undang-undang bidang politik harus dibongkar lagi agar  celah-celah kekisruhan dan konflik politik serta kecurangan tidak muncul lagi.
Bagaimanapun kondisi dan hasil pemilu 2009, paling tidak telah memberikan pelajaran berharga bagi rakyat Indonesia ataupun rakyat NTB. Satu catatan bahwa, kualitas pelaksanaan demokrasi harus diperbaiki dan sebagian masyarakat harus menyadari bahwa konsep penentuan pilihan politik dengan besarnya”Imbalan” akan menjadikan mereka sendiri sebagai korbannya. Para aktor-aktor pilitik di negeri ini atau pun di daerah supaya belajar menjadi pemain yang kesatria, jangan lagi mengandalkan materi atau uang dalam merebut hati rakyat, tapi tunjukkan prestasi dan perjuangan untuk rakyat. Sehingga nantinya perjuangan tidak berhenti pada ”kursi” Legislatif ataupun ”kursi” Eksekutif, karena keyakinan akan perjuangan yang dilandasi keihklasan dan tanggung jawab moral akan melahirkan masyarakat madani dan Sejahtera.

Oleh : Aheruddin H. Sidik *

* Penulis:
-   Kandidat Magister Ilmu Ekonomi (Universitas Brawiajaya)
-   Caleg terpilih DPRD KSB
Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

Editorial

Kegagalan Paket RAHMAT: Satu Partai, Dua SK Dukungan Politik
23/02/2010 | Syahrul Salam
article thumbnail

Sumbawanews.com.- Tepat Senin (22/02), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengumumkan hasil verifikasi terkait data pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. Sekitar [ ... ]


Editorial Lainnya

Shout Box

Archives Pesan
15/03 jogangKabupaten sumbawa barat ini kabupaten yang kcil.tapi banyak uangnya,,tambawa barapi kemana uang yang banyak itu..
14/03wirman84pak andi calon yang bupati yang terhormat.kami dari penduduk maluk resetment tidak puas dengan kontrak politik yang dilakukan li lapangan sepak bola maluk .kami mohon di koreksi kembali kontrak politik tersebut,,tidak ada satupun yang menjadi saksi penandatanganan kontrak tersebut,,masyarakat resetment..kami mohon bang andi..
14/03tode miratidak bisakah pemimpin kita bersikap adil dan bijaksana????,sebab bertambah pintarnya seorang pemimpin akan bertambah juga cara pemimpin untuk melakukan penyelewengan2 terhadap masyarakat.kasihan kami rakyat kecil yang hanya bisa meratap janji palsu seorang calon,jika sudah di atas......,hanya satu kata......goodby......
14/03Erna Pakilkurangnya ilmu pengetahuan di Indonesia dan meningkatnya KKN,kalau begini terus kapan Indonesia akan maju ??????
14/03GeminiJangan heran di indonesia terjadi banyak masalah,bencana,karna ulah tangan manusia yg penuh dgn kemunafikn dan kezaliman,hrs smua sadar dan tau diri sbgai hamba Allah.
14/03ernamapinmari kita berpegang tangan untuk meningkatkan semangat belajardan mengurangi volume para TKW luar negri.semoga pemimpin kabupaten sumbawa memperhatikan hal ini
13/03wirmanKSB akan AMAN Jika Paket AmAn Yang memimpin
13/03wirman maluksaya di maluk sudah berpuluh tahun dan yang saya lihat maluk tetap saja seperti dulu...kapn perubahan itu kan datang...
12/03LA[INDA BIDOSKepada Yth: Bapak Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, M.A, Bapak Bupati/ Wali Kota Se Pulau Sumbawa, Pimpinan DPRD Se Pulau Sumbawa, dan Seluruh LSM, Ormas, Mahasiswa di Pulau Sumbawa.
09/03emitronInfo : Iklan Baris Via SMS, Iklan Baris Kompas Via sms hub. Emitron Cs. 021 8378 5208,
09/03mamadsemoga seluruh amal, ibadah
09/03irawnkyai habat
08/03holly madisonmari kita nonton porno!!!!!
07/03salsabilasaya bagian dari warga lenangguar yg menjadi tki krna tdk adanya lapangan kerja,mdhan pmimpin muda dpt perjuangkan dodo rinti nantinya,
07/03salsabilasaya mendukung cln pemimpin muda.
 

Mainkan MP3  Ringtone Antikorupsi IKRAR
Untuk Download Klik kanan MP3 lalu Save link as

Download Ringtone MP3 Visi Misi, Klik kanan lalu save link as