Kemenpora Dikeritik Komisi X DPR Saat Pembahasan RAPBNP

JKemenpora Dikririt Komisi X DPR Saat Pembahasan RAPBNPakarta, Sumbawanews.com. – Saat Rapat kerja (Raker) Komisi X DPR dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga yang digelar hari ini di DPR membahas tentang penambahan anggaran. Kemenpora dikeritik berbagai Kalangan anggota Komisi X.

 

Namun dalam Raker tersebut dapat menyimpulkan  Empat Poin, antara lain,  

1. Komisi X dan Menpora sepakat APBN-perubahan tahun anggaran 2012 adalah sebagai berikut: DIPA tahun anggaran 2012 (murni) Rp 1.754.133.293.000. Pemotongan Rp 146.183.712.200, penambahan Rp 150.000.000.000. Total APBN-Perubahan Tahun Anggaran 2012. Rp 1.757.949.580.800.

2. Penambahan sejumlah Rp150.000.000.000 dialokasikan untuk program: Deputi Pemberdayaan Olahraga Rp 8.100.000.000, Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Rp 3.020.000.000, Deputi Harmonisasi dan Kemitraan Rp 118.880.000.000, dan Sekretariat Kementerian Rp 20.000.000.000.

3. Komisi X menunggu rekomendasi Panja P3SON (pusat pendidikan, pelatihan dan sekolah olahraga nasional) terhadap alokasi program P3SON Hambalang, Jawa Barat, sebesar Rp 578.511.510.780.

4. Komisi X dan Menpora sepakat melakukan pendalaman dengan masing-masing deputi Kemenpora pada awal masa sidang IV tahun sidang 2011-2012

 

Sebelumnya, Komisi X DPR mengritik alokasi anggaran di Kementerian Pemuda dan Olahraga. Sebab, lebih banyak menitikberatkan pada olahraga dan tidak ada anggaran untuk kepemudaan.

"Ada Rp118 miliar untuk anggaran sarana dan prasaran olahraga. Tapi untuk pemuda tidak ada," kata Oelfah Harmanto dari F-PG.

Hal senada juga diungkapkan oleh Zulfadli dari F-PG, dari tambahan anggaran sebanyak Rp 150 miliar, tak ada anggaran untuk kepemudaan. Zulfadli bahkan mengusulkan ganti saja nama Kemenpora, jadi Kementerian Olahraga tanpa kepemudaan.

Menurut Dedi Gumelar dari F-PDIP, pemuda justru lebih penting dari sarana dan prasarana olahraga. "Membangun stadion kalau sumber daya manusianya tidak ada, bagaimana?" katanya.

Dedi prihatin, sebab anggaran untuk mendidik pemuda justru tidak ada. Padahal, investasi terbesar dari bangsa ini adalah pendidikan untuk anak-anak muda.

Anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga mendapatkan tambahan Rp 150 miliar untuk APBN-Perubahan 2012. Sehinggga anggaran Kemenpora pada 2012 sebesar Rp 1,74 triliun.

 

Menanggapi hal tersebut, LSM Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) hal yang wajar jika anggaran untuk kemenpora itu dilakukan penambahan, asalkan anggara tersebut transparan.

 

“Anggaran untuk Kemenpora itu memang wajar dilakukan penambahan, apalagi  yang diposkan untuk Sekretariat  Kementerian pada poin Kehumasan, Media Cetak/Elektronik dan PSA yang diajukan nilainya Rp 10.Milyar, itu masih terlalu rendah, akan tetapi kami minta kepada Menpora Agar anggaran tersebut benar benar dimanfaatkan dan transparan.”jelas Uchok Sky Khadafi Koordinator FITRA.(Erwin Siregar)

 

 

Kategori: