Jakarta, Sumbawanews.com.- APBN 2010, apakah merupakan RAPBN yang pro rakyat? Demikian pertanyaan yang akan dibedah dan dijawab dalam sebuah diskusi bertajuk Evaluasi RAPBN 2010 yang akan dihelat Kamis (6/8) sekitar pukul 13.00 WIB.Sebagai nara sumber, Tjahjo Kumolo, Arif Budimanta, Hendrawan Supratikno, Ichsan Modjo, dan Bambang Priyambodo dijadwalkan untuk hadir dalam diskusi di kantor Megawati Institute, jalan Proklamasi, Jakarta Pusat tersebut.
Dijelaskan oleh Direktur Megawati Institute, Arif Budimanta, RAPBN 2010, dalam perspektif ekonomi hanya bersifat treatment, pengobatan yang sifatnya ad hoc.
"Artinya, RAPBN tidak menunjukkan terjadinya perubahan paradigma selain menunjukkan sisi-sisi yang sifatnya kontinuitas, dan tidak menyelesaikan persoalan mendasar yang dihadapi bangsa ini secara keseluruhan," jelasnya di Jakarta (5/8).
Padahal, lanjut Arif Budimanta, kita (PDI Perjuangan, red) menginginkan RAPBN itu menunjukkan beberapa hal utama dalam perubahan paradigma dalam perspektif ekonomi. "Program-program yang lebih sistematik dan orientasi RAPBN yang pro rakyat harus kental," imbuhnya.
"Kalau kita lihat dari anggarannya, bagaimana mungkin anggaran-anggaran dalam RAPBN 2010 itu dikatakan anggaran yang pro rakyat kalau infrastruktur pedesaan yang jumlahnya sekitar 70 ribuan, dengan sekitar 32.379 yang termasuk dalam kategori desa tertinggal itu dibangun dengan anggaran yang kurang dari 1 trilyun," cetusnya.
Pria yang juga Ketua DPP PDI Perjuangan ini juga merujuk pada anggaran kesehatan rakyat yang belum disentuh secara menyeluruh dalam RAPBN 2010. "Jadi, melalui indikator-indikator RAPBN yang pro rakyat itu, jika kita bedah satu per satu RAPBN ini belum mengindikasikan adanya perubahan paradigma," tegasnya.
Arif Budimanta juga mengungkapkan, diskusi ini sendiri akan memberikan masukan dari Partai yang selama ini konsisten memperjuangkan anggaran yang pro rakyat, PDI Perjuangan.
"Dalam diskusi ini kita akan mengajukan, mendiskusikan bersama sehingga dapat memberikan gambaran yang lebih utuh (kepada pemerintah) tentang skenario-skenario, program-program yang pro rakyat itu," jelasnya.
"Sederhananya, hasil diskusi juga akan menjadi masukan kepada Partai. Karena ini merupakan ideologi Partai yang diperjuangkan di legislatif," imbuh Arif Budimanta.[*/sn01)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|




















Noa ikrar ta pe.ta tu dtng samenang a...
jgn terlalu fanatik, ntar kmu kemakan...
sebaikny ramalan itu d jdkn motifasi ...
thanks atas komentarnya bro. kalau m...