Jakarta, Sumbawanews.com.- Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta meminta manajemen Bumi Resources Tbk menyampaikan keberatannya atas pemberitaan Harian Bisnis Indonesia kepada Dewan Pers, untuk diselesaikan dengan mekanisme yang diatur dalam Undang Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.Pada 19 Juli lalu, Bumi Resources Tbk memasang iklan klarifikasi berita di dua koran nasional, Harian Investor Daily dan Harian Kontan. Iklan tersebut merupakan tanggapan atas berita Harian Bisnis Indonesia pada Jumat, 16 Juli, berjudul “Biaya Pendapatan Tidak Matching, Selisih Pencatatan Bumi-Darma Henwa Tergolong Material.”
Ketua AJI Jakarta Wahyu Dhyatmika menjelaskan dalam iklan tersebut, manajemen Bumi membantah berita Bisnis Indonesia dan menudingnya tidak akurat. Tak hanya itu, manajemen Bumi juga menyerang kredibilitas harian itu dan jurnalis yang menulis berita tersebut.
Model penyelesaian sengketa pemberitaan –dengan memasang iklan tanggapan atas suatu berita-- tidak mendukung upaya menjaga kebebasan pers dan justru menciptakan masalah baru. Lebih-lebih jika berita yang dipersoalkan itu, telah jelas-jelas memenuhi kode etik jurnalistik dan kaidah pemberitaan yang berimbang. Jika dibiarkan, model ini bisa menjadi preseden buruk penyelesaian sengketa pemberitaan, yang dikhawatirkan hanya akan menguntungkan pihak-pihak yang mampu beriklan di media massa.
AJI Jakarta menilai keberatan atas suatu pemberitaan seharusnya diselesaikan dengan mekanisme hak jawab dan mediasi di Dewan Pers, sebagaimana diatur dalam UU Pers. Tidak selayaknya, sebuah berita yang sudah mendapat konfirmasi di satu media, dihadapi dengan iklan tanggapan yang bernada negatif yang dimuat di media lain.
"AJI Jakarta menghimbau redaksi Harian Bisnis Indonesia dan manajemen PT Bumi Resources Tbk. untuk segera menyelesaikan sengketa ini di Dewan Pers." Jelas wahyu. (sn01)
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|

















Iskandar, ternyata anda telah jujur d...
saking kelewat jujurnya saksi JM, akh...
Kalian tim JM ketahuan banget pemboho...
..emang tau pasti ya semuax itu..ntar...