HOME UTAMA DAERAH | NASIONAL | INTERNASIONAL | EDITORIAL | OPINI | PENDIDIKAN | AGAMA | UNIK | TECHO | FOTO | SITUSKU CERITA RAKYAT | BUDAYA SEJARAH | WISATA | JOKE PUISI | SASTRA  | MOTIVASI | BEASISWA

KPK Yakin Anas Terlibat, Tugu Monas Jadi Pembicaraan Hangat

KPK Yakin Anas Terlibat, Tugu Monas Jadi Pembicaraan Jakarta,Sumbawanews.com.- Abaraham Samad Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  ingin membuktikan ke publik komitmennya untuk menununtaskan Kasus - Kasus Besar di Negara ini secara perlahan mulai terbukti.


 


KPK terus menerus melakukan penyidikan terhadap kasus kasus korupsi termasuk kasus Cek Pelawat, Kasus Korupsi dikementerian Pemuda dan Olahraga, dan saat ini melakukan penyelidikan kasus pembangunan sport center Hambalang di Bogor, Jawa Barat. Terkait kasus senilai Rp. 1,5 Triliun tersebut.


Dari hasil pemeriksaan KPK terhadap Kasus Korupsi Sport Center Hambalang tersebut KPK sudah mengatakan dengan terang bahwa Anas Urbaningrum terlibat dalam kasus tersebut. Johan Budi mengatakan ada dua aspek yang menjadi perhatian khusus dalam proses penyelidikan ini.
 Diantaranya, yakni mengenai sertifikat dan proses pengadaan proyek multiyears (tahun jamak).
"Kami di Hambalang itu menelusuri kedua hal itu saat ini," ungkapnya.


Seperti diketahui, kasus ini berawal dari penyelidikan KPK terkait rangkaian kasus wisma atlet yang melibatkan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. KPK mulai melakukan penyelidikan atas dugaan korupsi proyek Hambalang sejak Agustus 2011 lalu.
Terkait tender, proyek pembangunan pusat pelatihan olahraga di Hambalang dimenangkan oleh PT Adhi Karya. Sejak tahun 2010 dan pengerjaan proyeknya dikerjakan oleh PT Adhi Karya bersama PT Wijaya Karya.
Sementara, dipersidangan Nazar dan anak mantan anak buahnya di Permai Grup, Mindo Rosalina Manulang, pernah mengungkapkan adanya aliran dana Rp 10 miliar ke DPR untuk meloloskan anggaran proyek Hambalang.


Sehingga dasar pemeriksaan dan penyidikan itulah yang menguatkan bahwa benar Anas Urbaningrum ada terlibat dalam kasus tersebut, sesuai dengan pernyataan Ketua KPK itu.”jelas Johan.


Namun setelah Pernyataan Ketua KPK yang mengatakan Anas terlibat dalam kasus Hambalang   menjadi pembicaraan hangat masyarakat dan tokoh politik di Senayan. Pasalnya Anas pernah mengatakan Dirinya siap di gantung di Monas jika terbukti Korupsi.


Setelah membuat pernyataan yang menuai kritik tentang kesediaannya digantung di Monumen Nasional (Monas), kali ini Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, menyatakan menyerahkan penanganan kasus proyek Hambalang ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Ia menyatakan masih menunggu jika memang KPK berencana memeriksa dirinya untuk kasus tersebut. "Tunggu saja lah," kata Anas, Jakarta, Rabu (2/5/2012).


Sebelumnya, Anas sempat mengatakan bahwa KPK tidak perlu repot-repot mengusut proyek Hambalang. Ia menyatakan bersedia digantung di Monas jika menerima satu rupiah dari proyek pusat pelatihan olahraga di Bukit Hambalang, Jawa Barat, senilai Rp 1,5 triliun tersebut.


Padahal saat ini, KPK tengah menyelidiki kasus tersebut dan nama Anas masuk dalam daftar yang akan diperiksa sebagai saksi. (Erwin Siregar)


 


 

Kategori: