Text size
  • Increase font size
  • Default font size
  • Decrease font size

Home Berita Majalah Teropong: Ingin KAYA, Jadilah PNS

Teropong: Ingin KAYA, Jadilah PNS

E-mail Cetak PDF
“Ingin KAYA, Jadilah PNS”  Jargon ini bukan semata jargon tapi sudah menjadi cita-cita bagi sebagian orang.
Bagaimana tidak, setiap lima Tahun banyak yang berlomba dan berjudi untuk bisa menjadi wakil rakyat, dan hampir setiap tahunnya ribuan orang mengadu nasib untuk menjadi PNS. Pekerjaan sebagai PNS merupakan salah satu pekerjaan yang sangat kebal terhadap krisis, bagaimanapun besarnya krisis di negeri ini PNS tetap menerima gaji dan seabrek tunjangan.
     Menilik lebih jauh tentang kemapanan ekonomi para PNS yang ada di NTB khususnya Sumbawa, maka prioritas para orang tua saat anaknya lulus perguruan tinggi tak lain melamar sebagai PNS. PNS ibaratnya satu-satunya kesempatan yang sangat memberikan peluang bagi mereka yang ingin menjadi mapan secara ekonomi.
Dilain pihak kita sering mendengar, bahwa pelaku Korupsi berasal dari unsur penguasa yakni Legislatif dan Eksekutif. Seribu alasan klasik selalu didengungkan, mereka melakukan korupsi karena kecilnya gaji yang didapatkan.
     Pertanyaannya cukup sederhana, mengapa mereka memilih sebagai PNS jika mereka sudah mengetahui betapa kecilnya gaji seorang PNS.
     Jabatan PNS memang sangat unik, semua mengeluh gaji kecil (lihat boks gaji PNS),  namun tetap menjadi primadona sebagai ladang pekerjaan. Tiap tahun menuntut kenaikan gaji namun jumlah kekayaan yang dimiliki oleh PNS melebihi kekayaan rata-rata masyarakat setempat.
     Secara kasat mata, kita bisa melihat rumah mewah, mobil dan materi lainnya yang cukup berlimpah dimiliki oleh para PNS di wilayah NTB. Cukup paradox dengan keberadaan PNS yang berada dikota-kota besar, dengan golongan yang sama PNS dikota besar masih menggunakan Bus kota sebagai sarana transportasi, sedangkan didaerah sudah menggunakan mobil pribadi dan memiliki rumah yang cukup mewah.
     Ditambah lagi dengan kenyataan bahwa orang kaya yang berada di perkotaan biasanya berasal dari unsur Pengusaha, namun sebaliknya yang terjadi didaerah adalah orang kayanya berasal dari PNS.
Fakta ini diperkuat dengan bukti-bukti kekayaan yang dimiliki oleh para PNS dengan tingkat kepemilikan berada diatas rata-rata masyarakat setempat.
    Salah satu lokasi perumahan elit di Sumbawa yakni “Panto Daeng”, disini diatas 80% yang memiliki rumah mewah berasal dari unsur PNS. Begitu pula daerah lainnya di NTB, hampir semua perumahan lokasi elit diisi oleh para PNS.
    Ada cerita menarik tatkala Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) terbentuk, beberapa orang PNS yang mengabdi di Pemerintahan setempat nasibnya berubah total. Setelah memegang jabatan Strategis jumlah kekayaannya berlipat ganda, bahkan ribuan kali lipat dari kekayaan tiga Tahun sebelumnya. Bahkan masyarakat setempat bisa melihat rumah mewah dan mobil yang dimiliki oleh PNS bersangkutan. Kekayaan tersebut diperoleh dalam waktu yang relative singkat, hanya butuh waktu 3 tahun untuk membangun kekayaan yang bernilai milyaran rupiah.
      Fakta inilah yang membuat sebagian orang tertarik dan bahkan menjadikan motivasi orang lain agar bisa kaya mendadak karena menjadi PNS.
Bagaimana dan dari mana mereka mendapatkan kekayaan yang begitu besar ?
     Ada 4 cara untuk memperoleh kekayaan yang cukup besar dalam waktu singkat, pertama kawin dengan anak orang kaya, kedua mendapat warisan keluarga, ketiga mempunyai bisnis dan keempat melakukan korupsi.
Dari keempat cara tersebut ternyata cara keempat yaitu melakukan korupsi yang lebih mendekati darimana kekayaan tersebut didapat.
     Jika saja keputusan untuk mendapatkan kekayaan ditempuhnya dengan cara kawin dengan anak orang kaya, mendapat warisan, dan berbisnis maka dipastikan semua orang tidak akan tertarik untuk menjadi PNS.
     Nilai lebih yang dikejar saat menjadi PNS tak lain adalah kekuasaan, dengan kekuasaan inilah materi lebih mudah didapat. Dengan kekuasaan seorang PNS bisa membuat kebijakan yang menguntungkan diri dan kelompoknya, yang pada akhirnya timbullah kolusi, nepotisme dan berpuncak pada Korupsi.
    Sejalan dengan kondisi didaerah,  hasil survey yang dilakukan oleh Litbang Media Group ternyata mayoritas penduduk Indonesia ingin menjadi PNS. lebih dari 70% ingin menjadi pega­wai negeri (PNS). Sedangkan yang menjawab ingin menjadi pengusaha hanya 20%. Angka itu jelas amat berkorelasi dengan realitas yang kita hadapi sekarang. Bahwa Indonesia memang negara pe­gawai. Negara yang secara kultur masyarakatnya memang memilih hidup ‘aman’, menjadi amtenar.
    Tingginya minat menjadi pegawai negeri sungguh bisa berimplikasi serius terhadap bangsa ini. Tidak hanya posisinya yang sangat terbatas, tetapi juga akan menjadi beban negara. Inilah cerminan dari mayoritas masyarakat Indonesia yang tidak mempunyai motivasi tinggi untuk membangun perekonomian bangsa.
     Jabatan PNS hanyalah sebuah pilihan, dan tidak ada satupun orang yang bisa memaksa seseorang untuk tidak menjadi PNS. Namun perubahan akan terjadi, jika anak bangsa ini berani merubah paradigma bahwa kemajuan dan satu-satunya pekerjaan bukannya PNS.
Mulai detik ini tanamkanlah jika untuk menjadi pengusaha yang mandiri yang bisa menciptakan lapangan kerja bagi orang lain. (*)


Berapa Sih Gaji PNS?
Berikut ini perincian detail gaji PNS dari golongan terendah ke tertinggi:

Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.040.000
Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 1.091.700
Pegawai Golongan Ia dengan masa kerja 16 tahun sebesar Rp 1.262.700
Pegawai Golongan II a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.320.300
Pegawai Golongan II b dengan masa kerja 5 tahun sebesar Rp 1.462.300
Pegawai Golongan II b dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp 1.650.800
Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 3 tahun sebesar Rp 1.487.600
Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 7 tahun sebesar Rp 1.561.600
Pegawai Golongan II c dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp 1.720.700
Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 3 tahun sebesar Rp 1.550.600
Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 7 tahun sebesar Rp 1.627.600
Pegawai Golongan II d dengan masa kerja 15 tahun sebesar Rp Rp 1.793.400
Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.655.800
Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 1.738.100
Pegawai Golongan III a dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 1.869.300
Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 1.954.300
Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.051.400
Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 10 tahun sebear Rp 2.206.200
Pegawai Golongan IV a dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp 2.880.800

Sementara untuk pejabat eselon I, yaitu golongan IV d dan golongan IV e

Golongan IV d dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 2.212.900
Golongan IV d dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.322.900
Golongan IV d dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 2.498.200
Golongan IV d dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp3.262.000
Golongan IV e dengan masa kerja 0 tahun sebesar Rp 2.306.500
Golongan IV e dengan masa kerja 4 tahun sebesar Rp 2.421.200
Golongan IV e dengan masa kerja 10 tahun sebesar Rp 2.603.900
Golongan IV e dengan masa kerja 32 tahun sebesar Rp 3.400.000
Komentar
Buat Baru Cari RSS
+/-
Tulis Komentar
Nama:
Email:
 
Website:
Judul:
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch::(:shock:
:X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s:!::?::idea::arrow:
 
Silahkan Masukkan Kode Anti spam.
yo2k  - knapa harus jadi PNS?     |202.152.38.xxx |01-11-2009 06:20:25
Knapa pada pengen jd PNS? yah mungkin salah satunya melihat contoh mereka2 jg jadi PNS udh hidup mewah.. Coba kita berpikiran mempelopori jadi wiraswasta/pengusaha dan berpenampilan lebih mewah dari PNS, pastilah org lain pengen jadi seperti kita..
jadi yuk kita jadi pengusaha yg sukses biar orang2 ikut seperti kita, kasian negara ini terbebani gaji2 para PNS ini,mari kita bantu negara ini dengan jadi pengusaha,khan banyak udh modal/kredit2 yg dikucurkan oleh pemerintah buat usaha kecil
heryyul  - Mana profesionalitasmu PNS?     |114.125.168.xxx |01-11-2009 13:51:22
Memang benar...kebanyakan PNS kerja nyantai,dan saking nyantainya ada yang tidak masuk kerja selama 2 bulan bahkan ada yang lebih dari 3 tahun tidak masuk kerja tapi masih mendapatkan gaji. Ini Fakta...sedih rasanya dan mengelus dada jadinya dengan hal ini. Kemana saya harus mengadu sebagai rakyat biasa?!!
Fauzi dou keli  - membuat hidup layaknya PNS   |202.152.203.xxx |09-11-2009 07:01:57
Bagi yang takut dosa dihapadan Allah masih banyak jalan buat jadi lebih kaya..karna buat jadi PNS kan kita harus menyerahkan sejumlah duit(jangan sampai yah..nila setitik rusak susu sebelanga red).saya Alhamdulillah jadi pegawai swasta dan punya rencana jadi orang kaya...ngumpulin duit trus investasi ke ke obligasi,reksadana,dan yang konvensional adalah invest ke tanah pertanian..trus ikut program pensiun..akhirnya dengan menabung minimal sejuta perbulan saya punya dana pensiun 35 juta perbulan yang dinikmati nanti.
saya udah hitung2 biaya itu kalau ditahun 2009 ini sama dengan 7 juta perbulan...so ngapain jadi PNS???
Terakhir Diupdate ( Minggu, 01 November 2009 07:55 )  

Editorial

Siapa Yang Bertanggung Jawab Terhadap Illegal Mining Labaong...?
13/08/2010 | Indra Jaya
article thumbnail

Dari hari kehari bencana longsor dipusat ileegal mining Olat Labaong terus terjadi, sejalan dengan peristiwa ini puluhan korban meninggal dan luka-luka tidak dapat dihindri, tetapi aneh bin ajaib apar [ ... ]


Editorial Lainnya

Iklan Baris

Shout Box

Archives Pesan
02/09to the rheestelah tu baca isi Risalah sidang Perdana ANNUR VS KPU, yam de ya mole goro NURDIN
02/09utanbersaudarasemoga an nur cepat di lantik
02/09ikinBerhentilah menggonggong disini, karena smuanya tak berarti.
02/09buta melikeee nanta kau pe annur, maling teriak maling, mu buya bukti baju koko, no to diri lok ka beang jenset ko tau jompong ke, ma bau pilih ling tau pang jompong ana. ngaca gama balong,, bau man mo tu tomas...
02/09ocananluk tau gedo,kakenang pipis 20 rb,luk kanomda akalmupe ijar kau tukang ngelo..nantakau JM
01/09InsanSegala peristiwa
01/09InsanSegala peristiwa
01/09BillTidak perlu saling menghujat, itu bukan sifatnya orang Samawa, biarkan proses hukum berjalan dan siapun yang menang harus bisa diterima dengan lapang dada..
01/09EA UTAN Geeee nene tau annur luk ka no nene bau terima kekalahan ampa,,,tau nda ila na bae si tau nanluk na......lamen kam tu kalah man mo tu tomas...pates mo jampang swai anak nene e....lamen tu salenge tau boat nene...smata ka tau nda ila na bae si...
01/09AlJM gedo............................
01/09PUKIkawa ke ya pimpin neng de nyang2, slma 5 tahun nda perubahan2, smata mata taeng otak tu..........
31/08rerrr
31/08rerrteeeeertry
31/08xxxxxxxxxxxxxxxx
31/08mosengnengka saling hujat, dengan kalimat-kalimat ade enda tegas- tegas nan, aji no tu bedosa rua hujat tau....coba nene gita tau sidang ana kadu Nurdin ke 5 anggota KPU ana Mesra pang Jakarta ana nene pang samawa ta laga seling salenge diri nene we...sanak balong we...

Interaktif

Kamus
Cek Email
Pleno KPU Senin (23/8) menempatkan JM-Arsy Unggul sebanyak 111,961 (50.56%) dan ANNUR sebanyak 109,465 (49.44%), selisih suara antara JM-Arsy Vs ANNUR = 2,486. Total suara sah sebanyak 221,436. Selengkapnya...