Majalah Sumbawanews Edisi Ke-2 November 2009:Wawancara
Eddy Hermansyah, SH: Membangun Dompu tidak Harus Jadi Bupati
Sore itu, Notaris Eddy Hermansyah, SH., bergegas keluar dari kantornya bersama dua orang staf sambil menenteng tas dan kaca mata minus yang tak pernah lepas dari telinganya. Pria jangkung kelahiran Dompu itu dikenal sebagai pria periang. “Dae To’o”, demikian sapaan akrab Eddy Hermansyah, SH.
Ketika dihadang wartawan, dia mengaku capek, pusing dan ingin istirahat. Hari-hari terakhirnya terutama pasca Idul Fitri, dia harus bekerja ekstra menyelesaikan berbagai kasus dalam kaitannya dengan legalitas hukum.
Berikut kutipan wawancara Eddy Hermansyah, SH, dengan wartawan Sumbawanews.
Sumbawanews : Dompu ke depan menurut pendapat anda seperti apa?
Saya tidak mampu mengukur maksud pertanyaan mas Dompu seperti apa dan dalam hal apa?
Sumbawanews : Maksud kami, (wartawan menjelaskan hasil pantauannya bersama Insipda NTB selama 20 hari melakukan investigasi dan kegiatan jurnalistik di Dompu, dimana nama Eddy Hermansyah bergulir sebagai kandidat calon harapan pemimpin ke depan di Dompu pada Pilkada 2010), tentang rencana membangun Dompu lewat pertarungan politik.
Kalau soal Dompu pada prinsifnya saya tetap memberikan konstribusi meskipun hanya sebatas pemikiran, karena Dompu tanah kelahiran saya sebagai bentuk satu kesadaran dalam hidup saya.
Sumbawanews : Dengan konstalasi politik yang akan memasuki babak baru, apakah anda akan turut dalam bursa kandidat pencalonan? Sebab masyarakat banyak yang mengharapkan anda untuk memimpin Dompu.
Ah….. ha… ha…. Ha… (Dae To’o melepas tawa khasnya). Hari ngget (dalam bahasa Dompu). Mari kita ukur diri, apa gak salah kok pertanyaannya menjurus ke politik, padahal saya sudah katakan dari awal tetap berkontribusi buat Dompu siapapun bupatinya. Untuk mengatur Dompu kan tidak harus menjadi bupati, jangan sampai statemen ini dianggap syarat dengan kampanye dan jual diri untuk menjadi bupati.
Saya mengukur diri dengan tipikal masyarakat Dompu yang mayoritas kaum intelek dan politisi muda, karena jabatan politik sertifikasinya di tangan mereka. Hal itu yang perlu diukur dan dikhawatirkan karena dalam bahasa kampanye seringkali calon dianggap membual, ngobral janji, tetapi kalau sudah jadi biasanya tolalit. Kalau saya mengatakan ya, jelas dicap serakah jabatan. Kalau saya katakan tidak, juga dianggap tidak punya niat baik selaku putra Dompu.
Sumbawanews : Apa kontribusi Dae To’o selama ini untuk Dompu.
Tidak bisa saya ungkapkan, yang jelas dari bupati ke bupati hingga Abubakar Ahmad, saya tidak jauh dari sayap beliau-beliau dalam membangun Dompu .
Sumbawanews : Apa kira-kira konsep pembangunan Dompu ke depan yang akan anda tawarkan?
Untuk Dompu saya berharap memiliki daya saing yang lebih dari sekarang. Salah satu contoh sektor pariwisata. Tidak hanya andalkan ombak Lakey sebagai obyek wisata surfing, harus tercipta obyek alternatif selain surfing. Sejarah peperangan Indonesia melawan Belanda dan Jepang dengan fakta peninggalan sejarah seperti goa-goa Jepang dan jembatan peninggalan Belanda harus dibukukan dalam bahasa asing lengkap dengan nama tentaranya yang menghuni goa, tapi harus ada pelibatan langsung pihak militer kita secara institusi.
Sumbawanews: Kenapa harus begitu.
Hanya militer yang menyimpan data-data tersebut, termasuk proyek rehabilitasi goa Jepang dan jembatan Belanda. Sejak dini sebenarnya harus ada papan larangan agar tidak dirusak. Saya yakin, jika ini dikembangkan akan dibanjiri wisatawan, terutama dari Jepang dan Belanda. Fakta tersebut ada di perbatasan Kota Dompu dengan Sumbawa dan Kota Dompu dengan Bima yaitu Padende. Ada juga di Kempo, Manggalewa, apalagi dengan lingkar gunung Tambora, Kecamatan Pekat Calabai, terutama di Teka, Ndahu, Kecamatan Pojo Kanggo dan Lakey Hu’u. Ini adalah misteri sejarah yang harus dijawab.
Sumbawanews : Orientasi awalnya seperti apa?
Jangan tawar lebih dari itu, yang jelas bukan hanya itu, nantilah kita tunggu pemimpin Dompu terpilih.(usep)
| Berikutnya > |
|---|



















Siapapun yang kemudian akan memimpin ...
Kami dari pemuda maluk akan memperjua...
Kami dari pemuda maluk akan memperjua...
Dilimetasi memang, tapi insya Allah A...