Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size
 
 
 
Home Berita Opini Analisa Kekuatan Politik Etnisitas Dalam Proses Pemekaran Propinsi Pulau Sumbawa

Analisa Kekuatan Politik Etnisitas Dalam Proses Pemekaran Propinsi Pulau Sumbawa

E-mail Cetak PDF

Ini adalah absract hasil penelitian saya yang sudah dipresentasikan pada seminar internasional PERCIK ke-9 dengan tema Dinamika Politik Lokal di Indonesia ”Politik Identitas: Agama, Etnisitas, dan Ruang/Space dalam Dinamika Politik Lokal di Indonesia dan Asia Tenggara” yang dilaksanakan pada tanggal 15 Juli 2008 di Kampoeng Percik Salatiga, kerja sama dengan ford foundation dan akan diterbitkan menjadi buku oleh panitia bersama Pustaka Pelajar.

Bagi rekan-rekan yang ingin mendapatkan aslinya silahkan email,,, sebagai informasi,, pembahas dari penelitian ini adalah Arif Budiman, Garry Van Klinken ketua KITLV Belanda, DR. Nico L. Kana, DR. Heru Nugroho dan sederetan Profesor dan Doktor dari dalam dan luar negeri

ANALISA KEKUATAN POLITIK ETNISITAS DALAM PROSES PEMEKARAN PROPINSI PULAU SUMBAWA

 Oleh: Yadi Surya Diputra*

ABSTRAK Runtuhnya sistim sentralisasi tergantikan dengan sistim desentralisasi pada reformasi 1998 telah membawa impilkasi yang sangat besar pada sistim pemerintahan di Indonesia.

Tuntutan pemekaran wilayah sebagai jawaban atas ketimpangan pembangunan bagi daerah-daerah yang jauh dari akses kekuasaan dan kebijakan menjadi marak. Dalam kurun waktu 10 tahun reformasi, telah terbentuk 16 propinsi baru menjadi 33 propinsi dari sebelumnya 17 propinsi pada masa orde baru.

Perubahan sistim pemerintahan tersebut juga membawa implikasi bagi konfigurasi politik di tingkatan lokal. Distribusi kekuasaan ke tingkat lokal menjadikan kekuatan-kekuatan primordial menjelma menjadi sebuah kekuatan politik dan menjadi penentu aras kepentingan politik komunitas tertentu, baik berupa komunitas politik maupun kelompok kepentingan lainnya.

Kondisi sosiologis dan antropologis masyarakat lokal yang masih dipengaruhi oleh sistim primordial etnisitas menjadikan politik identitas menjelma sebagai daya tawar dalam arena perpolitikan. Propinsi Nusa Tenggara Barat yang terdiri atas dua pulau besar (pulau Lombok dan Sumbawa) dan tiga etnis besar yaitu suku Sasak yang mendiami keseluruhan pulau Lombok, etnis Samawa yang mendiami pulau Sumbawa bagian barat dan etnis Mbojo yang mendiami pulau Sumbawa bagian timur, tidak terlepas dari dialektika konfigurasi politik identitas akibat distribusi kekuasaan ke daerah dalam masa desentralisasi ini.

Ketimpangan pembangunan yang disenyalir akibat kesenjangan representassi masyarakat pulau Sumbawa atas akses kekuasaan di propinsi NTB menemukan momentumnya pada era desentralisasi, dengan mengeluarkan statement bahwa satu-satunya cara untuk meningkatkan pembangunan di pulau Sumbawa hanyalah dengan pemekaran. Pemekaran yang seharusnya menempati domain hukum, bergeser menjadi domain politik akibat fragmentasi elit yang berbasis pada kesukuan mengedepankan politik identitas sebagai alat untuk mempercepat dan memperuncing dialektika wacana isu pemekaran. Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini adalah melihat bagaimana pengaruh fragmentasi elit yang berbasis pada etnisitas terhadap pemekaran propinsi pulau Sumbawa.

Permasalahan tersebut diharapkan mampu menjawab judul dari penelitian ini yaitu untuk menganalisa kekuatan politik identitas dalam pemekaran propinsi pulau Sumbawa. Dengan menggunakan metode yang bersifat partisipatif (reasearch parsipatory) yaitu menganalisis temuan-temuan di lapangan baik dalam bentuk data maupun wawancara mendalam dengan berbagai stakeholder yang ada di propinsi NTB selama kurun waktu Bulan Mei hingga dengan Juni 2008, diharapkan penelitian ini mampu mengungkapkan data yang konfrehensif tentang titik permasalahan penelitian.

Temuan yang didapatkan adalah terjadi dinamika relasi elit di pulau Sumbawa dan NTB pada umumnya setelah menggelindingnya isu pemekaran. Isu yang awalnya lahir dari euforia politik setelah kotak pandora orde baru dibuka kemudian disambut oleh para elit politik dan menjadikan politik identitas sebagai basis dialektika. Fragmentasi elit yang berbasis pada kesukuan dan etnisitas sedemikian rupa mempengaruhi isu pemekaran dikarenakan masalah pemekaran berhubungan dengan demotion dan promotion bagi eksistensi kelompok elit tertentu.

Bagi elit isu pemekaran propinsi Sumbawa layaknya dua keping mata uang, di satu sisi isu pemekaran merupakan ruang perebutan relasi kuasa, yaitu ruang untuk menjaga legalisasi pemerintah atas diri dan basis etnisitasnya melalui penguasaan kursi legislatif dan eksekutif. Di sisi yang lain, kegagapan cara pandang masyarakat etnis dalam masing-masing suku di pulau Sumbawa tentang konsepsi elit-nya yang mulai kabur akibat degradasi sistim modern dan demokrasi, menjadikan siapapun yang mampu merebut ruang kekuasaan negara dan menjadi elit politik, juga akan mendapatkan legitimasi ke-elit-an dalam sistim kultural etnis.

Pemekaran propinsi Sumbawa merupakan keharusan, dalam upaya meningkatkan akses pelayanan publik dan mendapat dukungan besar dari seluruh masyarakat pulau Sumbawa. Situasi tersebut menjadi lahan subur bagi elit untuk merebut relasi kuasa. Simbiosis antara keinginan kuat dari masyarakat untuk melakukan pemekaran dengan kepentingan elit untuk memperluas ruang kuasa menemukan coomon destination, yaitu pemekaran propinsi pulau Sumbawa.

Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa fragmentasi elit yang berbasis pada kesukuan menjadikan politik etnisitas menjadi senjata yang sangat massif digunakan oleh elit lokal sebagai alat negosiasi politik. Dampak negatifnya adalah dengan mengedepankan politik identitas masyarakat dalam negosiasi politik dapat melahirkan benih konflik horizontal.

Semoga proses pemekaran pulau Sumbawa dengan selalu mengintrodusir politik identitas di saat pesta demokrasi, pilkada, pilgub dan pemilu tidak mengarah pada konflik horizontal antar etnis.

Kata kunci: Politik Identitas, Elit, Etnisitas, Desentralisasi

Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
lilo   |114.120.25.xxx |15-09-2008 17:35:42
Wacana Propinsi Sumbawa adalah suatu KENISCAYAAN, tapi menjadi penting ketika ada pertanyaan URGENT KAH ini harus diperjuangkan?, tergantung dari sudut mana kita memandangnya dan kepentingan elit yang mana yang sangat di untungkan(Sesuai dengan hasil penelitian di atas).
Menurut hemat saya, yang paling URGENT yang harus di perjuangkan oleh Elit sekarang adalah PEMBENTUKAN DAERAH OTONOM BARU (Daerah TK II),karena memang SEJATINYA pelayanan kepada Masyarakat adalah di daerah TK II bukan di PROPINSI, PROPINSI dalam Tata Pemerintahan hanyalah bersifat sebagai Wakil Pemerintah Pusat Untuk Mengkoordinir daerah TK II, jadi jelas kalau NIAT kita ingin Memberi pelayanan kepada masyarakat,itu tempatnya di Daerah OTONOM TK II.
Semoga ini menjadi bahan renungan agar Energi yang di miliki oleh ELIT2 tidak terkuras habis untuk memikirkan hal yang belum di butuhkan dan URGENT oleh MASYARAKAT.
Poetra Adi Soerjo  - Nothing is like what seems   |125.163.255.xxx |16-09-2008 19:33:26
secara normatif, tepat apa yang saudara Lilo katakan,,, cuma sebagai bahan refleksi aja,, sebuah daerah Otonom TK II yang tanpa Inovasi dan Skill Individual seorang pemimpin dalam proses governance hanyalah Nothing,,, coba analisa data di bawah ini,,, 96 % APBD kabupaten Sumbawa tahun 2008 adalah berasal dari DAU. komposisi APBD adalah PAD, DAU, DAK dan Bagi Hasil. tolak ukur kemajuan daerah adalah jika PAD lebih tinggi dari DAU dan persentase dana lainnya, karena selain PAD komposisi dana APBD adalah berasal dari pusat. lalu jika DAU saja sudah 96% dari keseluruhan dana APBD maka berapakah perdentase dana lainmnya. DAK, PAD dan bagi hasilnya hanya 4%. inipun terntunya dengan jelas kita lihat DAK dan bagi hasilnya akan lebih tinggi persentasenya dari PAD karena keberadaan bahan galian kelas A dan proyek DAK dari pusat. sehingga yang urgent untuk dibahas tentang Sumbawa adalah strategi peningkatan PAD karena bagaimanapun kebijakan desentralisasi untuk memperbanyak daerah otonom hanyalah akan menjadi domain politik para elit untuk memperlebar relasi kuasa. mungkin kita bisa belajar dari New Public Manajement ala Fadel Muhammad di Gorontalo, yang walaupun isu itu sudah usang di Eropa dan Amerika pada dua dekade yang lalu.
Surya  - Sumbawa sebagai "stete"   |202.146.241.xxx |27-09-2008 13:49:36
Bahwa keberadaan Sumbawa sebagai suatu propinsi memang benar seperti dua sisi mata uang yang dpat dilihat dari segi strategis dan primordialis.
Yang lebih esesial dari semua itu adalah apakah pembentukan tersebut menyelesaikan "masalah' yang menghinggapi warga pulau Sumbawa selama ini.
Menurut hemat saya masalah yang mengemuka dalam setiap pembentukan daerah otonomi baru, baik daerah tingkat satu maupun dua adalah pembagian 'kue' kekuasaan dan anggaran, legitimitasi superioritas dan yang agak mulia adalah rentang kendali dan pemerataan rezeki pembangunan yang mungkin sebelumnya agak 'jauh' dari cukup.
Namun demikian semangat dari pembentukan ini tetap harus didukung terutama kan hal-hal baik yang mengikutinya dan pada saat yang saat yang bersamaan semua pihak tetap waspada terhadapa pembonceng dari semua niat itu.
semoga segerqa terealisasi dengan tanpa melupakan alasan pembentukannya.
Zoel Yusuf  - Akselarasi propinsi dan penyiapan SDM     |125.161.133.xxx |28-09-2008 02:39:16
Propinsi Sumbawa yes, secara praksis kita butuh payung hukumnya dari pemerintah, akselarasi propinsi dengan perencanaan yang matang dan konsisten, kita siapkan manusianya yang maju, professional dan bermoral baik. soal ekonomi itu sambil jalan dan sambil menata seluruh assets yang banyak. Di banyak negara pada awalnya tertatih-tatih, kita lihat Singapore dan sekarang sangat maju. Faktor yang penting lagi adalah FAKTOR KEPEMIMPINAN yang akan mengayomi seluruh kesiapan diatas. Kita berlomba dengan waktu bahwa masalah ini harus dengan cepat mengantisipasi semua keadaan untuk persiapan tersebut. Jika ada hambatan artinya kita memperoleh pelajaran, jika mulus artinya SOP kita sudah benar, mari kita belajar saling menghargai antara kita untuk cita-cita kita yaitu kemakmuran dan kemajuan untuk propinsi Sumbawa.
ferry  - Permohonan materi   |125.163.66.xxx |24-06-2009 21:30:46
Ass wr wb,
Pak Yadi yang saya hormati. Saya tertarik dengan makalah bapak, dan kalau bapak berkenan mohon di email materinya. Yang pasti materi tersebut sangat bermanfaat untuk saya. Terima kasih atas kerja samanya.
amran  - mohon dikirim tulisan asli pemekaran sumbawa   |125.165.51.xxx |10-07-2009 09:18:01
pemekaran penting untuk kekajuan suatu daerah
schalimkz  - analisis variasi komposisi DPRD   |118.97.35.xxx |04-11-2009 05:05:23
analisis variasi komposisi DPRD di suatu kabupaten dengan eksekutifnya yang berasal dari partai berbeda
Terakhir Diupdate ( Selasa, 16 September 2008 05:49 )  

Editorial

Kegagalan Paket RAHMAT: Satu Partai, Dua SK Dukungan Politik
23/02/2010 | Syahrul Salam
article thumbnail

Sumbawanews.com.- Tepat Senin (22/02), Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) mengumumkan hasil verifikasi terkait data pasangan bakal calon Bupati dan Wakil Bupati. Sekitar [ ... ]


Editorial Lainnya

Shout Box

Archives Pesan
15/03 jogangKabupaten sumbawa barat ini kabupaten yang kcil.tapi banyak uangnya,,tambawa barapi kemana uang yang banyak itu..
14/03wirman84pak andi calon yang bupati yang terhormat.kami dari penduduk maluk resetment tidak puas dengan kontrak politik yang dilakukan li lapangan sepak bola maluk .kami mohon di koreksi kembali kontrak politik tersebut,,tidak ada satupun yang menjadi saksi penandatanganan kontrak tersebut,,masyarakat resetment..kami mohon bang andi..
14/03tode miratidak bisakah pemimpin kita bersikap adil dan bijaksana????,sebab bertambah pintarnya seorang pemimpin akan bertambah juga cara pemimpin untuk melakukan penyelewengan2 terhadap masyarakat.kasihan kami rakyat kecil yang hanya bisa meratap janji palsu seorang calon,jika sudah di atas......,hanya satu kata......goodby......
14/03Erna Pakilkurangnya ilmu pengetahuan di Indonesia dan meningkatnya KKN,kalau begini terus kapan Indonesia akan maju ??????
14/03GeminiJangan heran di indonesia terjadi banyak masalah,bencana,karna ulah tangan manusia yg penuh dgn kemunafikn dan kezaliman,hrs smua sadar dan tau diri sbgai hamba Allah.
14/03ernamapinmari kita berpegang tangan untuk meningkatkan semangat belajardan mengurangi volume para TKW luar negri.semoga pemimpin kabupaten sumbawa memperhatikan hal ini
13/03wirmanKSB akan AMAN Jika Paket AmAn Yang memimpin
13/03wirman maluksaya di maluk sudah berpuluh tahun dan yang saya lihat maluk tetap saja seperti dulu...kapn perubahan itu kan datang...
12/03LA[INDA BIDOSKepada Yth: Bapak Gubernur NTB TGH Zainul Majdi, M.A, Bapak Bupati/ Wali Kota Se Pulau Sumbawa, Pimpinan DPRD Se Pulau Sumbawa, dan Seluruh LSM, Ormas, Mahasiswa di Pulau Sumbawa.
09/03emitronInfo : Iklan Baris Via SMS, Iklan Baris Kompas Via sms hub. Emitron Cs. 021 8378 5208,
09/03mamadsemoga seluruh amal, ibadah
09/03irawnkyai habat
08/03holly madisonmari kita nonton porno!!!!!
07/03salsabilasaya bagian dari warga lenangguar yg menjadi tki krna tdk adanya lapangan kerja,mdhan pmimpin muda dpt perjuangkan dodo rinti nantinya,
07/03salsabilasaya mendukung cln pemimpin muda.
 

Mainkan MP3  Ringtone Antikorupsi IKRAR
Untuk Download Klik kanan MP3 lalu Save link as

Download Ringtone MP3 Visi Misi, Klik kanan lalu save link as