HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

Menkes Wafat, Dahlan Iskan Bacakan Tahlil

Menkes Wafat, Dahlan Iskan Bacakan TahlilJakarta, Sumbawanews.com. – Selamat Jalan Menkes itulah kata kata yang diucapka beberapa Menteri yang datang melayat Menkes tersebut, Setelah berjuang keras melawan penyakit kanker parunya akhirnya Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih akhirnya tutup usia di usia 57 tahun pada Rabu 2 Mei 2012 sekitar pukul 11.50 WIB RSCM lantai 7.


Beberapa Menteri hadir untuk melayat Menkes ke RSCM, terlihat Dahlan Iskan menteri BUMN, dalam kesempatan itu Dahlan Iskan membacakan tahlil atas meninggalnya salah satu Putri Bangsa terbaik ini.

Menkes yang sudah mengajukan pengunduran diri sejak 26 April 2012 ini mengalami penurunan kondisi yang terus menerus setelah masuk RSCM hampir 4 minggu lalu. Menkes dirawat di Ruang Kencana lantai 7 RSCM.

Puncaknya pada Selasa ini, Menkes sudah dalam kondisi kritis dan sempat hilang nadinya. Karena kondisi Menkes yang sempat kehilangan kesadaran itu seluruh keluarga berkumpul untuk melepas kepergian Menkes dengan tenang.

Menkes telah berjuang selama 1,5 tahun melawan sakit kanker parunya. Awalnya, penyakit kanker paru Menkes terdeteksi sejak Oktober 2010.

Sejak itu Menkes telah menjalani pengobatan baik di dalam negeri dan luar negeri selama kurang lebih satu setengah tahun.

Namun sudah hampir 4 minggu terakhir ini, Menkes terpaksa kembali dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta karena kondisi tubuhnya yang menurun drastis.

Kesimpulan hasil pemeriksaan menyeluruh yang dilakukan tim dokter RSCM menemukan Menkes memerlukan pengobatan berupa radioterapi atau radiasi secara serial. Selain radioterapi, dilakukan pula pemantauan kondisi darah dan metabolisme untuk meningkatkan stamina atau kondisi tubuh.

Namun setelah selesai pelaksanaan radioterapi dan radiasinya kondisi Menkes malah justru kian memburuk karena kanker parunya telah menyebar ke tubuhnya

Menkes yang kelahiran Jakarta, 1 Februari 1955meninggalkan suaminya Dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM (Direktur RSUD Tangerang) dan 3 orang anaknya yaitu Arinanda Wailan Mamahit, Awandha Raspati Mamahit dan Rayinda Raumanen Mamahit.


Berikut Bio Data Menkes dr Endang Rahayu Sedyaningsi MPH


dr. Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH adalah Menteri Kesehatan pada Kabinet Indonesia Bersatu II yang menjabat sejak 22 Oktober 2009. Sebelumnya ia pernah menjabat sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Badan Penelitian dan Pengembangan Depkes sejak 2007. Beliau lahir di Jakarta, 1 Februari 1955. Endang memperoleh gelar sarjana pada tahun 1979 dari Fakultas Kedokteran Indonesia.  Ibu dari dua putra dan satu putri ini kemudian melanjutkan spesialisasi Kesehatan Masyarakat di Harvard School of Public Health di Boston, Amerika Serikat tahun 1992. Program doktor dia ambil di bidang dan kampus yang sama dan lulus pada 1997.


 


Ia bersuamikan Dr. Reanny Mamahit, SpOG, MM (Direktur RSUD Tangerang) dan memiliki dua putra dan satu putri. Putra pertama bernama Arinanda Wailan Mamahit, putra kedua bernama Awandha Raspati Mamahit, dan anak putri paling kecil bernama Rayinda Raumanen Mamahit.
 


Nama ibu berkacamata ini menjadi kontroversi terkait proyek Naval Medical Research Unit 2 (Namru-2). Perjalanan karir Endang di Dinas Kesehatan cukup panjang. Selepas kuliah di FKUI, Endang sempat bekerja di Rumah Sakit Pertamina Jakarta, pada 1979-1980. Kemudian, pada 1980-1983, Endang berangkat ke Nusa Tenggara Timur. Di lokasi ini, Endang menjabat Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di Waipare, NTT. Lalu, dia berlanjut tugas kembali ke Jakarta. Endang dipercaya bertugas di Dinas Kesehatan Propinsi DKI pada 1983-1997. Tidak hanya di level lokal dan Tanah Air, karir Endang juga terbilang gemilang di kancah dunia.

Di Badan Kesehatan Dunia (WHO), Endang memegang peran penting. Dia menjabat penasihat teknis pada Departemen Penyebaran Penyakit dan Respons di Geneva, Swiss, tahun 1997-2006.

Karir Endang terus moncer, hingga menjadi koordinator riset Avian Influensa tahun 2006. Kini, Endang menjabat Direktur Pusat Riset dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi, Departemen Kesehatan sejak Februari 2007, sebelum akhirnya diangkat menjadi Menteri Kesehatan oleh SBY.


Endang beralamat  alamat yang Jl. Pendidikan Raya III Blok J-55 Jkomplek IKIP Duren Sawit, Jaktim.(Erwin Siregar)

Kategori: