HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

MK Desak Susno Duadji Segera Masuk Penjara

 

Jakarta, Sumbawanews.com.- Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, mendesak mantan Kepala Bareskrim Polri Susno Duadji untuk segera masuk ke penjara, hukuman ini harus segera dijalani setelah Mahkamah Agung (MA) menolak Kasasi yang dimohon oleh Susno, hal itu berarti Susno harus segera dieksekusi, meskipun dalam putusan MA tidak menyebutkan jumlah hukuman.
 
Kalau Mahkamah Agung tidak menyebutkan, maka putusan yang di Pengadilan Tinggi selama 3 tahun 6 bulan itulah yang berlaku," menurut Mahfud dirRuang Delegasi Gedung MK, Jakarta Selasa (5/3), putusan MA yang menyatakan menolak permohonan kasasi Susno sudah tepat, hal tersebut berarti bahwa vonis yang dijatuhkan oleh Pengadilan Tinggi sudah benar.
 
Lanjut Mahfud, MK berpendapat bahwa setiap putusan MA yang menyebut berapa tahun jenis hukuman harus segera dimasukan ke penjara, meskipun tidak ada kata perintah “ harus ," Pokoknya, kalau sudah ada putusan materiilnya, harus masuk penjara, itulah putusan MK," jelasnya.
 
Dalam uji materiil atas Pasal 197 ayat (2) UU No. 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana yang dimohonkan oleh Yusril, Mahkamah menyatakan menolak permohonan untuk seluruhnya, lalu Yusril mempermasalahkan pusan MK tersebut, menurutnya putusan MK tertanggal 22 November 2012 lalu itu tidak berlaku surut, sehingga kliennya Susno tidak bisa dijebloskan ke penjara.
 
Lanjut Mahfud menyatakan, bahwa MK dalam amar putusannya tidak membuat putusan baru, melainkan menegaskan bahwa yang dilakukan oleh Kejaksaan Agung selama ini sudah benar yaitu memasukan Susno ke penjara begitu ada vonis MA meskipun tidak ada perintah 'harus masuk, “ oleh karena itu, berlakukanya vonis MK ini tidak ada kaitannya dengan 'soal berlaku surut' atau 'tidak berlaku surut' sebab MK justru memperkuat yang lama," terangnya.
 
"Jadi ini berbahaya, seakan-akan putusan MK itu dijadikan alasan untuk menghalang-halangi proses hukum, pikiran seperti ini malah melindungi koruptor, melindungi pada kriminal," (Kejaksaan/Sun).
 
 
Kategori: