Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita Opini Jenderal Mabes Polri Habis..?

Jenderal Mabes Polri Habis..?

E-mail Cetak PDF
altPenahanan Komjen Polisi Susno Duadji oleh Mabes Polri selasa ( 11/5 ) lalu menjadi kontradiksi banyak pihak.
Mabes Polri melakukan penangkapan dan penahanan terhadap Susno, karena telah ditetapkan sebagai tersangka terlibat menerima penyuapan 500 juta rupiah dalam perkara PT. Salma Arwana Lestari.
Sebelumnya, Mantan Kabareskrim Mabes Polri ini bernyanyi  banyak membuka aib jenderal Mabes Polri terlibat penggelapan pajak, mafia hukum dan sejumlah korupsi lain.
Nyanyian Susno Duadji tidak saja membakar wajah Mabes Polri tetapi semua yang diuangkapnya  memang terbukti dan menjadi issu penting karena melibatkan banyak pejabat strategis Negara.
Sejak mengungkapkan sejumlah kasus yang melibatkan Jenderal Mabes, Hubungan Komjen Susno dengan jajarannya mulai retak besar. Sebelumnya nyanyian Susno berirama slow rock karena baru menyentuh jenderal bintang satu kebawah,  kasus  Antasari Azhar dan penggelapan pajak oleh Gayus Tambunan, selanjutnya Susno menghadirkan irama Metal untuk menghantum jenderal bintang tiga Mabes Polri.
Nyanyian liar Susno diluar  institusi membuat wajah jenderal lain panas dan  situasi Mabes Polripun semakin panik, tetapi disambut sebagai pahlawan oleh banyak pihak diluar Mabes Polri.

Upaya konspirasi para jenderal Mabes Polri untuk membungkam Susno gagal total. Pertama, Susno diancam dengan pelanggaran kode etik dan profesi serta disiplin Polri lantaran hadir sebagai saksi meringankan Antasari Azhar di PN Jakarta Selatan. Kedua, Susno Duadji dikurung dan ditangkap paksa di Bandara Soekano Hatta ketika hendak berobat mata ke Singapure.

Ibarat bermain catur, Mabes Polri selama ini bertahan dari serangan Komjen Susno Duadji dari luar, sekarang Mabes Polri balik menyerang dengan amunisi yang dipaksakan lantaran panik dan terancam. Kontradiksi yang munculpun dijawab dengan alasan hukum yang telah usang dan mengada-ada oleh Mabes Polri. Padahal, ketentuan kode etik profesi dan disiplin yang ada semestinya tidak berlaku lagi dalam logika reformasi birokrasi yang kita anut.

Sudah jelas, Komjen Polisi Susno Duadji tidak lagi membutuhkan jabatannya. Pengunduran diri dari anggota Polisi telah dilakukan, Artinya posisi sebagai masyarakat sipil memberi ruang yang lebih luas bagi Susno Duadji untuk membuka semua kebobrokan para jenderal dan Mabes Polri yang ada ditangannya. Komjen Susno Paham, Jabatan Polisi itu ' Karir berjenjang', setiap anggota Polri dari Pangkat Perwira menengah telah menikmati sejumlah posisi dan Jabatan. Dan tradisi non formal internal Mabes Polri membiarkan setiap unit kerja dan zona kekuasaan untuk mencari uang sendiri sebagai dana operasional.

Tradisi ini berkembang subur sampai saat ini, sehingga hampir semua jajaran polisi telah membangun dan melakukan konspirasi kasus disetiap unit kerja atau zona kekuasaan. Fakta yang bisa kita jadikan ukuran seperti, kasus korupsi, perbankan, dunia usaha besar dll adalah kasus-kasus yang tdk pernah tuntas ditangan Polisi karena kasus ini melibatkan  tokoh dan figur penting. Sementara kasus pencurian atau perampokan, penipuan dan terorisme menjadi kasus yang menonjol dan sukses ditangani.

Karena itu, hanya sedikit Jenderal Mabes Polri yang bersih, semuanya diprediksi telah melakukan pelanggaran hukum dan menyalahgunakan jabatan.
Ditangan Komjen Susno Duadji semua itu ada, Mungkin persoalannya pada barang bukti atau ada pihak-pihak yang berani membuka mulut dari praktek itu. Mencermati dinamika kerja kepolisian diatas  kiranya bagi jenderal Mabes Polri  akan sulit bisa bebas dari  tuduhan penyalahgunaan jabatan. Hal inilah yang menjadi kekuatiran besar Jenderal Mabes Polri, apalagi Susno Duadji memegang sejumlah barang bukti.

Melihat perlakuan  Mabes Polri terhadap Komjen Polisi Susno Duadji sekarang ini, kiranya Pak Susno Duadji akan memilih kembali bernyanyi lebih liar dengan irama Rock Metal untuk membuka aib-aib jajaran Jenderal Mabes Polri.  Jika hal ini betul-betul dilakukan oleh Komjen Susno, maka bukan saja citra Maber Polri yang semakin babak belur, tetapi para Jenderal Mabes Polri akan habis oleh kasusnya masing-masing.

"Apakah drama ini akan berhenti sampai disini, tergantung hasil negosiasi. Apakah demi pencitraan Institusi Polri menjadi pertimbangannya, atau Susno tetap membuka aib untuk menghabiskan para jenderal Mabes Polri, kita tunggu saja hasilnya ".


 
UMAR ALI MS
KA. UMUM PERHIMPUNAN RAKYAT NUSANTARA
http://saherangga.blogspot.com/
Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
 

Editorial

Siapa Yang Bertanggung Jawab Terhadap Illegal Mining Labaong...?
13/08/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Dari hari kehari bencana longsor dipusat ileegal mining Olat Labaong terus terjadi, sejalan dengan peristiwa ini puluhan korban meninggal dan luka-luka tidak dapat dihindri, tetapi aneh bin ajaib apar [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
02/09to the rheestelah tu baca isi Risalah sidang Perdana ANNUR VS KPU, yam de ya mole goro NURDIN
02/09utanbersaudarasemoga an nur cepat di lantik
02/09ikinBerhentilah menggonggong disini, karena smuanya tak berarti.
02/09buta melikeee nanta kau pe annur, maling teriak maling, mu buya bukti baju koko, no to diri lok ka beang jenset ko tau jompong ke, ma bau pilih ling tau pang jompong ana. ngaca gama balong,, bau man mo tu tomas...
02/09ocananluk tau gedo,kakenang pipis 20 rb,luk kanomda akalmupe ijar kau tukang ngelo..nantakau JM
01/09InsanSegala peristiwa
01/09InsanSegala peristiwa
01/09BillTidak perlu saling menghujat, itu bukan sifatnya orang Samawa, biarkan proses hukum berjalan dan siapun yang menang harus bisa diterima dengan lapang dada..
01/09EA UTAN Geeee nene tau annur luk ka no nene bau terima kekalahan ampa,,,tau nda ila na bae si tau nanluk na......lamen kam tu kalah man mo tu tomas...pates mo jampang swai anak nene e....lamen tu salenge tau boat nene...smata ka tau nda ila na bae si...
01/09AlJM gedo............................
01/09PUKIkawa ke ya pimpin neng de nyang2, slma 5 tahun nda perubahan2, smata mata taeng otak tu..........
31/08rerrr
31/08rerrteeeeertry
31/08xxxxxxxxxxxxxxxx
31/08mosengnengka saling hujat, dengan kalimat-kalimat ade enda tegas- tegas nan, aji no tu bedosa rua hujat tau....coba nene gita tau sidang ana kadu Nurdin ke 5 anggota KPU ana Mesra pang Jakarta ana nene pang samawa ta laga seling salenge diri nene we...sanak balong we...

Interaktif

Kamus
Cek Email
Pleno KPU Senin (23/8) menempatkan JM-Arsy Unggul sebanyak 111,961 (50.56%) dan ANNUR sebanyak 109,465 (49.44%), selisih suara antara JM-Arsy Vs ANNUR = 2,486. Total suara sah sebanyak 221,436. Selengkapnya...