Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
 
 
 
Home Berita Opini Guru, Antara Renumerasi dan Profesionalisme

Guru, Antara Renumerasi dan Profesionalisme

E-mail Cetak PDF

“Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
( UU. Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional )
Pendidikan adalah sebuah istilah yang penuh Misteri
Ia ibarat Samudera, semakin diarungi semakin menantang
Hanya Nahkoda yang tajam mata pikir dan mata hati yang mampu menaklukkannya
Guru adalah Nahkoda Pendidikan Masa Depan
Dipundaknnyalah segala harapan Negeri ini ditambatkan (Penulis)

 Menyimak  jejak dari perjalanan sejarah berdirinya bangsa yang besar ini , maka kita sebagai anak bangsa tidak mungkin menutup sebelah  “mata sejarah”  akan peran dan semangat Guru dalam merintis jejak kemerdekaan. Semangat mencerdaskan kehidupan bangsa yang menjadi  salah satu tujuan negara yang tertulis didalam pembukaan UUD 1945 merupakan amanat sejarah yang menjadi simbul eksistensi profesionalisme guru atau “pendidik Bangsa” sudah ada sejak  negara ini dirumuskan.
Namun , ketika kepakan sayap sejarah bangsa ini perlahan-lahan mulai merangkak menuju kemapanan (paska Orde lama), bangsa indonesia mulai menggeliat memasuki babak baru kehidupan bernegara. Semangat euforia dalam mengisi kemerdekaan ikut mewarnai perubahan berfikir bangsa ini dalam memaknai nilai kemerdekaan, nilai pengabdian dan nilai kepahlawanan. Nilai azasi seperti itu sudah mulai terkikis oleh derasnya geliat era pembangunan, dimana bangsa ini lebih cendrung berfikir praktis-materialis sehingga pengabdian (dedication) hanyalah ornamen sebuah profesi.
Masih segar dalam ingatan sejarah, bagaimana buramnya potret kehidupan profesi guru ketika bangsa ini sedang euforia menikmati indahnya sebuah kemerdekaan mereka hidup serba kekurangan dengan gaji yang pas-pasan.Sebuah realita yang ironis dalam sebuah lagu, masih  ingat lagu UMAR BAKRI ? Itulah potret guru masa lalu, identik dengan sepeda kumbang,bahkan dalam dunia sinema pun kadangkala Tokoh guru sering diperankan dalam karakter yang dilecehkan, peran pelengkap yang dijadikan anekdot  oleh penonton.
Guru, sebuah profesi yang semangatnya sudah tercabik-cabik oleh perjalanan  panjang sejarah bangsa. Kadangkala mereka dipuja dengan gelar “pahlawan tanpa tanda jasa” Guru-pun agak tersanjung meski gaji tidak juga kunjung naik karena mereka bukanlah pengatur buget negara. Ketika Rezim berganti, gelarpun diganti “ Pahlawan tanpa pamrih “ guru-pun tersenyum karena memang mereka dihargai tanpa pamrih, sementara disana korupsi semakin menjadi-jadi. Sekali lagi itulah potret guru masa lalu, namun saat ini seiring dengan perjalanan sejarah semua itu telah berubah.
Saat ini diera reformasi, dalam usia yang begitu tua dan   matang Guru sedang memasuki momentum yang baru dimana berbagai kebijakan pemerintah lahir yang semuanya mengarah kepada Guru sebagai Profesi yang bermartabat baik secara Norma (Nilai) maupun peningkatan kesejahteraan (Renumerasi). Diantaranya adalah lahirnya UU. Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional, UU nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan Dosen dimana Guru dan Dosen mempunyai kedudukan yang strategis dalam pembangunan Nasional dalam bidang pendidikan perlu dikembangkan sebagai profesi yang bermartabat. Peraturan pemerintah Nomor 19 tahun 2005 tentang standar Nasional Pendidikan yang mencakup: isi, proses, kompetensi lulusan, pendidik dan tenaga kependidikan, sarana prasarana,pengelolaan, pembiayaaan dan penilaian pendidikan. Sedangkan peraturan Menteri pendidikan Nasional Nomor 18 tahun 2007 Tentang sertivikasi Guru dalam jabatan yang ditetapkan dengan memperhatikan surat menteri hukum dan HAM nomor I.UM.01.02-253 tanggal 23 maret 2007 tentang fatwa hukum, dimana sertifikasi Guru  dilaksanakan  melalui  uji Kompetensi untuk memperoleh sertifikat pendidik Yang dilakukan dalam bentuk penilaian portofolio. Bagi Guru PNS daerah, PNS pusat atau non PNS yang telah lulus sertifikasi akan diberi nomor registrasi Guru dan melaksanakan beban kerja Guru sekurang-kurangnya 24 jam tatap muka dalam satu minggu berhak atas tunjangan profesi pendidik sebesar satu kali gaji pokok.
 Inilah bentuk Renumerasi pemerintah terhadap peningkatan kesejahtraan Guru. Akibat dari semua itu Guru mesti berbenah diri karena renumerasi tersebut harus seiring dengan tuntutan masyarakat untuk mendapatkan mutu pendidikan yang berkwalitas.
 Kepala Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Sumbawa Drs.Muhammad Iksan,M.Pd  (pada Talk opening MGMP SMP negeri 1 Utan)  mengungkapkan bahwa kedepan Guru harus menjadi corong perubahan dalam dunia pendidikan oleh karena itu guru harus memiliki Kompetensi ilmu pengetahuan dan teknologi.
 Kalau kita merujuk kepada Peraturan pemerintah nomor 19 / 2005 tentang standar Nasional Pendidikan pasal 28 ayat 3 setidaknya Guru harus mempunyai 4 kompetensi yang meliputi : Kompetensi Paedagogik, kompetensi   personal , kompetensi profesional dan kompetensi    Sosial.


KOMPETENSI PEDAGOGIK.
 Kompetensi Guru disini dapat dimaknai sebagai kebulatan  pengetahuan ( Knowledge), Ketrampilan ( teaching Skill ), serta sikap (karakter) berupa kecerdasan, kreativitas dan komitmen dalam menjalankan tugas sebagai corong pendidikan.

Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan seorang Guru untuk dapat memahami peserta didik baik secara jasmani maupun secara rohani sehingga antara Guru dan siswa mempunyai hubungan emosional yang sangat        erat sehingga   terjalinnya komunikasi yang harmonis dalam suasana pembelajaran. Inilah model pembelajaran dalam dunia pendidikan masa depan Guru harus memahami prinsip-prinsip perkembangan kepribadian peserta didik agar dapat mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya.
 Nampaknya pola pendidikan dengan model pemaksaan kehendak terhadap peserta didik sudah mulai bergeser kearah pembelajaran demokratis dan itu merupakan tuntutan logis dari masyarakat yang menginginkan dunia pendidikan lebih bermutu. Ketika pelaku pendidikan menampilkan gaya pembelajaran otokratis maka masyarakat pengkonsumsi pendidikanpun ribut. Itu dapat dilihat bagaimana ketika model pendidikan yang diterapkan oleh STPDN mencuat kepermukaan.
 Selain itu kemampuan seorang Guru untuk merancang pelaksanaan pembelajaran, mampu melakukan evaluasi hasil belajar secara otentik adalah sebuah keniscayaan.Guru juga harus memahami landasan pendidikan seperti menerapkan teori belajar dan pembelajaran yang strategis sesuai dengan karakteristik peserta didik.
KOMPETENSI KEPRIBADIAN
 Kompetensi kepribadian merupakan kemampuan personal seorang Guru sebagai sosok yang diguguk dan ditiru harus mampu mencerminkan kewibawaan, dewasa,pribadi yang bijaksana dan mempunyai watak yang terpuji dalam pandangan peserta didik.
 Kompetensi ini harus melekat pada diri pribadi seorang guru yang akan menjadi panutan bukan hanya dalam lingkungan sekolah tetapi juga dalam kehidupan masyarakat. Sehingga sangat apa yang diungkapkan oleh Drs. Muhammad Ikhsan, M.Pd  bahwa Guru selayaknya menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan bukan hanya pendidikan dalam artian sempit hanya dalam lingkungan Sekolah saja  tetapi  secara global dalam lingkungan keluarga dan masyarakat secara luas Guru hendak menjadi sosok yang dikagumi.
 Bangga menampilkan diri sebagai sosok Guru diera kompetensi dewasa ini adalah sebuah kepantasan, berbeda dengan Guru dimasa lalu yang selalu termarjinalkan dalam berbagai kebijakan tetapi saat ini profesi ini menjadi primadona karena perhatian pemerintah begitu besar terhadap Renumerasi kesejahtraannya.
 Dengan demikian Guru janganlah menjadi euforia, perhatian tersebut harus seiring dengan kompetensi serta kemampuan yang dimiliki agar guru dapat mengemban tugasnya secara profesional sehingga Mutu pendidikan sebagai harapan semua kalangan dapat tercapai.


KOMPETENSI PROFESIONAL
 Profesional secara esensial memiliki 3 dimensi pokok yaitu Keilmuan dan pengetahuan ( Science and Knowledge ), Keahlian ( Skill ) dan kesejawatan ( Organisasi Profesi ).
 Guru yang Profesional paling tidak harus memiliki dan mengembangkan kemampuannya dalam tiga pilar profesional diatas karena sebagai Guru bukanlah profesi asal-asalan tetapi profesi sentral yang sangat berpengaruh terhadap wajah pendidikan Nasional pada masa yang akan datang. Keterpurukan bangsa ini salah satu indikator penyebabnya adalah rendahnya kwalitas pendidikan kita jangankan secara global ditataran negara berkembang diasia  saja IPM kita masih berada dibawah negara tetangga kita malaysia. Standar kelulusan diNegara jiran kita itu sudah mencapai 7 sedangkan dinegara kita direncanakan 5 koma saja sudah ribut.
 Guru yang profesional adalah Guru yang harus mampu menguasai materi pembelajaran secara luas dan mendalam serta mampu memgembangkan materi tersebut dengan konsep keterkaitan secara universal dan menerapkan konsep – konsep keilmuan , Metode pengajaran yang koheren dengan materi ajar secara mendalam dan berkwalitas. Disamping itu Guru juga harus mampu mengeksplorasi konsep dan metode keilmuannya , melakukan penilitian dan kajian – kajian kritis untuk memperdalam pengetahuan tentang materi ajar sehingga mampu menemukan penemuan baru dalam prose pembelajaran.
TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN KEDEPAN
Pada sebuah acara seminar pendidikan yang diselenggarakan oleh PGRI kecamatan Utan beberapa bulan yang lalu masih segar dalam ingatan penulis yang kebetulan saat itu bertindak selaku Moderator, dalam  mengikuti irama pemikiran yang berkembang dikalangan floor (peserta) pada saat itu hanya berkutat tentang masalah bagaimana mensiasati proses sertifikasi Guru, padahal muatan isi dari makalah cukup menarik yaitu “TANTANGAN DUNIA PENDIDIKAN DALAM KONTEKS PENINGKATAN MUTU TENAGA PENDIDIK MENUJU PENDIDIKAN YANG BERKWALITAS” yang disampaikan oleh Drs.M.Jihad (ketua PGRI Kabupaten Sumbawa).
 Mungkin dalam pemikiran kita,Guru dalam menghadapi SERTIFIKASI ibarat menghadapi Bola api sehingga kita mencari cara paling gampang untuk dapat merengkuhnya dan melepaskannya dengan segera. Padahal Sertifikasi bukanlah Gerbang terakhir dari perjalanan peningkatan kwalitas mutu pendidikan. Apalah arti sebuah “sertifikat” kalau Mutu tenaga pendidik itu sendiri tidak membawa perubahan terhadap dunia profesinya.
 Barangkali itulah yang ingin disampaikan Jihad dengan Makalah yang syarat dengan muatannya. Menurut Jihad permasalahan dan tantangan dalam Dunia pendidikan itu sangat kompleks. Secara Nasional dapat dicatat permasalahan dan tantangan dunia pendidikan meliputi :
1.Distribusi Guru tidak merata padahal Negara     membutuhkan banyak Guru seiring dengan jumlah penduduk  yang terus meningkat namun disisi lain penghargaan pemerintah terhadap profesi Guru    relative rendah.


2.Rendahnya kualifikasi tingkat pendidikan Guru,  ditambah Kompetensi yang tidak menunjang baik    kompetensi Paedagogik,Kepribadian,professional maupun Sosial menyebabkan rendahnya penghargaan    masyarakat baik masyarakat umum maupun Dunia usaha dan industri.
 Sedangkan tantangan  secara Global menurut Jihad adalah Era Global menuntut peningkatan kualitas demokratisasi , Transparansi, Budaya Mutu dan HAM. Perkembangan IMTAQ dan akselerasi IPTEK memerlukan SDM yang berkualitas sementara pasar bebas menuntut hal serupa, aktualisasinya hanya mungkin bisa dilakukan melalui pendidikan yang bermutu.
 Permasalahan dan tantangan diatas merupakan akumulasi dari ketidak-mapanan-nya dunia pendidikan nasional kita dalam kurun waktu yang begitu lama untuk  menemukan karakteristiknya, semua itu diakibatkan oleh berbagai macam gejolak dan kepentingan. Namun, semua apa yang disampaikan dalam seminar tersebut terangkum dalam berapa kesimpulan yaitu  Guru profesional merupakan kebutuhan yang sangat mutlak bagi dunia pendidikan untuk mencapai mutu pendidikan yang baik.Dengan mutu pendidikan yang baik akan mencapai tingkat kecerdasan yang tinggi,kesejahtraan yang layak,martabat yang terhormat,serta mampu bersaing secara Global dengan bangsa lain. Ditangan Gurulah harapan yang besar bangsa ini ditambatkan karena itu Guru haruslah manusia yang berkwalitas,menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,mampu dan proaktif mengantisipasi dan menjawab tantangan jaman yang terus berubah dan semakin kompleks; dengan landasan iman dan taqwa kepada Tuhan yang maha Esa.***


Drs.Solihin
( Pembina redaksi Suarasiswa SMPN 1 Utan )

Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
Amrullah  - ada CurHat tentang Guru lho...     |125.161.237.xxx |27-01-2009 21:38:18
berkunjung disini link:http://rumahberita.multiply.com/journal/item/35/Menjadi_Guru_itu_Enak_lho...
ada CurHatku tentang Guru ^_^

salam kenal
amrullah
http://rumahberita.multiply.com
iwan  - salam kenal     |119.252.133.xxx |30-06-2009 11:31:22
salam kenal... bagaimana sich cara menjadi guru yang profesional...?
yudhi kiswanto   |222.124.158.xxx |22-01-2010 18:01:42
Ass.menjadi guru profesional tidak gampang, butuh pendidikan khusus tentang guru, guru harus memiliki 4 kompetensi dasar yaitu, pedagogik, profesional, kepribadian dan sosial yang baik. kebanyakan dari guru2 sekarang banyak yang tau materi yang diajarkan sementara penyampaiannya masih saja mengandalkan metode ceramah yang membosankan bagi siswa2nya...mulailah dengan banyak membaca teori2 mengajar dan jangan lupa kita langsung mempraktekkan dalam kelas agar tujuan pembelajaran menjadi efektif dan efisien serta kita menjadi seorang guru yang profesional. mkasih....
yudhi kiswanto   |222.124.158.xxx |22-01-2010 18:28:37
seperti apakah guru yang anda inginkan untuk mengajar anak anda? dan bagaimana menurut anda tentang guru berasal dari perguruan tinggi yang mengambil ilmu murni (non dik yang tidak belajar tentang pendidikan/hanya tau materinya saja tapi ilmu penyampaiannya kurang) menjadi guru di sekolah? taukah anda perasaan siswa betapa jenuhnya belajar dengan guru yang tidak tau tentang psikologi perkembangan anak? taukah anda bahwa yang mengajar anak2 anda yang tidak mengerti teori2 pendidikan karena semasa kuliah tidak mendapatka kuliah tentang pendidikan?, guru paksa yang ada. tp jangan menyerah! teruslah berjuang demi pendidikan. masih banyak lg pertanyaan saya tentang pendidikan tp hanya saya batasi dulu sampai di sini.
Anonymous   |118.136.81.xxx |09-03-2009 21:26:02
Terakhir Diupdate ( Jumat, 23 Januari 2009 20:41 )  

Editorial

Kegagalan Paket RAHMAT: Satu Partai, Dua SK Dukungan Politik
23/02/2010 | Syahrul Salam
article thumbnail

Sumbawanews.com.- Tepat Senin (22/02), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengumumkan hasil verifikasi terkait data pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. Sekitar [ ... ]


Editorial Lainnya

Shout Box

Archives Pesan
17/03iwan'aangpilihlah pemimpin yang bertaqwa dan berahlak.....liat bibit bobotnya jgn asal pilih...
17/03iwan'aanghati2 banyak money politic pilkada tahun ini.....di kab. sumbawa terutama....ada beberapa partai yang mendua....ganti saja DPCnya...
17/03tau mataiyangdari dulu KKN memang susah di musnakan makadari itu berhati2lah memilih pemimpin untuk KSB 5 tahun ke depan..buktinya dari dulu mataiyang belumdi berdayakan kalau kita pikir hsil perijinan dari mataiyang yang masukke daerah lumayan besar....tapiketika menjelang pilkada baru di berdayakan..apa maksud dari semua ini....
16/03anetlema mo sebalong ola btn bukit permai ne.!!
16/03wirman84kyai idak hebat
15/03 jogangKabupaten sumbawa barat ini kabupaten yang kcil.tapi banyak uangnya,,tambawa barapi kemana uang yang banyak itu..
14/03wirman84pak andi calon yang bupati yang terhormat.kami dari penduduk maluk resetment tidak puas dengan kontrak politik yang dilakukan li lapangan sepak bola maluk .kami mohon di koreksi kembali kontrak politik tersebut,,tidak ada satupun yang menjadi saksi penandatanganan kontrak tersebut,,masyarakat resetment..kami mohon bang andi..
14/03tode miratidak bisakah pemimpin kita bersikap adil dan bijaksana????,sebab bertambah pintarnya seorang pemimpin akan bertambah juga cara pemimpin untuk melakukan penyelewengan2 terhadap masyarakat.kasihan kami rakyat kecil yang hanya bisa meratap janji palsu seorang calon,jika sudah di atas......,hanya satu kata......goodby......
14/03Erna Pakilkurangnya ilmu pengetahuan di Indonesia dan meningkatnya KKN,kalau begini terus kapan Indonesia akan maju ??????
14/03GeminiJangan heran di indonesia terjadi banyak masalah,bencana,karna ulah tangan manusia yg penuh dgn kemunafikn dan kezaliman,hrs smua sadar dan tau diri sbgai hamba Allah.
14/03ernamapinmari kita berpegang tangan untuk meningkatkan semangat belajardan mengurangi volume para TKW luar negri.semoga pemimpin kabupaten sumbawa memperhatikan hal ini
13/03wirmanKSB akan AMAN Jika Paket AmAn Yang memimpin
13/03wirman maluksaya di maluk sudah berpuluh tahun dan yang saya lihat maluk tetap saja seperti dulu...kapn perubahan itu kan datang...
12/03LA[INDA BIDOSKepada Yth: Bapak Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, M.A, Bapak Bupati/ Wali Kota Se Pulau Sumbawa, Pimpinan DPRD Se Pulau Sumbawa, dan Seluruh LSM, Ormas, Mahasiswa di Pulau Sumbawa.
09/03emitronInfo : Iklan Baris Via SMS, Iklan Baris Kompas Via sms hub. Emitron Cs. 021 8378 5208,
 

Mainkan MP3  Ringtone Antikorupsi IKRAR
Untuk Download Klik kanan MP3 lalu Save link as

Download Ringtone MP3 Visi Misi, Klik kanan lalu save link as