Menyebut kawasan yang dianggap elit untuk sementara di Kabupaten Sumbawa, tidak lepas dari nama Panto Daeng. Kawasan ini dahulunya adalah daerah persawahan yang baru dibuka sejak tahun 1991. Pada saat itu, seorang bernama Ambarak, Broker tanah mengkapling tanah dengan harga 300 ribu per Are.T idak banyak orang yang melirik kawasan ini dahulunya. Hanya Pegawai Negeri Sipil yang mampu membayar uang muka, dan membayar dengan cara mencicil. Namun harga tanah sekarang dikawasan itu, untuk yang terletak di posisi belakang berkisar 17 juta sampai 20 Juta per Are. Sementara untuk tanah yang letaknya didepan jalan bisa diatas 20 Juta per are. Panto Daeng sebenarnya berasa dari kata Pamanto (Tempat menonton, Sumbawa) Daeng. Kawasan ini dahulu sering diadakan permainan rakyat karapan kerbau, dan pacuan kuda. Di lokasi ini adalah tempat para Daeng menonton pacuan yang sedikit terpisah dengan masyarakat setempat sehingga dinamakan Pamanto Daeng.
Kawasan ini terdri yang berada di wilayah RW 07 terdiri dari empat RT dalam wilayah Kelurahan Brang Bara Kecamatan Sumbawa. Namun demikian, tidak disemua rumah penduduk di wilayah ini berupa bangunan megah dengan kesan elit. Bahkan di RT 01, kelihatan kumuh. Warganya kebanyakan pendatang yang pekerjaannya buruh tani, hanya di RT 02 sampai dengan 04 bangunan perumahannya nampak mewah.
Di RT 02 dihuni oleh sebanyak 112 KK, sementara di RT 03 ebayak 87 KK dan RT 04 sebayak 43 K. Dari sekitar 200 lebih kepala keluarga yang mendiami kawasan ini lebih dari 80 % pekerjaannya adalah Pegawai Negeri Sipil dilingkup Pemda Sumbawa. Syamsu Manawari Sip, Lurah Brang Bara ketika ditanyakan jumlah Pengusaha ataupun pejabat BUMN/D, hanya berhitung dengan jari tangannya. Yang berada dibawah angka sepuluh.
Tercatat sejumlah pejabat dan mantan pejabat setingkat Kepala Dinas yang berdomisili disitu, Sementara untuk pejabat setingkat Kepala Bidang, Syamsu memperkirakan sekitar 30 % nya juga menjadi penduduknya. Sisanya pejabat setingkat Kepala Seksi mendominasi warga Panto Daeng. Selain beberapa Camat juga terdaftar sebagai warga, “Rata-rata pasangan suami isteri menjadi PNS.” ujarnya.
Samsul Hidayat Salah seorang warga yang mengaku tinggal disitu sejak 1993 menjelaskan selama ini masalah situasi kemanan cukup kondusif. Setiap warga membayar iuran untuk petugas jaga malam atau ronda sebanyak 35 ribu Rupiah setiap rumah. Setiap malamnya dijaga oleh 4 orang keamanan.”Berhubung karena warga sini pekerjanya cukup sibuk, jadi tidak perlu repot mengadakan ronda giliran.”ujarnya.(fajar)
Fakta-fakta Tentang PNS di Indonesia
1. Pegawai negeri sipil (PNS) di Indonesia saat ini mencapai lebih dari 3,8 juta orang. Dari jumlah ini, 55% ternyata memiliki kualitas rendah.
2. PNS hanya mengambil gajinya tanpa berkontribusi berarti terhadap pekerjaannya. Mantan Meneg PAN Feisal Tamin pernah menyebutkan bahwa hanya 60% PNS yang bekerja efektif.
3. Penyebaran jumlah PNS yang terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Sebaliknya, di pedesaan jumlahnya relatif sedikit.
4. Kawasan timur Indonesia (KTI) yang memiliki luas lebih dari 70% wilayah Indonesia baru memiliki PNS kurang dari sepertiga jumlah PNS di Pulau Jawa.
5. Latar belakang pendidikan PNS yang kurang sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakoninya.Kondisi ini berdampak pada perilaku dan kemauan PNS untuk melayani publik.
6. Dibandingkan dengan jumlah penduduk, jumlah PNS di Indonesia hanya 1,79%. Persentase ini masih di bawah angka pegawai negeri yang ada di Malaysia (3,68%), Thailand (2,81%), Singapura (3,67%), dan Brunei Darussalam (12,9%).
7. Rata-rata satu orang PNS bertugas memberikan pelayanan kepada 54 penduduk
8. Dari sekitar 4 juta PNS, 37,26% merupakan lulusan SMA, Lulusan S-1 sekitar 28,46%, S-2 sebesar 2,24%, dan S-3 sebanyak 0,19%.
9. Prinsip the right man on the right place kurang diterapkan. Misalnya tidak sedikit seorang doktor bidang konstruksi ditempatkan di bagian kepegawaian.
10. Data Kemeneg PAN menunjukkan, 72-75% bertugas pada sektor pelayanan administrasi. Idealnya, menurut Kemeneg PAN,pelayan sektor administrasi hanya 28% saja. Sebab,jika terlalu besar akan terjadi pemborosan dan ketidakefektifan kerja.
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
















turut berduka cita yang mendalam,semo...
Semoga amal ibadah beliau diterima di...
Sekelumit masalah pembangunan di KSB ...
Semoga Amal Ibadah Beliau diterima AL...
jika dialog sudah nggak bisa lagi, me...