Momentum pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung 26 April 2010 di Kabupaten Sumbawa Barat semakin terlihat persaingan yang kuat antara beberapa kandidat. Dukungan terus bemunculan untuk mengusung kandidat masing-masing dalam pilkada. Pantauan selama beberapa minggu terakahir, saya mencoba mengamati kondisi perpolitikan KSB menjelang pilkada dan mengemasnya dalam bentuk tulisan setelah selesai menghadiri acara mahasiwa tingkat asia di Kuala Lumpur.
Kondisi perpolitikan di Kabupaten Sumbawa Barat menjelang pilkada sangat condong ke pasangan Andy-Dirmawan. Hal ini berdasarkan peta kekuatan dan hasil pooling terakhir yang dilakukan Lembaga AKSES (pimpinan Doktor Politik Universitas Indonesia Kamaruddin Abdullah), terlihat jelas jika incumbent Zulkifli Muhadli berpasangan dengan wakilnya saat ini Mala Rahman hanya mampu meraup 17,14% suara, sehingga analisa pasca hasil pooling tersebut sekarang adalah lawan yang mampu mengalahkan pasangan Zul-Mala hanya Andy-Dirmawan . Hal ini disebabkan oleh hanya ada dua pasangan calon yang sampai saat ini resmi menjadi calon dan terbuka di tengah masyarakat KSB. Dan dipastikan suara yang bisa diraup pasangan Andy-Dirmawan adalah 82,86% dan menggapai kemengan tersebut. Pencapaian suara 82,86% dalam analisis pengamat disebabkan oleh beberapa hal. Pilihan Andy kepada Dirmawan, yang berasal dari Kecamatan Sateluk (Jumlah pemilih terbesar ke-2 setelah Kecamatan Taliwang) adalah indikasi kuat Andy mampu membaca peta politik menjelang pilkada. Sementara di areal pertempuran lain, dukungan kepada incumbent yakni Zulkifli Muhadli mulai menyusut atau turun setelah memilih Mala Rahman sebagai pasangan Zulkifli dalam pilkada. Ada beberapa alasan mengapa dukungan tersebut menurun atau yang menyebabkan rakyat dan masyarakat kurang respon kepada pasangan ini : Mala Rahman masih tersangkut kasus pidana penganiyaan terhadap bawahannya (dalam proses di polres Sumbawa Barat) dan pernah berkata kepada aktifis dari Lembaga Masyarakat Pesisir “tidak usah rakyat Kertasari memilih saya nanti di pilkada” dan terakhir diduga terlibat dalam dugaan korupsi dana desa di Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS), sementara Zulkifli sendiri berdasarkan berita majalah sumbawanews terakhir sedang dibidik oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK) atas kasus yang sama dengan Mala Rahman) tersebut.
Peta sementara untuk sebagian besar kecamatan di Kab. Sumbawa Barat (ada 8 kecamatan yaitu Taliwang, Seteluk, Tano, Brang Rea, Brang Ene, Jereweh, Maluk, dan Sekongkang) bisa dianalisa kondisnya. Dukungan kepada Andy-Dirman ini sudah cukup terbaca secara kasat mata walaupun pilkada akan berlangsung 26 April 2010, karena pastilah rakyat Tano dan Seteluk memilih Dirmawan secara totalitas dengan angka 70 sampai 80 % sebagai bagian dari keinginan mendapatkan porsi sebagai wakil bupati Sumbawa Barat. Sementara di Brang Rea, Brang Ene dan Taliwang (dulu basisnya incumbent sudah terpecah). Dan yang terakhir Kecmatan Jereweh, maluk, dan Sekongkang masih kubu Andy Azis yang dulunya di pilkada 2005 Andy Azis menang telak di wilayah tersebut. Oleh karena itu, peluang pasangan Andy Azisi Amin dan Dirmawan dalam pilkada 2010 semakin kuat dan mengarah kepada kemengangan Inilah bacaan sementara yang bisa dianalisa sampai dengan tanggal 20 Desember 2009.
Dinul Haq
Pemerhati Politik Muda KSB,
Mahasiswa Universitas Diponegoro Semarang
lalu bagaimana kbar pncalonan Busrah ...
Siapapun yang kemudian akan memimpin ...
Kami dari pemuda maluk akan memperjua...
Kami dari pemuda maluk akan memperjua...