Kontribusi ibadah puasa dalam memberantas tindakan korupsi tercermin melalui esensi ibadah puasa itu sendiri, yaitu pengendalian hawa nafsu terhadap miliknya yang sah. Pada tataran ini seseorang dilatih untuk tidak menikmati apa yang sudah menjadi miliknya untuk sementara waktu dengan tujuan agar pelaku ibadah puasa memiliki kesabaran. Bila menikmati milik sendiri sanggup ditahan melalui ibadah puasa, maka besar kemungkinan bahwa yang bersangkutan akan sanggup untuk menahan diri dari menikmati yang bukan miliknya. Pada sisi lain, ibadah puasa ini juga menanamkan sifat sederhana yang jauh dari nilai-nilai kemewahan, dan akhir-nya dapat menghindarkan seseorang dari sifat boros dan mubazzir yang merupakan salah satu penyebab terjadinya tindakan korupsi seperti yang terjadi Kabupaten Sumbawa Barat dengan berbagai dugaan kasus korupsi. Dari laporan hasil pemantauan atas penyelesaian kerugian daerah pemerintah kabupaten Sumbawa barat tahun anggaran 2009 nomor 71/S/XIX.MTR/05/2009 tanggal 19 Mei 2009 tercatat total jumlah kerugian s/d 2008 sebesar 4,9 milyar dengan penyelesaian kerugian hanya 507 juta sehingga sisa kerugian sebesar 4,4 miliar. Selain itu, dugaan kasus korupsi yang akhir-akhir mencuat di tengah-tengah masyrakat KSB cukup menyentakkah hati kita. Untuk itu, GEMAK mengajak seluruh mahasiswa KSB untuk bersatu padu memberantas kasus korupsi di bumi pariri lema bariri sehingga tercipta good governance. Kalau bukan kita mahasiswa yang mempunyai idealis tinggi siapa lagi yang akan memberantas kasus-kasus korupsi di KSB. Dalam momentum ramadhan ini, GEMAK mengajak seluruh masyarakat KSB berdoa kepada Allah SWT agar kasus pemberantasan korupsi segera dipercepat proses penyelesaiannya oleh pihat yang terkait sehingga Bumi Parirri Lema Bariri bebas dari korupsi.
Oleh : Muhammad Dinul Haq
Ketua GEMA Semarang
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
















pilkada merupakan suatu yg riskan t...
dalam menang kalah dalam politik pil...
Dasar Rumah Sakit Goblok
Semoga ALLAH Memberikan HIDAYAHNYA ke...